Tak Hadir, 852 Peserta CPNS di Pekanbaru Dinyatakan Gugur

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seleksi CPNS Kemnaker di Kantor Regional VI BKN Medan, Sumatera Utara pada Kamis, 30 Januari 2020.

    Seleksi CPNS Kemnaker di Kantor Regional VI BKN Medan, Sumatera Utara pada Kamis, 30 Januari 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pekanbaru menyebutkan ada 852 peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dinyatakan gugur dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) saat memasuki hari kelima, Jumat 21 Februari 2020.  

    "Mereka gugur karena tidak hadir dalam lima sesi CAT (computer assisted test) SKD, jumlah pesertanya ada 852 orang," kata Sekretaris BKPSDM Kota Pekanbaru, Yuli Usman di Pekanbaru, Sabtu 22 Februari 2020.

    Dia mengatakan peserta gugur tersebut merupakan akumulasi ketidakhadiran dalam SKD CPNS 2019 Pekanbaru yang sudah berlangsung lima hari tanpa keterangan jelas.

    Dia merinci, jumlah peserta yang tidak hadir pada SKD setiap harinya berbeda, misalkan hari pertama mencapai 186 orang, dan hari selanjutnya jumlahnya berbeda lagi.

    Hari kedua mencapai 181 orang, kemudian hari ketiga peserta tidak hadir mencapai 151 orang,  hari keempat peserta tidak hadir sekitar 184 orang dan hari kelima 150 orang.

    Dikatakan dia, sesuai jadwal pembagian ujian SKD, setiap hari jumlah peserta mencapai 1.900 orang. Meraka dibagi pada tiap sesi, masing-masing sebanyak 380 peserta.

    "SKD berlangsung hingga 26 Februari 2020 mendatang. Setiap harinya ada lima sesi ujian. Total jumlah sesi CAT mencapai 45 sesi," katanya.

    Sementara total peserta yang ikut SKD mencapai 16.854 orang yang akan memperebutkan 346 formasi yang tersedia dalam seleksi CPNS 2019 di Pemko Pekanbaru.

    Ia menambahkan, untuk peserta disabilitas akan mengikuti SKD pada hari Rabu pekan depan. Mereka akan bergabung dengan peserta umum dalam ujian.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara