Cukai Melonjak, Rokok Ilegal Marak

Reporter

Kamis, 11 September 2014 23:01 WIB

Seorang karyawati mengambil kemasan rokok yang telah berganti peringatan bergambar di minimarket, Jakarta, 23 Juni 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mengingatkan Kementerian Keuangan soal rencana kenaikan cukai rokok tahun depan. Direktur Makanan dan Tembakau Kementerian Perindustrian Faiz Achmad menyatakan kenaikan cukai rokok yang terlalu tinggi bakal menyuburkan masuknya rokok impor ilegal dan rokok tanpa cukai produksi dalam negeri. "Persentase kenaikannya harus dipertimbangkan masak-masak," ujar Faiz di Jakarta, 11 September 2014. (Baca: Cukai Rokok Naik 10 Persen pada 2015)

Meski demikian, Kementerian Perindustrian belum bisa menentukan persentase kenaikan cukai roko yang ideal. Hingga kini, pihaknya belum pernah diajak berdiskusi soal rencana kenaikan cukai. (Baca: Produksi Rokok Turun, Target Cukai Tak Tercapai)

Selain mengingatkan soal persentase kenaikan cukai rokok yang realistis, Kementerian Perindustrian mengusulkan pula adanya perbedaan harga antara sigaret kretek tangan (SKT) dengan sigaret kretek mesin (SKM). Disparitas harga ini bertujuan melindungi keberadaan industri SKT, termasuk para buruh. "Berapa disparitasnya belum ditentukan. Kami masih melakukan simulasi-simulasi," ujarnya. (Baca: Bea-Cukai Ungkap Rokok Ilegal Senilai Rp 92 Miliar)

Pemerintah sebenarnya sudah mempunyai roadmap soal pengendalian produksi rokok. Di dalamnya disebutkan, mulai 2015, produksi rokok di Indonesia diperkirakan hanya 260 miliar batang. Namun, pada 2013, produksi rokok sudah menembus sekitar 346 miliar batang.

Pembatasan produksi rokok itu dianggap tak mudah karena berkaitan juga dengan pendapatan negara dan tenaga kerja. Perhitungannya, ada sekitar 600 ribu orang yang terlibat langsung di industri rokok. Jika dihitung berdasarkan mata rantai industri rokok, ada sekitar enam juta orang yang terlibat, dari petani tembakau dan cengkeh, pengecer rokok, hingga tenaga kerja percetakan periklanan dan jasa transportasi.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai berencana menaikkan nilai cukai rokok pada 2015 sebesar 10,2 persen. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 125 triliun, naik dibanding pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 112 triliun.

AMIR TEJO



Topik terhangat:
Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | Haji 2014

Berita terpopuler lainnya:
Adem Sari, Ini Nama Pemain Bola Ganteng Asal Turki
iPhone 6 Cuma Rp 2,3 Juta di Amerika
Norman Kamaru, dari Artis Kini Jadi Tukang Bubur
Jokowi Janji Akan Cukur Biaya Rapat Rp 18 Triliun

Berita terkait

Kini Impor Bahan Baku Plastik Tidak Perlu Pertimbangan Teknis Kemenperin

7 hari lalu

Kini Impor Bahan Baku Plastik Tidak Perlu Pertimbangan Teknis Kemenperin

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin menyatakan impor untuk komoditas bahan baku plastik kini tidak memerlukan pertimbangan teknis lagi.

Baca Selengkapnya

Intip Spesifikasi Samsung Galaxy A35 5G, Meluncur Pertengahan Maret 2024

53 hari lalu

Intip Spesifikasi Samsung Galaxy A35 5G, Meluncur Pertengahan Maret 2024

Spesifikasi Samsung Galaxy A35 5G mulai dipromosikan. Gawai ini termasuk kelas menengah, namun fiturnya lengkap dan mumpuni.

Baca Selengkapnya

Soal Lobi ke Istana, Bos Perusahaan Rokok Sebut Penyampaian Pendapat sesuai Aturan

54 hari lalu

Soal Lobi ke Istana, Bos Perusahaan Rokok Sebut Penyampaian Pendapat sesuai Aturan

Faisal Basri menyatakan perusahaan rokok memiliki lobi-lobi yang kuat di lingkungan Istana dan pembuat undang-undang.

Baca Selengkapnya

Produsen Rokok Bantah Lobi-lobi Pemerintah untuk Keluarkan Kebijakan Pro Rokok

54 hari lalu

Produsen Rokok Bantah Lobi-lobi Pemerintah untuk Keluarkan Kebijakan Pro Rokok

Benny mengklaim industri rokok hanya melakukan komunikasi dengan pemerintah melalui jalur-jalur yang legal.

Baca Selengkapnya

Setelah 4 Tahun Tak Digelar Gaikindo, Ini Hal Menarik di GIICOMVEC 2024

54 hari lalu

Setelah 4 Tahun Tak Digelar Gaikindo, Ini Hal Menarik di GIICOMVEC 2024

Setelah empat tahun vakum, Gaikindo kembali adakan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2024. Apa yang menarik?

Baca Selengkapnya

TMMIN Terima Penghargaan Lighthouse Industry 2024

21 Februari 2024

TMMIN Terima Penghargaan Lighthouse Industry 2024

TMMIN menerima penghargaan Lighthouse Industry 2024 setelah dianggap berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri otomotif.

Baca Selengkapnya

Cara Cek IMEI iPhone Terdaftar atau Tidak di Kemenperin

17 Januari 2024

Cara Cek IMEI iPhone Terdaftar atau Tidak di Kemenperin

Sekarang, sudah banyak orang yang menjual iPhone bekas. Sebelum membeli, sebaiknya cek IMEI iPhone apakah terdaftar atau tidak.

Baca Selengkapnya

Komisi VII DPR Bakal Panggil PT ITSS dan Kementerian Perindustrian Buntut Insiden Ledakan Tungku Smelter

9 Januari 2024

Komisi VII DPR Bakal Panggil PT ITSS dan Kementerian Perindustrian Buntut Insiden Ledakan Tungku Smelter

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan bakal memanggil Kementerian Perindustrian dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Stell (ITSS).

Baca Selengkapnya

Resmi Kena Cukai Rokok, Berapa Tarif Pajak Rokok Elektrik?

4 Januari 2024

Resmi Kena Cukai Rokok, Berapa Tarif Pajak Rokok Elektrik?

Pajak rokok elektrik telah ditetapkan berlaku mulai 1 Januari 2024. Berapa besarannya, berapa pula cukai rokoknya?

Baca Selengkapnya

Rokok Elektrik Kena Pajak Mulai 1 Januari 2024, Ketahui Bahaya Memakainya

3 Januari 2024

Rokok Elektrik Kena Pajak Mulai 1 Januari 2024, Ketahui Bahaya Memakainya

Rokok elektrik mulai dikenai pajak pada 1 Januari 2024. Apa bahaya dan efek samping memakai rokok elektrik bagi kesehatan?

Baca Selengkapnya