Lima Konsep Imam Saptono Kembangkan BNI Syariah

Reporter

Editor

Abdul Malik

Minggu, 15 Januari 2017 15:34 WIB

Direktur Utama BNI Syariah Imam T. Saptono memberikan sambutan di acara penandatanganan kerjasama BNI syariah dengan Lembaga Penyalur Wakaf, Jakarta, 14 November 2016. TEMPO/Tongam sinambela

TEMPO.CO, Jakarta - Di antara bank-bank syariah yang ada di Indonesia, kinerja PT Bank BNI Syariah termasuk yang paling moncer belakangan ini. Dari tahun ke tahun, laba dan pendapatannya tumbuh melebihi rata-rata industri. Terlebih dalam dua tahun terakhir yakni pada periode sembilan bulan pertama 2016, laba bersihnya Rp 215,23 miliar, meningkat hingga 37,42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinclongnya kinerja BNI Syariah dalam tiga tahun terakhir tak bisa dilepaskan dari peran Imam Teguh Saptono, sosok yang sejak Februari 2016 menjadi Direktur Utama BNI Syariah. Imam banyak memberi warna di bank ini. Apalagi pada 2012-16 dia sudah menjabat direktur bisnis BNI Syariah.

“Pada umumnya bank syariah masih dipandang sebagai pembiayaan mahal dan bunga tabungan yang rendah. Karena itu, pendekatan kami bukan pada konsep produk, namun lebih ke value dan benefit sebagai bank syariah,” ujar Imam.

Pendekatan itu dijalankan terhadap nasabah ataupun ke internal karyawan. “Kami berusaha membangun konsep bank syariah sesuai khittahnya,” ujar lelaki yang bergabung dengan Grup BNI sejak 1996 ini.

Menurut Imam, konsep syariah memiliki lima maksud. Yakni memperbaiki agama, memperbaiki akal pikiran, memperbaiki keturunan, memperbaiki dan menyelamatkan jiwa, serta memelihara harta kekayaan.

Konsep itulah yang kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk produk dan program yang ingin memosisikan BNI Syariah menjadi Hasanah Lifedata-style Banking. Sementara bank konvensional menyediakan produk untuk gaya hidup, bank syariah mendefinisikan layanan berdasarkan apa saja kebutuhan seorang Muslim dari lahir sampai meninggal.

Contohnya, produk baru BNI Syariah dengan nama Waqaf Hasanah, menyasar usia 40 tahun ke atas. Program terobosan ini memberikan kesempatan nasabah usia di atas 40 tahun dalam berkontribusi ke orang lain. Misalnya, dia melakukan wakaf Rp 1 juta, BNI Syariah kemudian menyalurkannya ke aset produktif seperti pembangunan sekolah atau rumah sakit yang bisa menghasilkan pendapatan berkelanjutan.

Lalu, ada produk Tapcash Hasanah, kartu yang bisa dipakai untuk perjalanan kereta api commuter line dan Trans Jakarta. Kemudian, produk Kartu Haji yang diluncurkan pada 2015, produk bank asuransi (di dalamnya terdapat polis asuransi jiwa, wakaf dan pendidikan), dan saat nasabah meninggal nanti bisa ikut membangun sebuah masjid.

Juga, Kartu Kredit Hasanah yang saat ini memiliki 250 ribu nasabah dengan pembiayaan per tahun sudah mencapai Rp 400 miliar dan jumlah transaksi Rp 1 triliun. “Pertumbuhan produk ini sangat baik karena banyak yang berhijrah dari kartu kredit konvensional ke kartu kredit bank syariah,” kata Imam, kelahiran Jakarta 1969.

Dalam memimpin BNI, Imam mengajak timnya untuk fokus pada penguatan community based. “Kini tolok ukur pertumbuhan kami diihat dari seberapa banyak komunitas yang bisa kami rangkul. Contohnya, komunitas UMKM dan pebisnis online. Kami lakukan pembinaan ke berbagai komunitas,” kata alumni Institut Pertanian Bogor ini.

Yang pasti, untuk pebisnis properti, pihaknya sengaja tidak mendekati pemain besar, tetapi ke kalangan pengembang kecil yang membangun town house hanya 10 rumah. BNI Syariah memperbanyak jumlah mitra pengembang dan membangun komunitasnya.

Pemerhati bisnis Yuswohady melihat strategi BNI Syariah dalam menggarap pasar sudah lebih tepat dibandingkan bank syariah lain, khususnya dengan terobosannya menggelindingkan konsep wakaf sebagai sumber fundrising.

Demikian pula produk kartu haji, kebutuhan masyarakat Indonesia yang melakukan ibadah haji banyak dan kompleks sehingga produk itu bisa menjadi kanal alternatif. “BNI Syariah jeli melihat dan memanfaatkan peluang ini. Tinggal bagaimana nantinya fitur baru itu dikembangkan sehingga nasabah ini semakin loyal,” kata Yuswo.

SWA.CO.ID

Berita terkait

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

8 hari lalu

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

Bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank umum merupakan dua entitas keuangan yang memberikan layanan perbankan. Apa perbedan keduanya?

Baca Selengkapnya

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

8 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

Dalam empat bulan di 2024 ada 10 bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Selengkapnya

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

11 hari lalu

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.

Baca Selengkapnya

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

19 hari lalu

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

Bank Indonesia (BI) mencatat total penukaran uang baru mencapai Rp 1,13 triliun per 3 April 2024 atau H-7 Lebaran.

Baca Selengkapnya

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

21 hari lalu

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri, Bank BJB tetap membuka beberapa jaringan kantor melalui kegiatan operasional terbatas dan layanan weekend banking.

Baca Selengkapnya

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

24 hari lalu

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

Ruas jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Tol Bocimi mengalami longsor, diduga karena intensitas hujan deras pada Rabu malam

Baca Selengkapnya

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

24 hari lalu

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

BCA mengumumkan penyesuaian jadwal operasional kantor cabang selama periode libur Idul Fitri 2024 berdasarkan hari libur yang ditetapkan pemerintah.

Baca Selengkapnya

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

26 hari lalu

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

Bank Mandiri menyatakan bahwa kondisi para debiturnya yang terdampak Covid-19 telah kembali normal.

Baca Selengkapnya

OJK Umumkan Restruktursisasi Kredit Perbankan Covid-19 Berakhir, Begini Artinya Bagi Pelaku Usaha

26 hari lalu

OJK Umumkan Restruktursisasi Kredit Perbankan Covid-19 Berakhir, Begini Artinya Bagi Pelaku Usaha

OJK sampaikan restrukturisasi kredit perbankan untuk mengatasi dampak Covid-19 berakhir pada 31 Maret 2024,. Apa artinya bagi pelaku usaha?

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Libur Panjang Banyak Penumpang Commuter Line Turun di Stasiun Dekat Pusat Perbelanjaan, OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Covid-19 Berakhir

27 hari lalu

Terpopuler: Libur Panjang Banyak Penumpang Commuter Line Turun di Stasiun Dekat Pusat Perbelanjaan, OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Covid-19 Berakhir

KAI Commuter mencatat total pengguna commuter line Jabodetabek selama libur panjang mencapai 1,6 juta orang.

Baca Selengkapnya