Ketua MPR Ajak Alumni Menwa Amalkan Sumpah Pemuda

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zulkifli Hasan menghadiri upacara Hari Ulang Tahun Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) ke-37 di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu,
 28 Oktober 2017.

    Zulkifli Hasan menghadiri upacara Hari Ulang Tahun Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) ke-37 di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, 28 Oktober 2017.

    INFO MPR - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Zulkifli mengajak para alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) untuk menjadi pelopor, agen, dan model perubahan untuk menularkan rasa cinta Tanah Air dan memperkuat persatuan bangsa. “Alumni Menwa harus menjadi yang terdepan untuk mengokohkan persatuan,” kata Zulkifli saat menghadiri upacara Hari Ulang Tahun Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) ke-37 di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, 28 Oktober 2017.

    Zulkifli menegaskan bahwa tujuan Indonesia merdeka adalah bersatu untuk bisa berdaulat. Menurutnya dalam kedaulatan akan terwujud keadlilan dan kesejahteraan. “Masalah keragaman sudah selesai sejak Indonesia merdeka. Saatnya mengokohkan pesatuan untuk kedaulatan negara demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan,” ungkap Zulkifli yang juga merupakan Ketua IARMI.

    Dalam sambutannya, Zulkifli mengingatkan peristiwa Sumpah Pemuda, bahwa pada abad ke-20 telah lahir organisasi-organisasi pegerakan seperti Budi Utomo, Syarikat Islam, dan Muhammadiyah. Puncaknya dalam Kongres II Pemuda lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1028.

    “Sumpah Pemuda merupakan bentuk kesediaan pemuda dari berbagai latarbelakang untuk bersatu dalam nusa, bangsa, dan bahasa Indonesia,” ujar Zulkifli. Pada kesempatan itu, Zulifli juga mengajak alumni Menwa menjadi garda terdepan dalam menerapkan komitmen Sumpah Pemuda dan semboyan ‘Pejuang, Pemikir, Pemikir Pejuang’. 

    Ia juga bercerita bahwa saat ini merah putih terkoyak karena fenomena saling menista, konflik di Pilkada, dan banyaknya pejabat yang ditangkap KPK. “Demokrasi Pancasila seharusnya melahirkan keadlian, jangan sampai terjadi perpecahan,” ucapnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.