Malindo Air Buka Layanan Domestik Mulai Besok

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa Pesawat Malindo Air yang tergelincir dari landasan saat lepas landas di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu, Nepal, 20 April 2018. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. REUTERS/Navesh Chitrakar

    Petugas memeriksa Pesawat Malindo Air yang tergelincir dari landasan saat lepas landas di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu, Nepal, 20 April 2018. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. REUTERS/Navesh Chitrakar

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Malindo Air akan mulai membuka penerbangan domestiknya pada 12 Juni 2020. CEO Malindo Air Mushafiz Bin Mustafa Bakri mengatakan pengoperasian kembali maskapai milik Lion Air Group itu dilakukan secara bertahap.

    "Malindo Air juga akan merencanakan kembali layanan rute internasional secara bertahap setelah situasi global membaik dan regulasi sepenuhnya telah dicabut mengenai pembatasan perjalanan," katanya, Kamis, 11 Juni 2020.

    Mushafiz berharap pembukaan penerbangan ini akan menggairahkan bisnis perjalanan. Di samping itu, ia juga mendukung upaya pemerintah merelaksasikan pembatasan mobilisasi selama masa Recovery Movement Control Order atau RMCO.

    Dalam pengoperasian maskapainya, Mushafiz menjamin perjalanan domestik Malindo Air akan mengutamakan ketentuan keselamatan dan keamanan. Musababnya, protokl kesehatan ini merupkan bagian penting dari upaya pemulihan ekonomi.

    "Karena kurang lebih 10 persen dari PDB dunia berasal dari pariwisata dan sebagian besar tergantung pada perjalanan udara,” ucapnya.

    Adapun untuk calon penumpang yang jadwal penerbangan sebelumnya dibatalkan karena pandemi Covid-19, Mushafiz memastikan pelanggan tetap mendapatkan pengembalian tiket dengan nilai penuh dalam bentuk voucher perjalanan. Periode penukaran voucher perjalanan ke bentuk tiket pesawat diperpanjang hingga 12 bulan dan periode perjalanan akan menjadi 11 bulan sebelum tanggal penukaran voucher.

    "Malindo Air juga memfasilitasi calon penumpang bisa mentransfer nilai voucher perjalanan yang dimiliki kepada keluarga dan teman atau menggunakannya sebagai voucher hadiah," tuturnya.

    Dalam pengoperasiannya pada 12 Juni nanti, perseroan menawarkan tarif perjalanan udara mulai RM 199 sekali jalan untuk rute Semenanjung Malaysia melalui Bandar Udara Subang. Selanjutnya, tiket untuk rute penerbangan KLIA-Kuching dipatok mulai RM 289 dan tarif sekali jalan dari KLIA ke Kota Kinabalu sebesar RM 389.

    Periode pemesanan tiket dengan harga promo ini berlaku mulai hari ini, 11 Juni, hingga 21Juni 2020 untuk periode perjalanan hingga 27 September 2020.
    Berikut ini jadwal layanan terbang Malindo Air.

    1. Bandar Udara Internasional Sultan Abdul Aziz Shah Subang Skypark yang terletak di Subang Jaya, Selangor (SZB), tujuan:
    a. Kota Bharu - Bandar Udara Sultan Ismail Petra (KBR), frekuensi terbang 35 kali seminggu;
    b. Penang – Bandar Udara Internasional Pulau Pinang (PEN), frekuensi terbang 28 kali per minggu;
    c. Alor Setar – Bandar Udara Sultan Abdul Halim (AOR), frekuensi terbang 21 kali seminggu;
    d. Johor Baharu – Bandar Udara Internasional Senai (JHB), frekuensi terbang 28 kali per minggu;
    e. Kuala Terengganu – Bandar Udara Sultan Mahmud (TGG), frekuensi terbang 21 kali per minggu;
    f. Langkawi – Bandar Udara Internasional Langkawi (LGK), frekuensi terbang 21 kali per minggu

    2. Ipoh – Bandar Udara Sultan Azlan Shah (IPH) tujuan Johor Baharu dengan tiga penerbangan seminggu setiap Senin, Jumat, Minggu.

    3. Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur KLIA (KUL), tujuan:
    a. Kota Kinabalu – Bandar Udara Internasional Kota Kinabalu (BKI), frekuensi terbang 14 kali per minggu;
    b. Kuching – Bandar Udara Internasional Kuching (KCH), frekuensi terbang 2 kali per minggu;
    c. Langkawi – Bandar Udara Internasional Langkawi (LGK), frrekuensi terbang 2 kali per minggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.