Ribuan Kilogram Mi Berformalin di Yogyakarta

Reporter

Editor

Selasa, 7 September 2010 13:08 WIB

Petugas dari BPOM (2 kanan) melakukan tes kandungan formalin pada mie basah tradisional di salah satu industri mi tradisional saat razia produk makanan berformalin di Mataram, NTB,(12/5). ANTARA/Ahmad Subaidi
TEMPO Interaktif, Yogyakarta-Operasi gabungan Balai Besar Pengawa Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan 2.380 kilogram mi berformalin di Pasar Gamping dan Giwangan Kota Yogyakarta. Disinyalir mi berformalin tersebut didatangkan dari Magelang, Jawa Tengah.

“Kami merazia pangan yang tidak memiliki izin edar dan pangan yang mengandung zat berbahaya,” kata Zulaimah, Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/9).

Ia menyebutkan, jumlah mi berformalin 2.380 kilogram itu dirazia di tempat yang sama namun waktu yang berbeda. Pada razaia pertama ditemukan 1.300 kilogram, razia kedua ditemukan 380 kilogram dan terakhir hari ini Selasa (7/9) ditemukan 700 kilogram mi berformalin.

Tim gabungan yang merazia makanan itu juga mengamankan seorang supir yang membawa mi tersebut. Supir itu belum mengakui dari mana mi tersebut berasal. Sehingga penanganannya diserahkan ke kepolisian.

Ia menyatakan, makanan yang mengandung formalin sangat berbahaya bagi kesehatan. Dalam waktu yang lama, formalin yang dikonsumsi manusia menyebabkan penyakit tumor dan kanker. “Formalin kan bahan pengawet mayat, ini untuk makanan, jadi tidak layak konsumsi,” kata Zulaimah.

Sedangkan pangan yang tidak memiliki izin edar kebanyakan dari luar negeri atau impor. Sebanyak 68 item (jenis) bahan pangan dengan 241 barang disita karena tidak ada izin edar dan tidak mencantumkan keterangan dengan bahasa Indonesia.

Kebanyakan bahan pangan tersebut, kata dia, adalah bumbu-bumbuan yang digunakan untuk restoran. Barang-barang pangan impor itu disita dari satu toko swalayan besar di kota Yogyakarta. Razia pada hari ini dikonsentrasikan di 12 titik di kota Yoyakarta, Sleman dan Bantul.

Diakui Zulaimah, sanksi bagi produsen nakal tidak membuat efek jera. Karena tersangka dijerat dengan undang-undang pidana yang menghukum maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. “Nah itu kan hukuman maksimal, pada kenyataannya, produsen dan penjual makanan nakal hanya dihukum denda Rp 1 juta, tidak ada efek jera,” kata dia.

Padahal Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Kehakiman soal pelanggaran tersebut. Vonis ringan dari undang-undang itu meyatakan hukuman maksimal, bukan minimal.

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Widiantoro menyatakan, para produsen makanan yang nakal seharusnya dijerat dengan undang-undang perlindungan konsumen. “Kalau dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen, denda mencapai Rp 2 miliar dan hukuman badan 5 tahun, ini baru ada efek jeranya,” kata dia.

MUH SYAIFULLAH

Berita terkait

Warga Jakarta, Catat Ini Jadwal Lengkap Midnight Sale FJGS 2019

25 Mei 2019

Warga Jakarta, Catat Ini Jadwal Lengkap Midnight Sale FJGS 2019

Warga Jakarta selama sepekan ini akan dimanjakan oleh diskon tengah malam atau midnight sale.

Baca Selengkapnya

Digelar Saat Asian Games, Ini Target Jakarta Great Sale 2018

13 Agustus 2018

Digelar Saat Asian Games, Ini Target Jakarta Great Sale 2018

Target omzet Festival Jakarta Great Sale 2018 yang digelar pada 12 Agustus-4 September 2018 jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

Baca Selengkapnya

16 Mall Gelar Midnight Sale di Festival Jakarta Great Sale 2018

13 Agustus 2018

16 Mall Gelar Midnight Sale di Festival Jakarta Great Sale 2018

Sebanyak 16 mall akan menggelar midnight sale pada Festival Jakarta Great Sale pada Agustus hingga September 2018.

Baca Selengkapnya

Sambut Asian Games, Pesta Diskon di Festival Jakarta Great Sale

13 Agustus 2018

Sambut Asian Games, Pesta Diskon di Festival Jakarta Great Sale

Khusus tahun ini, Festival Jakarta Great Sale (FJGS) digelar berdekatan dengan perhelatan Asian Games 2018.

Baca Selengkapnya

Jakarta Great Sale 2014 Sebar Pesan Jakarta Aman  

18 Juni 2014

Jakarta Great Sale 2014 Sebar Pesan Jakarta Aman  

Pemerintah DKI Jakarta menargetkan nilai transaksi 13,5 triliun
untuk Festival Jakarta Great Sale 2014.

Baca Selengkapnya

FJGS 2014, Pesta Manjakan Pecinta Belanja Ibukota  

17 Juni 2014

FJGS 2014, Pesta Manjakan Pecinta Belanja Ibukota  

Puncak acara Festival Jakarta Great Sale 2014 pada 21 - 22 Juni
di 14 pusat perbelanjaan.

Baca Selengkapnya

Miss Jinjing: Jakarta Great Sale Kurang Menarik  

17 Juni 2014

Miss Jinjing: Jakarta Great Sale Kurang Menarik  

Miss Jinjing, Amelia Masniari, mengatakan Festival Jakarta Great
Sale 2014 kurang menarik dan monoton. Penggila belanja lebih
memburu ke Singapura.

Baca Selengkapnya

Makanan tanpa Tanggal Kedaluwarsa Banyak Beredar  

24 Juli 2013

Makanan tanpa Tanggal Kedaluwarsa Banyak Beredar  

Hasil inspeksi mendadak tim gabungan Pemerintah Kota Tegal, 131 kardus makanan jenis agar-agar tanpa tanggal kedaluwarsa ditemukan beredar bebas.

Baca Selengkapnya

Waspada, Pacar Cina Mengandung Pewarna Tekstil  

25 Juli 2012

Waspada, Pacar Cina Mengandung Pewarna Tekstil  

Makanan yang mengandung bahan pewarna tekstil itu ditemukan di sejumlah pasar di Serpong, Tangerang Selatan.

Baca Selengkapnya

Tip Memilih Jajanan Aman Buat Anak  

9 Mei 2012

Tip Memilih Jajanan Aman Buat Anak  

Banyak jajanan yang mengandung formalin, pengawet, pewarna, dan berbahaya lainnya. Bagaimana agar jajanan anak aman?

Baca Selengkapnya