Rupiah Menguat Manfaatkan Momen Kemenangan Obama  

Reporter

Editor

viva

Rabu, 7 November 2012 17:41 WIB

Barrack Obama dan Mitt Romney. REUTERS/Brian Snyder

TEMPO.CO, Jakarta - Optimisme para pelaku pasar terhadap kemenangan Barack Obama yang akan kembali memimpin Amerika Serikat untuk kedua kalinya memicu minat investor memburu aset berisiko. Mereka juga melepas dolar. Imbasnya dolar AS melemah terhadap mata uang utama dunia dan mata uang regional.

Nilai tukar rupiah pada transaksi hari ini, Rabu, 7 November 2012, seperti tidak mau ketinggalan dan ditutup menguat 15 poin (0,16 persen) ke level 9.605 per dolar AS. Mata uang lokal bahkan sempat menguat hingga ke 9.598 per dolar Amerika.

Pengamat pasar uang dari PT Harvest International Futures, Ibrahim menjelaskan, faktor politis dari pemilihan presiden Amerika mendorong penguatan rupiah. Obama yang mampu memenangkan pemilihan disambut suka cita oleh para investor.



Mereka memanfaatkan momen ini untuk kembali memburu aset-aset yang dianggap berisiko dan berimbal hasil tinggi seperti mata uang rupiah.
“Apresiasi rupiah kali ini murni karena pengaruh global yang cukup antusias atas kemenangan Obama. Bukan karena intervensi dari Bank Indoensia,” paparnya.

Dengan kemenangan Obama ini kebijakan ekonomi Amerika tidak akan banyak perubahan dan yang penting stimulus ekonomi untuk mendorong pertumbuhan akan terus berjalan. Lain halnya, bila Romney yang menang pasti akan ada perubahan kebijakan.

Ekpektasi pasar bahwa Yunani akan mampu memenuhi persyaratan pengetatan anggaran sebelum menerima bantuan berikutnya serta suksesi Konggres Partai Komunis di Cina akan mempengaruhi pergerakan dolar AS. “Bila keduanya berjalan mulus, dolar AS akan kembali cenderung melemah dan akan berimbas positif terhadap rupiah,” dia menuturkan.

Dolar Singapura sore ini juga ditutup menguat 0,7 persen terhadap dolar Amerika, won Korea Selatan naik 0,51 persen, peso Philipina naik 0,59 persen, ringgit Malaysia menguat 0,47 persen, serta bath Thailand juga menguat 0,26 persen.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia melemah 0,138 poin (0,17 persen) ke level 80,469 setelah euro berhasil menguat kembali di atas US$ 1,28.

PDAT | VIVA B. KUSNANDAR

Berita terkait

Elon Musk Siapkan Format Baru untuk Konten Artikel X Menjelang Pemilu Amerika

12 Februari 2024

Elon Musk Siapkan Format Baru untuk Konten Artikel X Menjelang Pemilu Amerika

Konten Artikel X dari Elon Musk sangat mirip dengan 'Instant Article' di Facebook yang telah dipensiunkan pada 2022 lalu.

Baca Selengkapnya

Capres AS Ron DeSantis Didukung Elon Musk yang Kecewa pada Joe Biden

26 Mei 2023

Capres AS Ron DeSantis Didukung Elon Musk yang Kecewa pada Joe Biden

Elon Musk sempat akui mendukung Ron DeSantis dalam Pilpres AS 2024 karena kecewa dengan Joe Biden.

Baca Selengkapnya

Kanserlir Jerman Dukung Joe Biden di Pemilu Amerika

23 Mei 2023

Kanserlir Jerman Dukung Joe Biden di Pemilu Amerika

Kanserlir Jerman Olaf Scholz mengutarakan dukungan pada Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu Amerika

Baca Selengkapnya

Tuduh Pemilu Curang, Fox News Bayar Kompensasi Rp12 Triliun untuk Perusahaan Mesin Penghitung Suara

19 April 2023

Tuduh Pemilu Curang, Fox News Bayar Kompensasi Rp12 Triliun untuk Perusahaan Mesin Penghitung Suara

Fox Corp dan Fox News menyelesaikan gugatan pencemaran nama baik oleh Dominion Voting Systems sebesar $787,5 juta atau setara hampir Rp12 triliun

Baca Selengkapnya

Yevgeny Prigozhin Mengakui Mahasiswa Zambia Berperang untuk Grup Wagner di Ukraina

30 November 2022

Yevgeny Prigozhin Mengakui Mahasiswa Zambia Berperang untuk Grup Wagner di Ukraina

Yevgeny Prigozhin dan perwakilan Wagner telah mengunjungi penjara Rusia menawarkan amnesti sebagai imbalan berperang untuk Rusia di Ukraina.

Baca Selengkapnya

Kecewa pada Biden, Elon Musk Dukung Ron DeSantis di Pemilu Amerika 2024

27 November 2022

Kecewa pada Biden, Elon Musk Dukung Ron DeSantis di Pemilu Amerika 2024

Elon Musk mengakui akan mendukung Ron DeSantis pada pemilu Amerika Serikat 2024 karena kecewa pada pemerintahan Joe Biden.

Baca Selengkapnya

Elon Musk Anjurkan Warga AS Pilih Partai Republik, Ini Alasannya

8 November 2022

Elon Musk Anjurkan Warga AS Pilih Partai Republik, Ini Alasannya

Pemilik baru Twitter, Elon Musk, mendesak warga AS memilih calon anggota Kongres dari Partai Republik untuk mengimbangi pemerintahan Joe Biden

Baca Selengkapnya

Bos Tentara Bayaran Rusia, Yevgeny Prigozhin, Mengaku Mencampuri Pemilu Amerika

7 November 2022

Bos Tentara Bayaran Rusia, Yevgeny Prigozhin, Mengaku Mencampuri Pemilu Amerika

Pengusaha Rusia Yevgeny Prigozhin menyatakan akan terus ikut campur dalam Pemilu Amerika.

Baca Selengkapnya

Ini Bagian di Twitter yang Terdampak Kebijakan Pemangkasan Elon Musk

5 November 2022

Ini Bagian di Twitter yang Terdampak Kebijakan Pemangkasan Elon Musk

Beberapa eksekutif menyusul CEO Parag Agrawal yang sudah langsung dipecat Elon Musk saat dirinya memastikan menjadi pemilik Twitter pekan lalu.

Baca Selengkapnya

Apa Dampak Pemilu Amerika ke Indonesia

3 November 2020

Apa Dampak Pemilu Amerika ke Indonesia

Apakah itu Joe Biden atau Donald Trump yang akan memenangkan pemilu Amerika, sama-sama menguntungkan Indonesia selama situasi domestik mendukung.

Baca Selengkapnya