2019, PT Pupuk Indonesia Raup Pendapatan Rp 71,25 Triliun

Reporter

Antara

Jumat, 3 April 2020 09:51 WIB

Ajak Masyarakat Preventif Hadapi Virus Corona, Pupuk Indonesia Bagikan Ratusan Paket Kesehatan.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pupuk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2019 dengan pendapatan usaha mencapai Rp 71,25 triliun, meningkat dibanding 2018 yang mencapai Rp 69,44 triliun.

"Di tahun 2019 kami juga mencatat kontribusi kepada negara sebesar Rp 6,52 triliun yang terdiri dari total pajak dan deviden," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat di Jakarta, Jumat, 3 April 2020.

Aas menjelaskan pendapatan perusahaan didukung dengan hasil penjualan produk pupuk dengan total 12.604.778 ton atau 96,65 persen dari rencana perusahaan.

Penurunan penjualan lebih dikarenakan penyesuaian alokasi pupuk bersubsidi oleh Kementerian Pertanian menjadi 8,8 juta ton dari rencana semula 9,5 juta ton.

"Sepanjang 2019 kami berupaya maksimal menjaga ketersediaan stok pupuk di seluruh daerah guna menghindari terjadinya kekurangan pupuk bersubsidi," kata Aas.

Pupuk Indonesia, selalu memprioritaskan pasokan pupuk untuk dalam negeri, khususnya untuk sektor tanaman pangan. Bila kebutuhan untuk subsidi dan sektor pangan dalam negeri sudah terpenuhi dan stoknya dipastikan aman, baru akan dijual ke sektor komersial maupun ekspor.

Sementara itu, penjualan pupuk komersial baik dalam negeri dan luar negeri di tahun 2019 adalah sebesar 3.896.130 ton atau 111,58 persen dari rencana.

Aas menjelaskan pencapaian penjualan urea di sektor komersial lebih tinggi dari rencana karena tingginya permintaan di pasar ekspor, sekaligus sebagai strategi perusahaan untuk memanfaatkan momentum harga jual ekspor yang kompetitif.

Sepanjang 2019, Pupuk Indonesia Grup berhasil memproduksi pupuk sebesar 11.838.451 ton, setara 101,84 persen dari rencana sebesar 11.625.000 ton. Hal itu disebabkan pabrik dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi.

Perusahaan juga berhasil memproduksi amoniak sebesar 5.906.382 ton yang mencapai 101,29 persen dari rencana yang sebesar 5.831.000 ton, serta asam sulfat 849.510 ton (99,94 persen) dan asam fosfat sebesar 270.333 ton atau 108,13 persen dari rencana.

Kinerja produksi tahun 2019 relatif lebih baik dari tahun 2018, tercermin dari peningkatan volume produksi sebesar 446.329 ton atau 2,42 persen dari tahun 2018.

Menurut Aas, peningkatan volume produksi salah satunya disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II di Gresik, yang mulai komersial sejak Agustus 2018.

Dalam hal efisiensi pemakaian bahan baku, perseroan mencatatkan realisasi rasio konsumsi gas untuk urea sebesar 27,56 mmbtu/ton lebih efisien dari rencana 28,28 mmbtu/ton.

Sementara rasio konsumsi gas untuk amoniak sebesar 35,92 mmbtu/ton yang juga lebih efisien dari rencana sebesar 36,05 mmbtu/ton.

Pencapaian tersebut disebabkan pabrik-pabrik beroperasi optimal sehingga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi pabrik secara konsolidasi.

Selain itu, realisasi rasio konsumsi gas urea dan amoniak 2019 lebih efisien dari tahun 2018, dikarenakan penghentian operasional pabrik Pusri IV yang konsumsi energinya tinggi.

"Efisiensi ini penting dalam mengurangi beban pemerintah atas subsidi, termasuk untuk peningkatan daya saing produk Pupuk Indonesia Grup," tutup Aas.

ANTARA


Berita terkait

Komisi VII Kunjungan ke Gresik untuk Pastikan Pengelolaan Pupuk

15 hari lalu

Komisi VII Kunjungan ke Gresik untuk Pastikan Pengelolaan Pupuk

PT Pupuk Indonesia Utilitas mendapat pasokan gas bersubsidi dari pemerintah. Pemanfaatanya harus tebukti nyata dengan produksi pupuk.

Baca Selengkapnya

Telkom Bukukan Pendapatan Rp72 Triliun di Semester I-2022, Tumbuh 3,6 Persen

15 hari lalu

Telkom Bukukan Pendapatan Rp72 Triliun di Semester I-2022, Tumbuh 3,6 Persen

Telkom mencatat EBITDA dan laba bersih masing-masing Rp39,4 triliun dan Rp13,3 triliun.

Baca Selengkapnya

Hilang Pendapatan LRT Jabodebek

15 hari lalu

Hilang Pendapatan LRT Jabodebek

Molornya pengoperasian LRT Jabodebek hingga pertengahan 2023 membuat hilang pula pendapatan dari tiket penumpang.

Baca Selengkapnya

Kredit Tumbuh Menguat, CIMB Niaga Incar Laba Tahun Ini Rp 6 T

16 hari lalu

Kredit Tumbuh Menguat, CIMB Niaga Incar Laba Tahun Ini Rp 6 T

CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memproyeksikan laba hingga akhir tahun dapat mencapai lebih dari Rp 6 triliun.

Baca Selengkapnya

Bank Syariah Indonesia Bidik Target Laba 2022 Tumbuh 40 Persen

16 hari lalu

Bank Syariah Indonesia Bidik Target Laba 2022 Tumbuh 40 Persen

Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan laba perusahaan melesat tumbuh sebesar 30 persen sampai 40 persen.

Baca Selengkapnya

Semester I 2022, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 12,3 Persen

25 hari lalu

Semester I 2022, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 12,3 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa menurun 12,3 persen secara tahunan.

Baca Selengkapnya

Naik 23,5 Persen, Laba Bersih Adhi Karya Semester I 2022 Rp 10,2 Miliar

40 hari lalu

Naik 23,5 Persen, Laba Bersih Adhi Karya Semester I 2022 Rp 10,2 Miliar

Emiten BUMN karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 42,3 persen.

Baca Selengkapnya

Laba Bersih Semester I 2022 Naik 1.517 Persen, Indika Energy Kempit Rp 2,98 T

57 hari lalu

Laba Bersih Semester I 2022 Naik 1.517 Persen, Indika Energy Kempit Rp 2,98 T

Indika Energy Tbk. (INDY) mencatatkan laba bersih US$200,65 juta atau sekitar Rp2,98 triliun pada semester I/2022, melonjak 15 kali lipat.

Baca Selengkapnya

Tumbuh 26 Persen, Penyaluran Kredit PNM hingga Juni 2022 Rp 29,27 T

57 hari lalu

Tumbuh 26 Persen, Penyaluran Kredit PNM hingga Juni 2022 Rp 29,27 T

PNM menyalurkan kredit sebesar Rp29,27 triliun atau tumbuh 26,07 persen secara tahunan.

Baca Selengkapnya

Penyaluran Kredit Naik, Bank Neo Commerce Raih Pendapatan Bunga Rp547 Miliar

31 Juli 2022

Penyaluran Kredit Naik, Bank Neo Commerce Raih Pendapatan Bunga Rp547 Miliar

Bank Neo Commerce mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar Rp547 miliar atau tumbuh 302 persen pada akhir Juli 2022 dibandingkan Juni 2022.

Baca Selengkapnya