Kepala PPATK Wafat, Karangan Bunga Membanjiri Rumah Duka

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala PPATK, Kiagus Akhmad Badaruddin membuka seminar internasional

    Kepala PPATK, Kiagus Akhmad Badaruddin membuka seminar internasional " The International Seminar on Foreign Predicate Offences" Meningkatkan Efektivitas Penanganan TPPU. Foto/Dok

    TEMPO.CO, Jakarta - Karangan bunga memenuhi sekitar rumah duka Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin di Jalan Tebet Timur III, No 39, Jakarta, Sabtu sore. Bunga-bunga itu dikirimkan oleh berbagai kalangan kolega Kiagus.

    Karib kerabat almarhum serta sejumlah awak media massa juga telah berkumpul untuk menunggu kedatangan jenazah dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.

    Sejumlah karangan bunga yang berdatangan ke rumah duka antara lain dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Selain itu, terdapat pula karangan bunga duka seperti dari Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Doddy Setiadi, dan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

    Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin meninggal dunia pada Sabtu, 14 Maret 2020. Humas PPATK Ria Tanjungpura ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Ahmad Badaruddin telah berpulang. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Benar, Bapak Badaruddin meninggal dunia," kata Ria.

    Sebelum meninggal dunia, Kepala PPATK sedang berupaya menargetkan agar Indonesia bakal menjadi keanggotaan penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

    Berbagai tahapan proses untuk menjadi keanggotaan penuh FATF telah dilakukan dengan berbagai persyaratan yang sangat berat.

    Saat ini Indonesia sudah menjadi anggota namun statusnya observer. Observer punya hak bicara tapi tidak punya hak suara.

    "Kami targetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF pada 2021. Makin cepat makin bagus," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Depok, Kamis, 27 Februari 2020.

    Namun, kata dia, semua itu tergantung dari hasil penilaian FATF. Dia menambahkan pada Maret 2020 tahapannya akan dilakukan on site visit dari tim pendahulu FATF ke Indonesia. Kemudian pada Oktober 2020 penetapan hasil mutualy evaluation pada FATF plenary meeting. "Jika hasil penilaiannya memuaskan maka 2021 Indonesia bisa menjadi anggota penuh," katanya ketika itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.