Perusahaan Startup Punya Pengaruh Positif untuk Industri  

Reporter

Senin, 19 Oktober 2015 04:24 WIB

Situs e-commerce Juale.com

TEMPO.CO , Jakarta:Kehadiran perusahaan startup e-commerce di Indonesia dianggap berpengaruh positif untuk sektor industri. Salah satu contohnya, perusahaan startup bisa menjembatani antara pelaku industri kecil dan calon pembeli.

"Ada perusahaan startup bisa tumbuh unit usaha baru atau entrepreneur baru," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Haris Munandar, Ahad, 18 Oktober 2015.

Haris mencontohkan industri kecil menengah yang bisa menjual barangnya melalui e-commerce. Pelaku industri ini dengan mudah bisa menemukan calon pembeli potensial melalui aplikasi startup perusahaan e-commerce. Lalu, ada lagi startup ojek online yang memudahkan pengojek bertemu dengan penumpangnya.

"Ini banyak positifnya untuk industri karena bisa menyerap tenaga kerja" kata Haris.

Maraknya perusahaan e-commerce dipertanyakan oleh pihak Kamar Dagang dan Industri. Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Kadin, Handito Joewono, meminta pemerintah mewaspadai e-commerce yang bersifat bubble economic growth vehicle. E-commerce dianggap hanya merekayasa pertumbuhan ekonomi perusahaan dan tidak berfokus pada perdagangan. Menurutnya, jenis ini hanya mementingkan agar perusahaannya bertumbuh besar, lalu menjualnya kembali.

Haris mengatakan kekhawatiran pemilik perusahaan e-commerce hanya membesarkan untuk menjualnya kembali tak menjadi masalah. "Sebab, kalau orang mau beli perusahaan, kan pasti telah mempelajari segala aspeknya," kata dia.

Meski begitu, sebagai perantara, perusahaan starup cuma menjual jasa, bukan perusahaan yang memproduksi barang atau sektor manufaktur. Karena itu, dari sisi industri, perusahaan starup tidak berada di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian dan mereka tidak memiliki surat izin industri. Sebagai perusahaan di jasa perdagangan, perusahaan jenis ini seharusnya berada di bawah Kementerian Perdagangan sehingga seharusnya memiliki surat izin perdagangan.

Haris mengatakan keberadaan perusahaan startup di Indonesia memang masih menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan yang muncul, di antaranya soal pajak penghasilan, kepemilikan NPWP, surat izin perdagangan, dan aspek perlindungan konsumen. Selain itu, standard K3 dalam Undang-Undang E-Commerce juga belum ada.

AMIRULLAH

Simak: Berita Bisnis Terbaru



Berita terkait

KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Ini Tanggapan PBNU, PP Muhammadiyah hingga Kadin

3 hari lalu

KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Ini Tanggapan PBNU, PP Muhammadiyah hingga Kadin

Reaksi PBNU, PP MUhammadiyah, Kadin Terhadap Penetapan Prabowo - Gibran Pemenang Pilpres 2024 oleh KPU

Baca Selengkapnya

37 Tahun Rudy Salim, Pernah Menolak Denda 9 Mobil Mewah dari Bea Cukai

3 hari lalu

37 Tahun Rudy Salim, Pernah Menolak Denda 9 Mobil Mewah dari Bea Cukai

Pengusaha muda kelahiran 24 April 1987, Rudy Salim pernah menolak denda untuk 9 mobil mewah dari Bea Cukai.

Baca Selengkapnya

Rupiah Terus Melemah, Kadin Khawatir Dunia Usaha Terdampak

11 hari lalu

Rupiah Terus Melemah, Kadin Khawatir Dunia Usaha Terdampak

Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar menyebabkan para pengusaha khawatir.

Baca Selengkapnya

Bos Kadin Ingatkan Pemerintah untuk Patuhi Disiplin Fiskal: Kalau Tidak, Bahaya..

16 hari lalu

Bos Kadin Ingatkan Pemerintah untuk Patuhi Disiplin Fiskal: Kalau Tidak, Bahaya..

Ketua Kadin Arsjad Rasjid menyatakan penyusunan RAPBN harus dilakukan secara bijaksana. Selain itu, pemerintah juga wajib mematuhi disiplin fiskal.

Baca Selengkapnya

Kadin Ingatkan Pengusaha Transparan jika Tak Sanggup Bayar THR: Harus Ada Komunikasi dan Interaksi

18 hari lalu

Kadin Ingatkan Pengusaha Transparan jika Tak Sanggup Bayar THR: Harus Ada Komunikasi dan Interaksi

Ketua Kadin Arsjad Rasjid menyebut pengusaha harus transparan jika tak dapat memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja.

Baca Selengkapnya

Terkini: Setelah 'Tuyul' dan Pertalite Dicampur Air Ada Apa Lagi di SPBU Pertamina?, KAI Operasikan KA Argo Bromo Anggrek New Generation

30 hari lalu

Terkini: Setelah 'Tuyul' dan Pertalite Dicampur Air Ada Apa Lagi di SPBU Pertamina?, KAI Operasikan KA Argo Bromo Anggrek New Generation

Kecurangan di SPBU Pertamina kembali terungkap. Setelah switch dispenser untuk kurangi takaran yang disebut tuyul dan Pertalite dicampur air, kini....

Baca Selengkapnya

Kadin: Potensi Perputaran Uang Selama Libur Lebaran Capai Rp 157,3 Triliun

30 hari lalu

Kadin: Potensi Perputaran Uang Selama Libur Lebaran Capai Rp 157,3 Triliun

Kadin Indonesia memprediksi adanya kenaikan perputaran uang selama libur Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2024 dibandingkan tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Pemilu Usai, Ketua TPN Arsjad Rasjid Kembali Jabat Ketua Kadin

38 hari lalu

Pemilu Usai, Ketua TPN Arsjad Rasjid Kembali Jabat Ketua Kadin

Mantan ketua tim pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Arsjad Rasjid, kembali menjabat Ketua Umum Kadin usai hasil Pemilu 2024 disahkan.

Baca Selengkapnya

Setelah KPU Umumkan Hasil Pemilu, Kadin Harap Situasi Dunia Usaha Aman dan Kondusif

39 hari lalu

Setelah KPU Umumkan Hasil Pemilu, Kadin Harap Situasi Dunia Usaha Aman dan Kondusif

Kadin Indonesia menyatakan kunci utama bagi dunia usaha adalah stabilitas politik sebagai basis bagi pertumbuhan ekonomi dan geliat dunia usaha.

Baca Selengkapnya

Kadin Gandeng Badan Perdagangan Amerika untuk Kembangkan Industri Keamanan Siber di RI

57 hari lalu

Kadin Gandeng Badan Perdagangan Amerika untuk Kembangkan Industri Keamanan Siber di RI

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) menyelenggarakan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) soal keamanan siber.

Baca Selengkapnya