Sejak Awal Nasabah Kaget dengan Bonus Langit Biru

Reporter

Editor

Kamis, 23 Februari 2012 09:18 WIB

TEMPO/Arif Fadillah

TEMPO.CO, Jakarta - Dugaan penggelapan dana yang dilakukan koperasi Langit biru, Cikasungka, Kabupaten Tangerang, ternyata sudah mulai dicurigai nasabah sejak awal.

Rochadi, 47 tahun, salah seorang nasabah koperasi asal Cikupa, Tangerang, misalnya, mengaku royalti (bonus) yang diberikan koperasi sangat besar. "Saya sendiri sejak awal sudah kaget, kok besar sekali hasilnya," katanya kepada Tempo, Selasa, 21 Februari 2012.

Dalam penuturannya, ia mengatakan besarnya pembagian royalti dari setiap modal yang ditanamkan menjadi modal utama koperasi dalam menjerat nasabah.

Dalam dua bulan pertama, dari Rp 5 juta yang ditanamkan, ia mengaku sudah mendapatkan Rp 1.950.000 atau Rp 975 ribu per bulan. Sedangkan lima bulan berikutnya, koperasi memberi bonus Rp 650 ribu per bulan.

"Buat saya, itu sangat besar dan membantu sekali," kata sopir perusahaan, Stanley, yang sudah tujuh bulan menjadi nasabah.

Ia menyatakan pertama kali bergabung usaha itu sejak Juli tahun lalu atas desakan istri lewat salah seorang anggota. "Kalau saya penghubungnya perempuan, yang lain berbeda," ujarnya.

Dalam ajakannya, Koperasi Langit Biru berani menjamin keamanan investasi nasabah dan memberikan bonus yang besar. Ia pun setuju menginvestasikan modalnya hingga Rp 5 juta. Namun, dengan alasan tertentu, ia kemudian membagi uang itu ke dalam dua termin investasi. Pertama dalam besaran Rp 3 juta, kedua Rp 2 juta. "Totalnya Rp 5 juta yang saya tanam," ujarnya.

Hingga tanggal 3 Februari lalu, ia mengaku masih menerima bonus dari koperasi. Persoalan mulai muncul ketika ia mendapatkan informasi bahwa koperasi tidak bisa memenuhi pembagian bonus bagi nasabah hingga dua bulan mendatang. "Katanya alasannya ditipu oleh karyawannya," ujar bapak tiga anak ini.

Menurut informasi yang diterimanya, koperasi berencana membekukan dua bulan pembagian bonus kepada semua nasabah. "Janjinya, bulan Mei baru mereka bagikan lagi," ujarnya.

Kasus penggelapan dana bermotif multilevel marketing (MLM) kembali mencuat. Kali ini Koperasi Langit Biru pelakunya. Modusnya berupa investasi daging dalam berbagai paket investasi mulai Rp 385 hingga Rp 14 juta dengan bonus hingga 259 persen per bulan.

Masalah muncul ketika pembayaran profit mulai seret dan sejumlah pihak mengadukan ke kepolisian. Ratusan miliar dari ratusan ribu nasabah hingga kini tidak jelas entah ke mana rimbanya.

Mulai pertengahan bulan ini, kepolisian menggandeng Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Mereka akan mulai menyelidiki kasus penggelapan dana investor yang diduga dilakukan oleh Koperasi Langit Biru.

JAYADI SUPRIADIN


Berita Terkait
Koperasi Langit Biru dan Kisah Arisan Daging
Polisi Diminta Usut Kasus Koperasi Langit Biru
Penipuan Berkedok MLM Kembali Makan Korban

Berita terkait

LPDB-KUMKM jadi Mitra Terbaik Koperasi Jasa KORPRI Kota Ternate

3 hari lalu

LPDB-KUMKM jadi Mitra Terbaik Koperasi Jasa KORPRI Kota Ternate

LPDB-KUMKM merupakan mitra terbaik bagi koperasi dan UMKM Kota Ternate

Baca Selengkapnya

LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Sektor Produktif Akses Dana Bergulir

4 hari lalu

LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Sektor Produktif Akses Dana Bergulir

LPDB-KUMKM melakukan penjajakan dengan industri gula nasional.

