Tanam Duit Mulai Rp 50 Ribu Bisa Ikut Investasi Reksadana

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham pasca-Lebaran di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham pasca-Lebaran di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekarang ini, investasi reksadana semakin mudah dan terjangkau sehingga dapat dilakukan siapa saja. Salah satunya melalui aplikasi Tanamduit, calon investor cukup menyediakan dana minimal Rp 50 ribu,  melampirkan kartu tanda penduduk (KTP) dan nomor rekening bank, maka sudah dapat membuka akun reksadana.

    "Ide mengembangkan aplikasi ini mengingat sampai saat ini reksadana masih merupakan investasi yang menguntungkan serta risikonya dapat ditentukan ," kata Direktur Pengembangan Bisnis Tanamduit, Muhammad Hanif di Jakarta, Ahad 1 September 2019.

    Menurut Hanif, dibandingkan dengan bunga tabungan dan deposito bank,  investasi reksadana relatif masih lebih menguntungkan. "Bagi investor yang ingin investasi dengan risiko rendah dapat membeli produk reksadana manfaat pasti, namun bagi yang ingin risiko tinggi dengan pengembalian 5 sampai 10 persen bisa membeli reksadana saham," kata dia.

    Hanif menerangkan, semakin tinggi return investasi yang didapat maka risikonya juga semakin tinggi. Sebaliknya semakin rendah returnnya, berarti risikonya juga semakin rendah.

    Sebagai tahap awal, tutur Hanif, Tanamduit menyediakan produk investasi reksadana dan Surat Berharga Negara (SBN), ke depan  akan ditambahkan produk asuransi (asuransi jiwa, kesehatan, dan asuransi kerugian). Menurut dia,  tujuan berinvestasi adalah mendapatkan pendapatan agar dapat dimanfaatkan sebagai penghasilan tambahan saat pensiun, misalnya sebagai uang muka rumah, mobil, dan lain sebagainya.

    Sebagai aplikasi yang baru, setiap hari  terdapat 500.000 sampai 700.000 pemohon untuk membuka akun Tanamduit. Sedangkan target di akhir tahun ini bisa mencapai 120 ribu. "Hampir 70 persen yang membuka akun di platform kami berusia 18 sampai 34 tahun," ujar Hanif.

    Pengamat pasar modal, Ferry Latuhihin mengatakan, hadirnya aplikasi ini merupakan terobosan karena selama ini masyarakat masih menganggap investasi di pasar modal termasuk reksadana masih sulit. Padahal, dengan kondisi perbankan saat ini, menurut Ferry pendapatan dari bunga tabungan maupun deposito sangat kecil sehingga reksadana sejauh ini masih menjadi salah satu investasi yang menjanjikan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.