OJK: Jumlah Agen Laku Pandai Bali Nusra Capai 9.288

Reporter

Selasa, 24 Januari 2017 03:00 WIB

Otoritas Jasa Keuangan

TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mencatat jumlah agen laku pandai di wilayahnya mencapai 9.288 agen per September 2016.

Dari jumlah tersebut, paling banyak berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan jumlah agen mencapai 1.994 agen, kemudian di Pulau Bali sebanyak 1.931 agen laku pandai, dan 1.438 agen berada di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Zulmi, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, mengatakan dengan jumlah agen laku pandai di wilayahnya yang lebih dari 9.000 agen tersebut, pihaknya mengharapkan masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau akses keuangan, bisa lebih terjangkau lagi melalui agen tersebut.

“Dari seluruh agen laku pandai tersebut, nasabah yang telah memanfaatkan agen laku pandai sebanyak 17.974 nasabah yang terdiri dari 6.771 nasabah di NTB, 1.964 nasabah di NTT, dan 1.234 nasabah di Bali. Paling banyak agen maupun nasabah di NTB karena disana hampir setiap pulaunya mempunyai penduduk sehingga mereka benar-benar memanfaatkan keberadaan agen ini,” jelasnya saat ditemui di Denpasar, Senin (23 Januari 2017).

Adapun nominal transaksi laku pandai di Bali dan Nusa Tenggara hingga September 2016 tercatat mencapai Rp4,34 miliar. “Tentunya transaksi paling banyak terjadi di NTB yang mencapai Rp1,47 miliar, kemudian di NTT sebanyak Rp713,24 juta, dan di Bali transaksinya paling rendah yaitu sebanyak Rp339,4 juta,” imbuhnya.

Dia memaparkan khusus di wilayah Bali, agen laku pandai bukan kebutuhan yang mendesak karena jumlah lembaga jasa keuangan di Bali sendiri sangat banyak dan tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Hingga September 2016, total agen laku pandai di Bali mencapai 1.931 agen yang terdiri dari 197 agen di Kabupaten Badung, 78 agen di Kabupaten Bangli, 222 agen di Kabupaten Buleleng.

Selain itu, 290 agen di Gianyar, 122 agen di Jembrana, 150 agen di Karangasem, 78 agen di Klungkung, 561 agen di Kota Denpasar, dan 233 agen di Kabupaten Tabanan.

“Meskipun banyak agen laku pandai di Bali dan bukan kebutuhan yang mendesak di Bali, kami melihat masih banyak juga masyarakat Bali yang memanfaatkan agen ini karena biasanya mereka [beberapa masyarakat Bali] malas datang langsung ke bank untuk bertransaksi karena sistem yang dirasa cukup menyulitkan serta harus antre sehingga mereka memilih bertransaksi melalui agen laku pandai agar lebih cepat dan mudah,” paparnya.

A.A.G. Agung Dharmawan, Pemimpin BNI Kanwil Denpasar, menyatakan pihaknya telah mempunyai total agen laku pandai di Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 1.521 agen, dan di Bali sendiri ada 395 agen.

“Total transaksi yang telah dilakukan oleh agen laku pandai kami mencapai Rp42 miliar. Kami harapkan tahun ini akan lebih meningkat lagi dan masyarakat yang memanfaatkan agen laku pandai pun terus bertambah,” ujarnya.
BISNIS.COM

Berita terkait

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

2 hari lalu

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia buka suara soal dominasi penanaman modal asing (PMA) atau investasi asing ke sektor hilirisasi di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

3 hari lalu

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6,25 persen bisa berdampak pada penyaluran kredit.

Baca Selengkapnya

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

11 hari lalu

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

Bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank umum merupakan dua entitas keuangan yang memberikan layanan perbankan. Apa perbedan keduanya?

Baca Selengkapnya

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

12 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

Dalam empat bulan di 2024 ada 10 bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Selengkapnya

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

15 hari lalu

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.

Baca Selengkapnya

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

22 hari lalu

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

Bank Indonesia (BI) mencatat total penukaran uang baru mencapai Rp 1,13 triliun per 3 April 2024 atau H-7 Lebaran.

Baca Selengkapnya

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

25 hari lalu

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri, Bank BJB tetap membuka beberapa jaringan kantor melalui kegiatan operasional terbatas dan layanan weekend banking.

Baca Selengkapnya

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

27 hari lalu

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

Ruas jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Tol Bocimi mengalami longsor, diduga karena intensitas hujan deras pada Rabu malam

Baca Selengkapnya

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

28 hari lalu

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

BCA mengumumkan penyesuaian jadwal operasional kantor cabang selama periode libur Idul Fitri 2024 berdasarkan hari libur yang ditetapkan pemerintah.

Baca Selengkapnya

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

30 hari lalu

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

Bank Mandiri menyatakan bahwa kondisi para debiturnya yang terdampak Covid-19 telah kembali normal.

Baca Selengkapnya