Sektor Pariwisata Melemah, Whisnutama Siapkan Insentif Khusus

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Parekraf Wishnutama dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelum dimulainya rapat terbatas Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Dalam rapat ini dibahas rencana pemberian insentif bagi wisatawan asing maupun lokal yang berwisata di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Dari kiri: Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Parekraf Wishnutama dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelum dimulainya rapat terbatas Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Dalam rapat ini dibahas rencana pemberian insentif bagi wisatawan asing maupun lokal yang berwisata di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pemerintah tengah menggodok skema insentif khusus. Insentif ini disiapkan untuk menggenjot pertumbuhan industri pariwisata yang tengah melemah karena wabah Virus Corona. Ia mengatakan insentif bisa dalam bentuk diskon penerbangan hingga diskon bagi penyelenggara wisata.

    "Ini tadi sudah diarahkan oleh Presiden untuk saya, Menteri Perhubungan, dan Menteri Keuangan membahas skema skema insentif yang dapat segera kita lakukan dan kita akan umumkan minggu ini secara detail," kata Wishnutama di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020.

    Whisnutama mengatakan wabah Corona membuat panik banyak wisatawan, di bulan Februari ini, yang merupakan bulan booking untuk liburan musim panas. Ia pun memprediksi antusiasme pariwisata di musim panas nanti akan menurun juga.

    "Katakan lah kalau (virus) ini selesai di beberapa bulan ini jadi, tidak serta merta itu selesai tapi perlu recovery time. itu juga tidak tidak langsung pulih seperti sediakala," kata Wishnutama.

    Untuk penerbangan, ia mengatakan diskon tak hanya akan diberikan pada maskapai BUMN saja. Wishnutama mengatakan telah mengumpulkan 33 maskapai bersama Menteri Perhubungan, untuk membahas potensi langkah yang bisa diambil.

    Bentuknya pun tak hanya melulu diskon tiket. Wishnutama mengatakan insentif bisa juga diberikan pemerintah pada maskapai berupa landing fee, hingga harga avtur. Saat ini, pemerintah tengah membahas besaran diskon yang akan diberikan. "Antara 25 sampe 30 persen. Syukur-syukur bisa lebih. Kita lagi perhitungkan," kata Wishnutama.

    Pemerintah juga tengah memilih destinasi wisata mana saja yang akan menjadi lokasi yang mendapat insentif. "Rencananya tuh ya ke Bali, Kupang, Sulawesi Utara, Bintan, Batam. Tapi ada rencana kita akan tambah lagi destinasi-destinasi lain seperti ke Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, dan sebagainya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.