Dirut Telkom Isi Kuliah Umum di Universitas Negeri Jakarta

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BUMN Hadir di Kampus terlaksana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menghadirkan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, Sabtu, 28 Oktober 2017.

    BUMN Hadir di Kampus terlaksana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menghadirkan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, Sabtu, 28 Oktober 2017.

    INFO NASIONAL - Kementerian BUMN menyelenggarakan kegiatan BUMN Hadir di Kampus serentak di 28 perguruan tinggi di Indonesia pada 28 Oktober 2017. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan kondisi perekonomian nasional dan peran BUMN, serta untuk meningkatkan link and match antara BUMN dan perguruan tinggi.

    Para pejabat eselon satu kementerian BUMN dan direktur utama BUMN hadir berdiskusi dengan civitas akademika dan para pakar dari perguruan tinggi. BUMN melihat civitas akademika merupakan bagian penting dari generasi bangsa yang diharapkan mampu mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik, adil, makmur, dan sejahtera.

    Di Jakarta, BUMN Hadir di Kampus terlaksana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menghadirkan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, dan Deputi PISM Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurna, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNJ Ahmad Sofyan Hanif. Acara dihadiri ratusan mahasiswa di Auditorium Bung Hatta Program Pascasarjana UNJ. “BUMN yang dikelola negara punya tujuan berbisnis untuk mencari keuntungan seperti entitas bisnis lainnya. Tapi tak hanya itu, BUMN juga menjadi agen pembangunan,” kata Alex.

    Ia mencontohkan bagaimana Telkom menjalankan dua fungsi tersebut. Per tahun, perusahaan ini memberikan pendapatan bagi negara dari pajak, deviden, dan pendapatan non-pajak sebesar Rp 30 triliun. Sementara sebagai agen pembangunan, sejumlah proyek telah dituntaskan di seluruh pelosok Tanah Air.

    “Kami menghubungkan seluruh kabupaten di Indonesia dengan kabel fiber optik dengan panjang lebih dari 153 ribu kilometer sebagai tulang punggung infrastruktur digital,” ujarnya. Rencananya, Indonesia akan menjadi hub yang menghubungkan kawasan Asia Tenggara ke kawasan Atlantik dan Pasifik.

    Lantas, apakah semua infrastruktur yang dibangun di seluruh pelosok selalu menguntungkan Telkom. Alex mengatakan tidak selalu. Ada beberapa kriteria membangun infrastruktur seperti layak secara bisnis, tidak layak tetapi dapat mengembangkan masyarakat sekitar, juga sebagai bentuk ketahanan negara.

    “Untuk ketahanan negara ini, kami tancapkan BTS di perbatasan, meski hanya nyamuk penggunanya,” ujar Alex sambil tersenyum. Fungsi sebagai agen pembangunan itu pula yang mendasari mengapa BUMN seperti Telkom mau bersusah payah membangun infrastruktur telekomunikasi hingga pelosok Indonesia.

    Dengan tagline Kerja, Kerja, Kerja, usaha keras menghadirkan infrastruktur itu terbukti dengan digelarnya jaringan fiber optik nyaris empat kali  keliling bumi. Jumlah kilometer yang terbangun melesat cepat karena separuhnya dibangun dalam waktu tiga tahun terakhir. “Ini bentuk komitmen kami untuk memunculkan daya saing yang tinggi bagi masyarakat serta membangkitkan ekonomi digital sesuai target pemerintah pada 2020 menjadi negara ekonomi digital terbesar di kawasan,” tambah Alex.

    Pengembangan infrastruktur tersebut juga diimbangi dengan pengembangan UKM (Usaha Kecil Menengah) sebagai salah satu unsur penting dalam menggerakkan eknomi masyarakat. “Kementerian BUMN telah membangun RKB (Rumah Kreatif BUMN) sebagai wadah langkah kolaborasi BUMN dengan membentuk digital economy ecosystem melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabiltasnya,” kata Fajar Harry Sampurna.  Tugas  PT Telkom dalam RKB ini adalah merancang bagaimana UKM dapat go digital dan go online, memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada. “UKM binaan dapat listed di situs Blanja.com milik Telkom dan sampai September 2017 sudah ada lebih dari 14 ribu produk UKM,” tambah Alex.

    Bagi dunia kampus, kehadiran BUMN dengan memberikan penjelasan program dan capaian yang telah dilakukan tentu membuka wawasan bagi seluruh civitas akademika. “Ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk bisa fokus mengembangkan diri sehingga nanti diharapkan kelak bisa menjadi bagian dari BUMN di Tanah Air,” kata Ahmad Sofyan Hanif yang juga guru besar bidang olahraga di UNJ. Langkah kementerian BUMN untuk Hadir di kampus-kampus seluruh Indonesia, tambahnya, patut diapresiasi karena pemahaman civitas akademika pada BUMN sebagai entitas bisnis maupun agen pembangunan semakin meningkat.(*)  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.