BNI Borong Penghargaan dari Asiamoney

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah premium Bank Negara Indonesia turun dari helikopter di helipad gedung BNI, Jakarta, Kamis (13/9). Dengan BNI Super Premium Service dan kartu kredit visa invinite khusus, nasabah BNI Emerald Priority Banking akan mendapatkan layanan Heli Taxi dengan harga khusus serta Free Airport Handling. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Nasabah premium Bank Negara Indonesia turun dari helikopter di helipad gedung BNI, Jakarta, Kamis (13/9). Dengan BNI Super Premium Service dan kartu kredit visa invinite khusus, nasabah BNI Emerald Priority Banking akan mendapatkan layanan Heli Taxi dengan harga khusus serta Free Airport Handling. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Hong KongBank Negara Indonesia (BNI) memborong lima penghargaan di bidang tata kelola dari majalah bisnis, Asiamoney. Majalah tersebut memberikan penghargaan berdasarkan hasil jajak pendapat tahunan bertajuk 'Corporate Governance Poll 2013'. "Ini memberikan semangat bagi kami dalam melakukan business process, lebih prudent, risiko-risiko kami kendalikan dengan baik," kata Direktur Kepatuhan BNI Ahdi Jumhari Luddin di sela-sela acara penyerahan penghargaan dari Asiamoney di Hongkong, Kamis, 27 Februari 2014.

    Asiamoney melakukan jajak pendapat terhadap 134 responden dari 86 lembaga di seluruh dunia yang terdiri atas para fund manager, riset analis, CEO dan CIO serta senior eksekutif perusahaan fund management dan fund hedging. Responden kemudian diminta untuk memilih dua perusahaan dengan tata kelola terbaik di Asia dengan melihat pada empat indikator yakni transparansi dan keterbukaan informasi, hubungan investor, pertanggungjawaban dan sikap etis manajemen serta dewan direksi, dan perlakuan adil dan wajar terhadap hak pemegang saham. 

    BNI unggul dalam empat indikator tersebut. Walhasil, Bank pelat merah itu membawa pulang empat penghargaan untuk masing-masing indikator, serta satu penghargaan sebagai perusahaan Indonesia dengan tata kelola terbaik (Indonesia Best Overall Corporate Governance). 

    Ahdi mengungkapkan, pencapaian yang diperoleh BNI ini tidak terlepas dari upayanya untuk terus menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya investor. Sepanjang 2013, BNI melakukan 20 kali program Non Deal Roadshow, 121 kali Investor and Analyst Visit, 13 kali teleconference, dan empat kali analyst meeting serta menerbitkan 12 kali BNI Monthly Update sebagai publikasi rutin kepada stakeholders eksternal.

    Ia menjelaskan, hubungan baik dengan para investor ini penting sebab 40 persen saham BNI dimiliki publik dan 35 persennya diperkirakan publik asing. Investor ini perlu terus dijaga dengan terus memasok informasi yang cukup. 

    Sekedar catatan, BNI memboyong empat penghargaan dalam jajak pendapat yang sama pada 2012. "Ini adalah pengakuan dari sebagian besar responden bahwa tata kelola perusahaan BNI mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya," ucapnya.

    Selain BNI, Bank Jawa Barat Banten juga memperoleh satu penghargaan dari Asiamoney sebagai perusahaan Indonesia terbaik dalam hal perlakuan adil dan wajar terhadap hak pemegang saham. Penghargaan yang sama yang juga diperoleh BNI.

    Asiamoney juga memberikan penghargaan yang sama untuk sejumlah perusahaan di negara-negara asia lainnya. Galaxy Entertainment Group meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan tata kelola terbaik di Hongkong, Cina Sunac di Cina, CTBC FInancial Holding di Taiwan, Hyundai Motor Company di Korea, UOB di Singapura, dan Infosys di India. Sedangkan di tingkat Asia, penghargaan sebagai perusahaan dengan tata kelola terbaik diraih CTBC FInancial Holding.

    MARTHA THERTINA


    Terpopuler:
    Australia Sodorkan Bukti Biaya Perjalanan MUI
    Di Depan Simpatisan, Risma Jelaskan Sempat Pamitan
    Hasil Lengkap dan Jadwal Liga Champions




     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.