Baca Selengkapnya

Menteri Teten: RUU Perkoperasian untuk Penguatan Kelembagaan

27 hari lalu

Menteri Teten: RUU Perkoperasian untuk Penguatan Kelembagaan

Menteri Teten mengatakan bahwa RUU Perkoperasian untuk penguatan kelembagaan.

Baca Selengkapnya

MenkopUKM Minta DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

39 hari lalu

MenkopUKM Minta DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

Menteri Koperasi dan UKM atau MenKopUKM, Teten Masduki, kembali meminta dukungan Komisi VI DPR RI agar legislatif segera membahas Rancangan Undang-Undang atau RUU tentang Perubahan Ketiga Atas UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Baca Selengkapnya

MenKopUKM Desak DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

39 hari lalu

MenKopUKM Desak DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

Menteri Koperasi dan UKM atau MenKopUKM, Teten Masduki, kembali meminta dukungan Komisi VI DPR RI agar legislatif segera membahas Rancangan Undang-Undang atau RUU tentang Perubahan Ketiga Atas UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Koalisi Sebut BUMN Dikonversi Jadi Koperasi Berbahaya, Sosok Darma Mangkuluhur yang Akan Bangun Lapangan Golf Rp 1,2 T

8 Februari 2024

Terkini Bisnis: Koalisi Sebut BUMN Dikonversi Jadi Koperasi Berbahaya, Sosok Darma Mangkuluhur yang Akan Bangun Lapangan Golf Rp 1,2 T

Tomy menanggapi ramainya wacana BUMN dikonversi menjadi berbasis koperasi yang dilontarkan tim pemenangan Capres nomor urut 1 Anies-Muhaimin.

Baca Selengkapnya

Ramai Wacana BUMN Jadi Koperasi, Koalisi: Berbahaya, 1,6 Juta Pegawai Menjadi Pengangguran

8 Februari 2024

Ramai Wacana BUMN Jadi Koperasi, Koalisi: Berbahaya, 1,6 Juta Pegawai Menjadi Pengangguran

Ketua Koalisi Masyarakat Peduli BUMN Maju Tomy Tampatty sangat menyesalkan adanya wacana BUMN dikonversi berbasis koperasi.

Baca Selengkapnya

Anies soal Narasi Pembubaran BUMN: Tidak Benar, Itu Fitnah yang Tak Masuk Akal

7 Februari 2024

Anies soal Narasi Pembubaran BUMN: Tidak Benar, Itu Fitnah yang Tak Masuk Akal

Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan angkat bicara soal adanya narasi pembubaran BUMN yang belakangan ramai dibicarakan.

Baca Selengkapnya

Terkini: Anies dan Ganjar Kompak Sindir Politisasi Bansos di Depan Prabowo, Ide BUMN Jadi Koperasi Pengamat Sebut Pernyataannya Dipelintir

5 Februari 2024

Terkini: Anies dan Ganjar Kompak Sindir Politisasi Bansos di Depan Prabowo, Ide BUMN Jadi Koperasi Pengamat Sebut Pernyataannya Dipelintir

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan kompak menyindir politisasi bantuan sosial atau Bansos di depan Prabowo Subianto dalam debat Capres terakhir.

Baca Selengkapnya

Ide BUMN Jadi Koperasi, Pengamat: Pernyataan Saya Dipelintir, Mengonversi Bukan Membubarkan

5 Februari 2024

Ide BUMN Jadi Koperasi, Pengamat: Pernyataan Saya Dipelintir, Mengonversi Bukan Membubarkan

Pengamat koperasi Suroto angkat bicara soal tanggapan Menteri BUMN Erick Thohir terhadap pernyataannya tentang perubahan perusahaan negara dari basis perseroan menjadi koperasi.

Baca Selengkapnya