Pasca Gempa Palu, Jokowi: Bandara Mutiara Normal Dalam Seminggu

Senin, 1 Oktober 2018 12:31 WIB

Presiden Jokowi (kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola (kiri) mengunjungi lokasi gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Jokowi mengunjungi Perumnas Balaroa, Pantai Talise, Rumah Sakit Undata, dan posko pengungsi di Lapangan Vatulemo. ANTARA/Biropers-Kris

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan landasan pacu Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie saat ini sudah bisa dipakai meski hanya sepanjang 2 ribu meter pasca gempa Palu. Ia memerintahkan pihak terkait segera menyelesaikannya dalam waktu satu pekan.

Baca juga: Kemenhub: Landasan Bandara Palu Rusak Tapi

"Saya kira problem-problem itu yang secepatnya kami tangani sebelum masuk ke tahapan kedua," ujar Jokowi seusai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin, 1 Oktober 2018.

Gempa magnitudo 7,4 menggoyang Donggala, di Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018 sekitar pukul 17.02 WIB. Gempa ini kemudian disusul tsunami di Kota Palu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia pada Minggu di Palu dan Donggala mencapai 832 jiwa.

Jokowi telah tiba di Jakarta setelah menengok lokasi gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Dia menuturkan kondisi di Palu masih darurat. Di sejumlah tempat, evakuasi korban terhambat lantaran alat berat tidak bisa masuk hingga malam tadi.

Ia menggambarkan korban selamat kekurangan makanan. Seluruh toko bahan makanan tutup. Pemerintah, kata dia, hari ini mengirim bantuan makanan untuk korban dengan pesawat hercules dari Jakarta, Balikpapan, dan Makassar.

Selain itu, para korban juga kesulitan mendapat air bersih lantaran listrik mati. Dari tujuh gardu listrik yang ada, hanya dua yang bisa beroperasi.

"Ini yang harus diselesaikan tapi juga tidak bisa dalam waktu singkat. Sehingga kemarin kami perintahkan untuk didatangkan gardu yang mobile sehingga segera itu bisa ditangani, air bisa kembali mudah didapatkan," kata Jokowi.

Masalah lainnya akibat gempa Palu adalah cadangan bahan bakar minyak (BBM) di sana menipis. Pasokan BBM terhambat karena pesawat tangki minyak tidak bisa masuk akibat Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie yang masih rusak.

Advertising
Advertising

Berita terkait

Luhut: World Water Forum Bali Akan Hasilkan 120 Proyek Senilai Rp 150 Triliun

7 jam lalu

Luhut: World Water Forum Bali Akan Hasilkan 120 Proyek Senilai Rp 150 Triliun

Luhut mengungkap itu lewat pernyataannya bahwa World Water Forum di Bali harus menghasilkan, apa yang disebutnya, concrete deliverables.

Baca Selengkapnya

Khawatir Ada Titipan, Novel Baswedan Harap Unsur Masyarakat dalam Pansel KPK Diperbanyak

8 jam lalu

Khawatir Ada Titipan, Novel Baswedan Harap Unsur Masyarakat dalam Pansel KPK Diperbanyak

Novel Baswedan, mengomentari proses pemilihan panitia seleksi atau Pansel KPK.

Baca Selengkapnya

Dapat Penugasan dari Golkar, Musa Rajekshah Ambil Formulir Pendaftaran di PDIP untuk Pilgub Sumut

9 jam lalu

Dapat Penugasan dari Golkar, Musa Rajekshah Ambil Formulir Pendaftaran di PDIP untuk Pilgub Sumut

Partai Golkar Sumut optimistis PDIP akan mengusung Musa Rajekshah dalam Pilgub Sumut 2024.

Baca Selengkapnya

Respons KSP Ihwal Jokowi Tunjuk Grace Natalie dan Juri Ardiantoro sebagai Staf Khusus Presiden

10 jam lalu

Respons KSP Ihwal Jokowi Tunjuk Grace Natalie dan Juri Ardiantoro sebagai Staf Khusus Presiden

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin belum mengetahui di bidang apa Grace Natalie dan Juri Ardiantoro akan ditugaskan.

Baca Selengkapnya

Rumah Dinas Menteri di IKN Bisa Ditambah Jika Prabowo Bentuk Kementerian Baru, Pengamat: Pemborosan Anggaran

11 jam lalu

Rumah Dinas Menteri di IKN Bisa Ditambah Jika Prabowo Bentuk Kementerian Baru, Pengamat: Pemborosan Anggaran

Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN menyebut rumah dinas menteri di IKN bisa ditambah jika presiden terpilih Prabowo Subianto membentuk kementerian baru. Pengamat menilai hal ini sebagai bentuk pemborosan anggaran.

Baca Selengkapnya

Kritik PDIP Tak Undang Jokowi ke Rakernas, Noel Kutip Puisi Soekarno

12 jam lalu

Kritik PDIP Tak Undang Jokowi ke Rakernas, Noel Kutip Puisi Soekarno

Noel mengutip puisi karya Presiden Pertama RI Soekarno, untuk mengkritik PDIP yang tidak mengundang Jokowi di Rakernas

Baca Selengkapnya

Terkini: Jokowi Sampai Pimpin Rapat Khusus Sebelum Revisi Permendag 36/2023 Terbit, Pabrik Smelter Nikel Meledak Lagi Kali Ini Milik PT KFI

16 jam lalu

Terkini: Jokowi Sampai Pimpin Rapat Khusus Sebelum Revisi Permendag 36/2023 Terbit, Pabrik Smelter Nikel Meledak Lagi Kali Ini Milik PT KFI

Presiden Jokowi sampai memimpin rapat khusus sebelum diterbitkannya revisi ketiga Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag 36/2023.

Baca Selengkapnya

9 Mantan Komisioner KPK Kirim Surat ke Jokowi soal Kriteria Pansel KPK

17 jam lalu

9 Mantan Komisioner KPK Kirim Surat ke Jokowi soal Kriteria Pansel KPK

Pemilihan Pansel KPK patut menjadi perhatian karena mereka bertugas mencari figur-figur komisioner dan Dewan Pengawas KPK mendatang.

Baca Selengkapnya

Pansel KPK Tuai Perhatian dari Sejumlah Kalangan, Istana dan DPR Beri Respons

18 jam lalu

Pansel KPK Tuai Perhatian dari Sejumlah Kalangan, Istana dan DPR Beri Respons

Pembentukan Pansel Capim KPK menuai perhatian dari sejumlah kalangan. Pihak Istana dan DPR beri respons ini.

Baca Selengkapnya

Jokowi Sampai Pimpin Rapat Revisi Ketiga Permendag 36/2023, Ada Apa?

18 jam lalu

Jokowi Sampai Pimpin Rapat Revisi Ketiga Permendag 36/2023, Ada Apa?

Presiden Jokowi memimpin rapat khusus sebelum diterbitkannya revisi ketiga Permendag 36/2023tentang larangan pembatasan barang impor.

Baca Selengkapnya