Dana Revitalisasi Penggilingan Padi Sebesar Rp 600 Miliar  

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Minggu, 3 Mei 2015 18:31 WIB

Buruh tani mengusung batang padi yang usai dipanen, buruh tani memiliki kondisi ekonomi yang mengenaskan, akibat permasalahan modal dan tidak memiliki lahan sendiri. Demak, Jawa Tengah, 1 Mei 2015. Tempo/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menaikkan dana revitalisasi penggilingan padi berskala kecil dalam APBNP 2015 dari Rp 559 miliar menjadi Rp 600 miliar atau naik 10 kali lipat dari APBN tahun sebelumnya sebesar Rp 41 miliar.

"Sesuai arahan Bapak Presiden agar membantu revitalisasi penggilingan padi skala kecil. Tahun ini, anggarannya Rp 600 miliar. Tahun lalu, anggarannya hanya Rp 41 miliar," ujar Andi, seperti dalam rilis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa lalu.

Dia menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan 1.380 buah mesin penggiling padi (rice milling unit/RMU) yang dibagikan ke penggilingan-penggilingan padi berskala kecil ke seluruh Indonesia.

Peremajaan penggilingan padi ini, ucap dia, sangat penting untuk menekan angka susut dalam proses produksi beras.

Dia menuturkan saat ini angka susut di Indonesia masih tinggi, yakni di atas 10 persen, karena mesin-mesin penggilingan padi sudah tua, sehingga tingkat rendemennya rendah.

"Sekarang angka susut 3,3 juta ton. Kalau ini bisa kita kurangi separuh saja, kita tidak perlu impor," katanya.

Menurut dia, penggiling padi yang baru dapat meningkatkan rendemen beras yang rata-rata saat ini baru sekitar 57 persen menjadi lebih dari 60 persen, sehingga angka susut dapat menurun dan produksi beras bertambah sampai 2 juta ton.

"Targetnya, menaikkan rendemen sampai 5 persen. Kalau ini dipenuhi, bisa dapat 2 juta ton beras," ucap Andi.

Untuk menjalankan program ini, Kementerian akan bekerja sama dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi).

"Kami tantang Perpadi untuk mengurangi angka susut sampai 2 juta ton. Kalau tercapai, anggarannya tahun depan akan ditambah," ujarnya.

ANTARA



Berita terkait

Produksi Tiga Mesin Pertanian, Pindad Berharap Laris

7 Mei 2017

Produksi Tiga Mesin Pertanian, Pindad Berharap Laris

Bayu mengatakan pengadaan alat pertanian ini bisa dilakukan lewat e-procurement.

Baca Selengkapnya

Swasembada Cabai, 9 Kota Kalteng Disuplai 198 Ribu Bibit Cabai  

19 Maret 2017

Swasembada Cabai, 9 Kota Kalteng Disuplai 198 Ribu Bibit Cabai  

Tute mengatakan proses penyemaian bibit akan dilakukan di tingkat kabupaten dan kota untuk memudahkan pembagian bibit ke warga.

Baca Selengkapnya

Kementerian Pertanian: Bebaskan 1,7 Hektare Kebun Petani Kelapa Sawit

10 Februari 2017

Kementerian Pertanian: Bebaskan 1,7 Hektare Kebun Petani Kelapa Sawit

Kementerian Pertanian meminta 1,7 juta hektare perkebunan kelapa sawit petani yang berada di kawasan hutan dibebaskan lahannya.

Baca Selengkapnya

Kembangkan Lahan 610 Hektar, Kalteng Amankan Bawang Merah

4 Februari 2017

Kembangkan Lahan 610 Hektar, Kalteng Amankan Bawang Merah

Pengembangan ratusan hektar ini membuktikan bahwa kondisi tanah
kalteng yang berpasir cocok untuk ditanami bawang merah.

Baca Selengkapnya

Mengapa Ahli Ekonomi Pertanian Berkumpul di Pontianak?

21 Januari 2017

Mengapa Ahli Ekonomi Pertanian Berkumpul di Pontianak?

Pontianak menjadi tuan rumah Rakernas Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi)untuk membantu pemerintah daerah tingkatkan kesejahteraan warga

Baca Selengkapnya

Karsa, Aplikasi Android untuk Petani Diluncurkan

1 September 2016

Karsa, Aplikasi Android untuk Petani Diluncurkan

Dengan aplikasi ini, petani bisa terhubung satu sama lain, dan mendapat bimbingan soal produk pertaniannya.

Baca Selengkapnya

Sektor Perkebunan Butuh Inovasi Teknologi

31 Maret 2016

Sektor Perkebunan Butuh Inovasi Teknologi

Bisnis perkebunan di Indonesia memerlukan inovasi teknologi guna mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas untuk mengatasi anomali iklim.

Baca Selengkapnya

Program Toko Tani Kementan Dianggap Gagal  

26 Januari 2016

Program Toko Tani Kementan Dianggap Gagal  

Program Toko Tani tidak berhasil menjaga harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Selengkapnya

Harga Karet Rendah, PTPN XII Beralih Menanam Tebu

13 Januari 2016

Harga Karet Rendah, PTPN XII Beralih Menanam Tebu

30 ribu hektare lahan tanaman karet dan kakao di Banyuwangi, Jawa Timur miliknya akan ditanami tebu.

Baca Selengkapnya

Jadi Nomor Satu Produksi Kopi dan Kakao Dunia, Ini Komitmen Kementan  

8 November 2015

Jadi Nomor Satu Produksi Kopi dan Kakao Dunia, Ini Komitmen Kementan  

Untuk ekstensifikasi, perlu ada perluasan lahan untuk menanam kopi dan kakao dengan varietas unggul.

Baca Selengkapnya