Produsen Tepung Terigu Jamin Pasokan Gandum RI Terjaga Meski Ukraina Bergejolak

Reporter

Bisnis.com

Minggu, 6 Maret 2022 16:17 WIB

Ilustrasi gandum (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta -Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memastikan pasokan gandum untuk kebutuhan industri dan konsumsi dalam negeri bakal tetap terjaga di tengah sentimen perang Rusia-Ukraina yang masih berlanjut.

Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengatakan pengusaha tengah berkomunikasi dengan mitra produsen gandum selain Ukraina dan Rusia untuk memastikan pasokan di dalam negeri aman.

“Soal terhambatnya pasokan dari Ukraina saya kira kita tidak perlu khawatir karena stok dari produsen lain masih banyak,” kata Ratna melalui sambungan telepon, Minggu, 6 Maret 2022.

Sementara itu, International Grains Council (IGC) Market Indicator melaporkan harga gandum di pasar dunia sudah mencapai US$ 335 per ton pada Maret 2022 atau naik 46 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu di angka US$ 229 per ton.

Awal tahun ini, IGC Market Indicator melaporkan perang Rusia-Ukraina yang belakangan menimbulkan ketegangan di Laut Hitam turut menjadi faktor kenaikan harga gandum di pasar dunia. Ketegangan di Laut Hitam itu mengungkit sub-indeks gandum sebesar 12 persen w/w hampir mendekati puncaknya selama 14 tahun terakhir.

“Kita sudah menaikkan harga [pada awal tahun], tetapi kita sudah komunikasikan dengan konsumen sehingga tidak ada gejolak seperti tahu dan tempe, kita beritahu konsumen khususnya UKM yang jadi binaan kita,” kata Ratna.

Dia memastikan, anggotanya belum berencana untuk menaikkan harga jual tepung terigu kembali kepada konsumen seiring dengan penyesuaian harga pokok produksi atau HPP pada impor bahan baku akibat perang Rusia-Ukraina.

“Belum ada rencana penyesuaian lagi dari anggota, saya belum dengar. Sekarang juga di dunia internasional juga tidak terlalu bagaimana begitu,” kata dia.

Berdasarkan data Aptindo, kebutuhan tepung terigu nasional setiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup besar. Tren itu diikuti dengan torehan positif pada kinerja ekspor industri makanan olahan berbahan baku gandum tersebut.

Pada 2021 kebutuhan tepung terigu nasional mencapai 6,96 juta setara 8,9 juta ton gandum atau mengalami tumbuh 4,6 persen jika dibandingkan dengan catatan 2020. Saat itu, kebutuhan tepung terigu nasional sebesar 6,6 juta ton atau setara 8,6 juta ton.

Sementara itu, total ekspor sepanjang 2021 tepung terigu dan olahannya mencapai US$1,19 miliar atau tumbuh 3,2 persen jika dibandingkan dengan torehan 2020 sebesar US$ 1,16 miliar.

Adapun capaian ekspor 2021 itu dihasilkan dari ekspor tepung terigu mencapai US$ 24,3 juta atau tumbuh 5 persen, berdasarkan produk mencapai US$ 134,1 juta tumbuh 58,1 persen dan produk turunan terigu sebesar US$ 1,03 miliar tumbuh 2,3 persen.

BISNIS

Baca juga: Endus Pencucian Uang di Binary Option, PPATK: Kekayaan Crazy Rich Mendadak Naik

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Berita terkait

Xi Jinping dan Putin Makin Mesra, Janjikan Hubungan Lebih Erat

2 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Makin Mesra, Janjikan Hubungan Lebih Erat

Putin mengunjungi Cina dan bertemu Xi Jinping setelah dilantik kembali sebagai Presiden Rusia.

Baca Selengkapnya

Ingin Israel Dihukum, 5 Negara Ini Kritik Ancaman AS Kepada Mahkamah Pidana Internasional

2 hari lalu

Ingin Israel Dihukum, 5 Negara Ini Kritik Ancaman AS Kepada Mahkamah Pidana Internasional

Sejumlah pihak bereaksi setelah Amerika mengancam hakim ICC jika mengeluarkan surat penangkapan kepada PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Baca Selengkapnya

Sri Lanka Akui 16 Warganya Tewas Saat Berperang dalam Konflik Rusia-Ukraina

2 hari lalu

Sri Lanka Akui 16 Warganya Tewas Saat Berperang dalam Konflik Rusia-Ukraina

Setidaknya 16 tentara bayaran Sri Lanka tewas dalam perang antara Rusia dan Ukraina, kata wakil menteri pertahanan pulau itu pada Rabu.

Baca Selengkapnya

Putin Tiba di Cina atas Undangan Xi Jinping, Pertama Sejak Terpilih Kembali

2 hari lalu

Putin Tiba di Cina atas Undangan Xi Jinping, Pertama Sejak Terpilih Kembali

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di ibu kota Cina, Beijing, untuk memulai kunjungan resmi selama dua hari atas undangan Xi Jinping

Baca Selengkapnya

Vladimir Putin Akui Dapat Dukungan Beijing untuk Akhiri Perang Ukraina dengan Damai

3 hari lalu

Vladimir Putin Akui Dapat Dukungan Beijing untuk Akhiri Perang Ukraina dengan Damai

Vladimir Putin mendapat dukungan dari Beijing agar bisa menyelesaikan krisis Ukraina dengan damai.

Baca Selengkapnya

Belum Terbitkan Surat Penangkapan untuk Netanyahu, Jaksa ICC Dikecam Tiga Negara Ini

3 hari lalu

Belum Terbitkan Surat Penangkapan untuk Netanyahu, Jaksa ICC Dikecam Tiga Negara Ini

Jaksa ICC disebut takut terhadap ancaman dari Kongres AS dan dipertanyakan independensinya.

Baca Selengkapnya

Calon Menhan Rusia: Tentara Butuh Tunjangan dan Akses Kesejahteraan Lebih Baik

5 hari lalu

Calon Menhan Rusia: Tentara Butuh Tunjangan dan Akses Kesejahteraan Lebih Baik

Calon menhan Rusia yang ditunjuk oleh Presiden Vladimir Putin menekankan perlunya kesejahteraan yang lebih baik bagi personel militer.

Baca Selengkapnya

Siapakah Andrei Belousov, Menteri Pertahanan Pilihan Putin?

5 hari lalu

Siapakah Andrei Belousov, Menteri Pertahanan Pilihan Putin?

Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan mengusulkan Andrei Belousov, seorang sipil ekonom menjadi menteri pertahanan.

Baca Selengkapnya

Rusia Rebut 5 Desa di Kharkiv dari Ukraina Lewat Pertempuran Sengit

6 hari lalu

Rusia Rebut 5 Desa di Kharkiv dari Ukraina Lewat Pertempuran Sengit

Rusia merebut lima desa dari Ukraina di wilayah Kharkiv. Rusia melakukan serangan besar-besaran di akhir pekan lalu.

Baca Selengkapnya

Plus Minus KTT Perdamaian Ukraina di Swiss

7 hari lalu

Plus Minus KTT Perdamaian Ukraina di Swiss

Rusia tidak diundang ke pertemuan tanggal 15-16 Juni 2024 dalam KTT Perdamaian Ukraina di Lucerne, Swiss.

Baca Selengkapnya