Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Apa Itu Wiraswasta, Jenis, dan Contohnya

Reporter

Editor

Laili Ira

image-gnews
Mengenal apa itu wiraswasta, jenis, dan contohnya. Sumber: Pxfuel
Mengenal apa itu wiraswasta, jenis, dan contohnya. Sumber: Pxfuel
Iklan

TEMPO.CO, JakartaWiraswasta adalah sebuah istilah yang sudah dikenal oleh masyarakat untuk menyebut jenis profesi seseorang. 

Tetapi, banyak orang yang salah menafsirkan arti wiraswasta. Bahkan, sebagian besar orang menganggap bahwa wiraswasta sama dengan wirausaha, padahal keduanya berbeda.

Tidak sedikit orang yang mengklaim dirinya sebagai wiraswasta pada saat mengisi data diri untuk keperluan identitas kependudukan. 

Wiraswasta sebenarnya tidak hanya mengacu pada jenis profesi tertentu, tetapi juga mengarah ke karakter atau kemampuan seseorang. Jadi, apa itu wiraswasta? Berikut pembahasannya lengkap dengan jenis dan contohnya.

Pengertian Wiraswasta

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wiraswasta adalah orang yang pandai atau memiliki bakat untuk mengenali produk baru, menyusun aktivitas untuk pengadaan produk baru, serta memasarkan hingga mengatur modal yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Pada dasarnya, wiraswasta bukanlah istilah yang mengacu pada profesi, melainkan sebuah karakter yang dimiliki oleh seseorang dalam mencari peluang usaha. Jadi, seseorang bisa disebut sebagai wiraswastawan jika mampu memanfaatkan keadaan dan menghasilkan keuntungan finansial dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa ahli, salah satunya Djatmiko berpendapat bahwa wiraswasta merupakan tindakan atau kemampuan seseorang dalam mengkoordinasi sumber daya alam, energi, dan jasa untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa wiraswasta adalah julukan untuk seseorang yang mampu berinovasi dan mengelola usaha untuk menghasilkan keuntungan.

Jenis Wiraswasta 

Dikutip dari buku Ekonomi Pembangunan yang ditulis oleh Lestari Sukarniati, dkk, jenis wiraswasta dapat dikategorikan berdasarkan tindakannya yaitu sebagai berikut:

1. Innovating entrepreneur 

Orang-orang yang memiliki sifat agresif dan tertarik melakukan percobaan terhadap peluang yang ada.

2. Fabian entrepreneur 

Seseorang yang lebih berhati-hati atau cenderung ragu dalam mengelola usahanya. Dalam membangun usaha, mereka akan cenderung meniru usaha atau produk yang dianggap menguntungkan.

3. Initiative entrepreneur

Jenis wiraswasta yang mempunyai inisiatif tinggi dalam memanfaatkan berbagai macam inovasi yang sudah ditemukan.

4. Done entrepreneur 

Wiraswasta yang pandai dalam memanfaatkan suatu potensi untuk diubah menjadi sebuah inovasi yang membutuhkan dorongan efektif untuk mencapai hasil maksimal.

Contoh Wiraswasta 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Wiraswasta adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menyebut profesi di Indonesia. Lantas, apa saja contoh pekerjaan yang termasuk wiraswasta? Berikut contohnya:

1. Menjual Barang

Pada umumnya, seorang wiraswasta akan menyalurkan ide dan inovasinya untuk berniaga. Oleh karena itu, menjual barang termasuk ke dalam salah satu contoh kegiatan wiraswasta. 

Tidak hanya menjual, wiraswasta juga berinovasi melalui produk yang dihasilkan, contohnya seperti makanan atau produk mebel.

2. Penulis

Saat ini, banyak perusahaan maupun bisnis digital yang membuka lowongan sebagai penulis. Pekerjaan sebagai penulis termasuk salah satu contoh wiraswasta karena melalui karya yang dihasilkan, mereka bisa menarik minat konsumen untuk kebutuhan iklan produk atau jasa. Bidang pekerjaan ini antara lain content writer dan copywriter.

3. Content Creator 

Penggunaan media sosial yang semakin maju memunculkan banyak profesi baru, salah satunya yaitu content creator

Pekerjaan ini bisa termasuk wiraswasta karena seorang content creator mampu menghasilkan inovasi dan memaksimalkan peluang melalui konten yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan. 

4. Fotografer 

Kebanyakan profesi di bidang kreatif dapat dikategorikan sebagai wiraswasta, fotografer salah satunya. 

Melalui kemampuan foto dan editing, seorang fotografer mampu menghasilkan karya yang menarik dan mendatangkan keuntungan. Dengan demikian, fotografer termasuk contoh wiraswasta karena mampu berinovasi dan mengelola usahanya.

5. Freelancer

Seorang freelancer atau pekerja lepas rata-rata hanya bekerja paruh waktu di beberapa perusahaan. 

Seseorang yang bekerja sebagai freelancer mampu memaksimalkan waktu dan peluangnya untuk melakukan pekerjaan sekaligus memiliki banyak pekerjaan sampingan. Itulah mengapa freelancer termasuk ke dalam kategori wiraswasta.

Wiraswasta adalah seseorang yang mampu memanfaatkan peluang dan menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu yang lama. 

Untuk menjadi seorang wiraswasta yang unggul, seseorang harus memiliki sikap yang positif seperti manajemen waktu, memiliki keahlian tertentu, mandiri, disiplin, percaya diri, dan totalitas.

ANISA PRASETYA PUTRI (MAGANG SEO)

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengenal Pekerjaan Wiraswasta, Ciri-ciri, dan Contohnya

25 Agustus 2023

Berikut ini yang dimaksud dengan pekerjaan swasta, ciri, dan contohnya. Foto: Canva
Mengenal Pekerjaan Wiraswasta, Ciri-ciri, dan Contohnya

Pekerjaan wiraswasta adalah jenis pekerjaan yang banyak dilakukan di Indonesia. Berikut ciri-ciri dan contoh pekerjaan wiraswasta.


Ketahui 5 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta Berikut

10 Agustus 2023

Ketahui perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta. Gambar: Pexels
Ketahui 5 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta Berikut

Simak perbedaan wirausaha dan wiraswasta mulai dari kepemilikan aset, fokus usaha, pola pikir, rencana pengembangan, dan lingkup bisnis.