Ahmad Heryawan: Bonus Demografi Jangan Sampai Menjadi Petaka

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jabar Bonus Demografi, dok jabar

    Jabar Bonus Demografi, dok jabar

    INFO JABAR- Sama dengan daerah lain, Jawa Barat saat ini menikmati bonus demografi, penduduk yang didominasi usia produktif. Terkait dengan hal ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan jumlah penduduk yang banyak di Jawa Barat harus menjadi potensi positif.  

    "Fokus ke depan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) pembangunan kependudukan, jadi harus dirumuskan dengan baik. Laju pertumbuhan yang tinggi di Jabar  bukan berarti tidak tertangani dengan baik," kata Aher-sapaan akrab Gubernur Jabar, setelah melantik Sukaryo Teguh Santoso sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Rabu, 4 Oktober 2017.

    Aher menegaskan pembangunan kependudukan bukan hanya program keluarga berencana, angka kelahiran, dan alat kontrasepsi semata, tapi juga bagaimana membangun generasi masa depan dengan perencanaan yang baik. 

    "Mari kita manfaatkan bonus demografi ini supaya tidak menjadi petaka, tapi menjadi keberkahan, kebaikan, serta bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

    Penduduk usia produktif, kata Aher, akan berdampak positif pada perekonomian dan pembangunan jika mereka dididik sehingga memiliki kapasitas serta keahlian. "Kita ingin penduduk yang banyak ini menjadi potensi positif, apalagi kependudukan saat ini menghadapi bonus demografi, 35 persen penduduk kita di usia produktif," ucapnya.

    Menurut dia, sehebat apa pun pembangunan infrastruktur, seperti jalan, pendidikan, juga kesehatan tidak akan bisa dinikmati masyarakat apabila kependudukan tidak tertata dengan baik. "Saya minta supaya koordinasi ditingkatkan dengan berbagai pihak supaya ada kesadaran penuh bahwa pembangunan kependudukan adalah hal yang sangat penting," tuturnya.

    Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Teguh menuturkan pihaknya akan melanjutkan program kepemimpinan terdahulu, termasuk fokus pada pembangunan kependudukan. Teguh juga akan meningkatkan partisipasi keluarga berencana (KB) di Jawa Barat yang saat ini sudah mencapai 63 persen.

    Prioritas lainnya, kata Teguh, membuat kampung KB sebagai pendekatan holistik intergratif yang merupakan program nasional. “Targetnya satu kampung KB per satu kecamatan se-Jabar (Jawa Barat),” ucap mantan Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.