Bertemu Uskup Agung Jakarta, Ketua MPR: Merah Putih Kita Sama

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan menemui Uskup Agung Jakarta.

    Ketua MPR Zulkifli Hasan menemui Uskup Agung Jakarta.

    INFO MPR  – Ketua MPR Zulkifli Hasan menemui Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua Wali Gereja Indonesia (KWI) Uskup Mgr Dr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo. Acara berlangsung di Wisma Agung Katedral, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

    Ketua MPR Zulkifli Hasan menjelaskan, silaturrahmi ini merupakan komitmennya untuk merajut persaudaraan sesama anak bangsa. “Di atas semua perbedaan, Merah Putih kita tetap sama. Saya dan Uskup Mgr Suharyo sepakat untuk menjahit kembali merah putih kita yang belakangan ini terancam koyak karena saling curiga,” ungkapnya.

    Zulkifli Hasan meyakini semua perbedaan bisa diselesaikan dengan cara-cara asli Indonesia yakni dialog dan musyawarah mufakat.  “Jika ada perbedaan mari kita selesaikan dengan cara Indonesia, yakni dengan silaturrahim, bertemu, dan berdialog. Bicara dari hati ke hati sebagai saudara," ucapnya.

    Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua MPR Zulkifli Hasan. “Indonesia ini luas dan beragam. Kami bersyukur Ketua MPR Pak Zulkifli Hasan bisa berdiri untuk semua golongan. Seperti beliau katakan, kebersamaan itu penting untuk kemajuan bangsa. Kekompakan harus kita jaga, termasuk TNI dan Polri harus kompak demi merah putih,” ujarnya.

    Uskup Agung Ignatius Suharyo juga menyampaikan beberapa poin yang menjadi kesepakatan bersama, di antaranya komitmen pemerataan dan mengurangi kesenjangan.  “Kami sepakat kesejahteraan harus untuk semua. Kami juga prihatin dengan demoralisasi dan lunturnya nilai-nilai. Mari semua anak bangsa, apa pun latar belakangnya, bersatu untuk terus berbenah,” ucapnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.