Akhir 2016, Bursa Masih Tunggu Realisasi 11 Emisi Obligasi

Reporter

Kamis, 1 Desember 2016 13:22 WIB

Bursa Efek Indonesia, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan, pihaknya sedang menantikan realisasi penerbitan emisi obligasi dari sepuluh korporasi, yang saat ini sudah dalam progres (pipeline).

“Saat ini terdapat 12 pipeline emisi obligasi dan sukuk oleh sepuluh perusahaan dengan emisi sebesar Rp 19,5 triliun dan US$ 50 juta,” kata Samsul Hidayat saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.

Samsul menjelaskan, dari 12 emisi obligasi itu, 11 emisi senilai Rp 18, 5 triliun dan US$ 50 juta akan dicatatkan pada 2016. Satu emisi senilai Rp 1 triliun akan diterbitkan di awal 2017. Sayangnya, Samsul enggan menyebutkan siapa saja korporasi yang saat ini sedang menunggu proses penerbitan obligasi itu.

Samsul menambahkan, sejak awal 2016 hingga 30 November kemarin, total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan Efek Beragun Aset (EBA) yang sudah tercatat di sepanjang 2016 telah melampaui Rp 100 triliun dan menjadi rekor baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Total nilai obligasi sebesar Rp 103,1 triliun. Yang diterbitkan oleh 48 perusahaan tercatat,” kata Samsul.

Sebelumnya, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, pencapaian tersebut tersebut melebihi total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA yang dicatatkan di sepanjang 2015 yakni sebesar Rp 62,75 triliun melalui 55 emisi yang diterbitkan oleh 28 emiten.

“Total nilai emisi tersebut juga melampaui rekor total emisi sepanjang berdirinya BEI sebelumnya di 2012 dengan nilai emisi Rp 69,45 triliun,” ujar Yulianto Aji Sadono dalam pesan tertulisnya, Ahad, 27 November 2016.

Yulianto menambahkan, total nilai emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah jelang akhir tahun 2016. Sepanjang pekan akhir November lalu, sebanyak 3 obligasi korporasi telah dicatatkan di BEI. Pertama adalah Obligasi Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2016 yang diterbitkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai nominal Rp5 triliun yang dicatatkan Senin, 21 November 2016.

Obligasi korporasi kedua dan ketiga yang dicatatkan di BEI pada pekan ini adalah Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Tahun 2016 yang dicatatkan pada Rabu 23 November 2016. Obligasi tersebut memiliki nilai emisi Rp 2,5 triliun dan Sukuk tersebut memiliki nilai emisi Rp 500 miliar.

Dengan pencatatan 3 surat utang korporasi tersebut ,maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 315 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 313,44 triliun dan US$ 20 juta, diterbitkan oleh 105 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp 1.770,95 triliun dan US$ 1.240 juta, serta 7 emisi EBA senilai Rp 3,07 triliun.

DESTRIANITA

Berita terkait

BEI Targetkan Ada 64 Ribu Investor Baru Pasar Modal di Solo Raya Tahun Ini

23 hari lalu

BEI Targetkan Ada 64 Ribu Investor Baru Pasar Modal di Solo Raya Tahun Ini

BEI menargetkan tahun ini bakal ada sebanyak 64.483 investor baru di pasar modal di Solo Raya.

Baca Selengkapnya

Ihwal Korupsi di Wilayah IUP-nya Terbongkar, Begini Penjelasan Lengkap PT Timah ke BEI

30 hari lalu

Ihwal Korupsi di Wilayah IUP-nya Terbongkar, Begini Penjelasan Lengkap PT Timah ke BEI

PT Timah buka suara usai Kejaksaan Agung menetapkan 16 nama tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi tata niaga timah di wilayah IUP-nya.

Baca Selengkapnya

CIMB Niaga Dorong Masyarakat Giat Investasi dengan Dana Mulai Rp 10 Ribu

38 hari lalu

CIMB Niaga Dorong Masyarakat Giat Investasi dengan Dana Mulai Rp 10 Ribu

CIMB Niaga mendorong masyarakat untuk giat berinvestasi, salah satunya dengan menempatkan dana dengan nominal paling terjangkau mulai dari Rp 10 ribu.

Baca Selengkapnya

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

44 hari lalu

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

BEI akan menerapkan mekanisme perdagangan lelang berkala secara penuh atau full call auction di Papan Pemantauan Khusus pada Senin pekan depan.

Baca Selengkapnya

Dirut MAP Boga Adiperkasa Pengelola Starbucks Indonesia Resmi Mengundurkan Diri

5 Maret 2024

Dirut MAP Boga Adiperkasa Pengelola Starbucks Indonesia Resmi Mengundurkan Diri

PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama, Anthony Cottan. MAPB merupakan pengelola Starbucks di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Saham Antam Jadi Bagian Indeks Terkemuka di BEI

19 Februari 2024

Saham Antam Jadi Bagian Indeks Terkemuka di BEI

Penetapan kembali saham Antam pada Indeks LQ45, Indeks IDX30 dan Indeks IDX80 di IDX mencerminkan apresiasi positif para pemegang saham.

Baca Selengkapnya

United E-Motor Berharap Dapat Rp 400 M Usai Melantai di BEI

13 Februari 2024

United E-Motor Berharap Dapat Rp 400 M Usai Melantai di BEI

Pemegang merek United E-Motor, PT Terang Dunia Internusa Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, dan menargetkan dana Rp 400 miliar.

Baca Selengkapnya

BEI Tetapkan 3 Hari Libur Perdagangan Bursa Selama Februari, Kapan Saja?

6 Februari 2024

BEI Tetapkan 3 Hari Libur Perdagangan Bursa Selama Februari, Kapan Saja?

BEI juga menetapkan pada 8 dan 9 Februari sebagai hari libur bursa.

Baca Selengkapnya

BRI Tawarkan ORI025, Pilihan Aman Bagi Investor Lama dan Pemula

3 Februari 2024

BRI Tawarkan ORI025, Pilihan Aman Bagi Investor Lama dan Pemula

ORI025 menggunakan jenis kupon tetap atau fixed rate

Baca Selengkapnya

Erick Thohir Rombak Pimpinan Hutama Karya, Tunjuk Eks Panglima TNI Yudo Margono Jadi Komisaris Utama

2 Februari 2024

Erick Thohir Rombak Pimpinan Hutama Karya, Tunjuk Eks Panglima TNI Yudo Margono Jadi Komisaris Utama

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran pimpinan PT Hutama Karya (Persero). Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI),

Baca Selengkapnya