Senin, 20 Agustus 2018

Ma'ruf Amin, Kyai Bergelar Profesor Hukum Ekonomi Islam

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maruf Amin Calon Wakil Presiden Jokowi alias Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019

    Maruf Amin Calon Wakil Presiden Jokowi alias Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan Ma'ruf Amin bisa meningkatkan literasi mengenai ekonomi syariah jika terpilih menjadi wakil presiden. Hal tersebut merespons  keputusan Joko Widodo atau Jokowi menggandeng Maruf Amin sebagai calon wakil presiden pada pilpres 2019.
     
     
    "Saya rasa beliau memang sangat kental dengan perkembangan ekonomi syariah dibandingkan ekonomi konvensional, karena kan bagi beliau manfaatnya lebih besar, tapi untuk edukasi kan memang perlu waktu kepada masyarakat," kata Nafan Aji saat dihubungi, Jumat, 10 Agustus 2018.
     
    Jika menjadi wakil presiden, kata dia, Ma'ruf dapat membantu presiden terkait pengembangan ekonomi syariah, seperti menerbitkan aturan pendukung dan mendorong perbankan syariah melantai di Bursa Efek Indonesia.
     
    Pada tahun lalu, Ma’ruf Amin dikukuhkan Menjadi Guru Besar Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Dikutip dalam situs sumberdaya.ristekdikti.go.id, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah.
     
    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mendapat gelar Profesor bidang Hukum Ekonomi Islam berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 69195/A2.3/KP/2017 tertanggal 16 Mei 2017. 
     
     
    Acara yang diselenggarakan di Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno UIN Maulana Malik Ibrahim itu turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menristekdikti Mohamad Nasir, dan sejumlah pejabat lainnya dari berbagai institusi. Adapun surat pengukuhan guru besar Ma’ruf Amin dibacakan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti. 
     
    “Setelah melalui kajian secara seksama, usulan profesor untuk K.H. Ma’ruf Amin yang diusulkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Ali Ghufron yang dikutip dalam situs tersebut di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu, 24 Mei 2017.
    Nafan menilai, pelaku pasar lebih banyak yang melihat pemimpin dari track record. Menurut Nafan track record pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla sudah bersinergi dengan baik, begitu juga yang diharapkan pelaku pasar dengan Jokowi - Ma'ruf Amin.
     
    "Selama ini Pak Jokowi dikenal sebagai presiden yang bekerja keras tanpa kenal lelah, jadi hal ini memberikan penilaian yang positif bagi para pelaku pasar, terutama para pelaku pasar asing, karena mereka melihat tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam tren positif dari tahun ke tahun," kata Nafan.
     
     
     
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.