Menteri Amran Beberkan Strategi Penuhi Kebutuhan Pangan Jakarta

Reporter

Selasa, 9 Mei 2017 20:00 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman membeberkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jakarta. Dia akan melibatkan daerah-daerah yang berada di sekitar jakarta, yaitu Provinsi Banten dan Jawa Barat.

"Menyangga Jakarta kami sudah bersinerji antara Kementerian Kehutanan, BUMN, Perdagangan, dan Pertanian," kata Amran setelah menggelar rapat koordinasi di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Mei 2017.

Baca: Pasokan Pangan Menjelang Ramadan, Menteri Pertanian Aman

Sinergi itu, kata Amran, diwujudkan dalam bentuk fasilitas yang disediakan oleh masing-masing kementerian misalnya benih serta alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disediakan Kementan secara gratis, lalu Perhutani dan Inhutani dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian BUMN. "Untuk pinjaman dan kredit usaha rakyat (KUR) itu ada Bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN," ujarnya.

Amran berujar, pemerintah akan menyiapkan lahan sebesar 200 ribu hingga 300 ribu hektar untuk program penyangga Jakarta tersebut. Nantinya, pola yang akan diterapkan, kata dia, adalah integrasi antara hutan dengan komoditas-komoditas kebutuhan jakarta seperti jagung, cabai, bawang, hingga sapi dan kambing.

Simak: Jelang Ramadan, Ini yang Dilakukan Menteri Amran Amankan Pangan

Menurut Doktor Ilmu Pertanian itu, strategi memilih kabupaten-kabupaten yang mengelilingi Jakarta sebagai penyuplai pangan untuk jakarta diambil lantaran jarak yang dekat dari Jakarta sehingga biaya transportasinya murah. Selain itu, dia menilai iklim di daerah tersebut pun cocok untuk menjalankan program itu.

Amran menargetkan Indonesia dapat swasembada komoditas pangan strategis pada 2045. Untuk itu, dia mengungkapkan perlu menyelesaikan semua permasalahan itu satu per satu dan bertahap. Kini, ujarnya, tinggal kebutuhan kedelai dan sapi yang masih dipenuhi dengan impor.

CAESAR AKBAR | WAWAN PRIYANTO

Berita terkait

Guru Besar IPB Ungkap Keunggulan Pendekatan Metabolomik untuk Deteksi Kehalalan Pangan

1 hari lalu

Guru Besar IPB Ungkap Keunggulan Pendekatan Metabolomik untuk Deteksi Kehalalan Pangan

Metode-metode analisis pangan halal yang telah dikembangkan selama ini memiliki keterbatasan.

Baca Selengkapnya

Sempat Meroket Tajam, Harga Bawang Merah Berangsur Turun di Sejumlah Daerah, Ini Fakta-faktanya

1 hari lalu

Sempat Meroket Tajam, Harga Bawang Merah Berangsur Turun di Sejumlah Daerah, Ini Fakta-faktanya

Harga bawang merah mulai mengalami penurunan di sejumlah daerah.

Baca Selengkapnya

Sidang Syahrul Yasin Limpo, KPK Hadirkan 4 Saksi

2 hari lalu

Sidang Syahrul Yasin Limpo, KPK Hadirkan 4 Saksi

Tim Jaksa KPK menghadirkan empat saksi pada sidang lanjutan bekas Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)

Baca Selengkapnya

Novel Baswedan Sebut Jika Polda Metro Jaya Tahan Firli Bahuri Bisa jadi Pintu Masuk Kasus Lainnya

7 hari lalu

Novel Baswedan Sebut Jika Polda Metro Jaya Tahan Firli Bahuri Bisa jadi Pintu Masuk Kasus Lainnya

Novel Baswedan menjelaskan, jika Firli Bahuri ditahan, ini akan menjadi pintu masuk bagi siapa pun yang mengetahui kasus pemerasan lainnya.

Baca Selengkapnya

Kesaksian Permintaan Uang dari Syahrul Yasin Limpo Saat Jadi Mentan, untuk Perawatan Kecantikan Anak hingga Kado

8 hari lalu

Kesaksian Permintaan Uang dari Syahrul Yasin Limpo Saat Jadi Mentan, untuk Perawatan Kecantikan Anak hingga Kado

Sejumlah pejabat Kementerian Pertanian dihadirkan sebagai saksi di sidang lanjutan dugaan pemerasan dan gratifikasi oleh Syahrul Yasin Limpo.

Baca Selengkapnya

Dewas KPK Masih Proses Dugaan Pelanggaran Etika oleh Dua Pimpinan Komisi Antikorupsi

8 hari lalu

Dewas KPK Masih Proses Dugaan Pelanggaran Etika oleh Dua Pimpinan Komisi Antikorupsi

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi masih memeriksa dugaan pelanggaran etika oleh dua pimpinan KPK.

Baca Selengkapnya

Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo Jelaskan Poin Keberatan terhadap Kesaksian Eks Ajudan Panji Harjanto

9 hari lalu

Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo Jelaskan Poin Keberatan terhadap Kesaksian Eks Ajudan Panji Harjanto

Kuasa hukum bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Djamaludin Koedoeboen, menuturkan poin keberatan terhadap kesaksian eks ajudan Panji Harjanto.

Baca Selengkapnya

Sidang Syahrul Yasin Limpo Ungkap Beberapa Rahasia, Termasuk Permintaan Firli Bahuri Rp 50 Miliar

9 hari lalu

Sidang Syahrul Yasin Limpo Ungkap Beberapa Rahasia, Termasuk Permintaan Firli Bahuri Rp 50 Miliar

Beberapa rahasia terungkap saat sidang Syahrul Yasin Limpo, termasuk adanya permintaan Rp 50 miliar dari Ketua KPK saat itu Firli Bahuri.

Baca Selengkapnya

Di Forum APEC, ID FOOD Ungkap Peningkatan Akses Perempuan di Sektor Pangan Melalui Digitalisasi

12 hari lalu

Di Forum APEC, ID FOOD Ungkap Peningkatan Akses Perempuan di Sektor Pangan Melalui Digitalisasi

APEC Workshop ini diikuti oleh para delegasi negara di kawasan Asia Pacifik.

Baca Selengkapnya

Eks Ajudan Syahrul Yasin Limpo Ungkap Ada Permintaan Uang Rp 50 Miliar dari Firli Bahuri

13 hari lalu

Eks Ajudan Syahrul Yasin Limpo Ungkap Ada Permintaan Uang Rp 50 Miliar dari Firli Bahuri

Eks ajudan Syahrul Yasin Limpo mengetahui adanya permintaan uang sebesar Rp 50 miliar dari mantan Ketua KPK Firli Bahuri.

Baca Selengkapnya