Direksi Menjamin Fokus Bank Mandiri Tak Berubah  

Reporter

Selasa, 2 April 2013 18:40 WIB

Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri memutuskan mengangkat Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama. Meski lama mengurus bisnis mikro, Budi Gunadi meyakinkan di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri tak akan berubah fokus. "Fokus tak berubah hingga 2014. Secara strategis kami fokus pada wholesale transaction, retail payment, dan retail loan," ucap Budi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di kantor Bank Mandiri, Selasa, 2 April 2013.

Budi Gunadi Sadikin masih akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Bank Indonesia sebelum resmi menjabat sebagai direktur utama bank dengan aset terbesar di Indonesia itu. Budi akan menjabat hingga 2016.

Ia menjelaskan, fokus Bank Mandiri adalah menjadi tiga besar bank dengan market capital terbesar di ASEAN. Ekspansi ke tiga sektor tersebut diyakini Bank Mandiri bisa membawa bank tersebut semakin menguntungkan dan semakin hemat dalam penggunaan modal. "Generate profit tanpa menggerus modal kami," ucapnya.

Budi mengungkapkan sejak 2011 pihaknya sudah menyadari perlunya menggeser ekspansi ke segmen retail. Atas dasar itulah mengapa dua fokus Bank Mandiri berada di retail dan hanya satu ke wholesale. "Nantinya lebih banyak ke penggalangan dana wholesale dan retail, kredit hanya di retail," ujarnya. Risiko di segmen retail juga diakuinya lebih ringan dibanding segmen lainnya.

Hingga kini, market capital Bank Mandiri diklaim mencapai Rp 225 triliun. Angka tersebut harusnya dicapai pada 2014. Namun kenyataannya Bank Mandiri mampu meraihnya di tahun ini. Dengan pencapaian ini, Bank Mandiri mengklaim dirinya berada di posisi 6 ASEAN. "Harus menyusul bank besar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura," ujarnya.

Anak-anak usaha besar Bank Mandiri juga diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan market capital Bank Mandiri. Budi memperhitungkan, market capital AXA Mandiri saja diperkirakan sudah mendekati Rp 30 triliun. Belum lagi jika ditambah dengan Bank Syariah Mandiri jika jadi IPO. "Anak usaha sudah banyak yang bisa berkontribusi ke market capital," ucapnya.

Adapun terkait pengembangan bisnis di luar negeri, Budi menyampaikan pihaknya akan terus berusaha. "Kami hanya ingin treatment-nya sama, resiprokal. Kami percaya Masyarakat Ekonomi ASEAN menjunjung kesetaraan dalam segala hal, termasuk akses industri finansial," ujarnya.

MARTHA THERTINA


Berita terpopuler lainnya:

'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan'

Misteri Selongsong Peluru di Cebongan

Pati, Kota Seribu Paranormal

Bambang Pamungkas Pensiun dari Timnas Indonesia




Berita terkait

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

6 hari lalu

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia buka suara soal dominasi penanaman modal asing (PMA) atau investasi asing ke sektor hilirisasi di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

6 hari lalu

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6,25 persen bisa berdampak pada penyaluran kredit.

Baca Selengkapnya

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

15 hari lalu

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

Bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank umum merupakan dua entitas keuangan yang memberikan layanan perbankan. Apa perbedan keduanya?

Baca Selengkapnya

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

15 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

Dalam empat bulan di 2024 ada 10 bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Selengkapnya

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

18 hari lalu

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.

Baca Selengkapnya

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

26 hari lalu

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

Bank Indonesia (BI) mencatat total penukaran uang baru mencapai Rp 1,13 triliun per 3 April 2024 atau H-7 Lebaran.

Baca Selengkapnya

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

28 hari lalu

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri, Bank BJB tetap membuka beberapa jaringan kantor melalui kegiatan operasional terbatas dan layanan weekend banking.

Baca Selengkapnya

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

31 hari lalu

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

Ruas jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Tol Bocimi mengalami longsor, diduga karena intensitas hujan deras pada Rabu malam

Baca Selengkapnya

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

31 hari lalu

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

BCA mengumumkan penyesuaian jadwal operasional kantor cabang selama periode libur Idul Fitri 2024 berdasarkan hari libur yang ditetapkan pemerintah.

Baca Selengkapnya

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

33 hari lalu

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

Bank Mandiri menyatakan bahwa kondisi para debiturnya yang terdampak Covid-19 telah kembali normal.

Baca Selengkapnya