Rumah Sakit Keberatan atas Kenaikan Tarif Listrik

Reporter

Editor

Zed abidien

Rabu, 1 Juni 2016 16:52 WIB

REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rencana kenaikan tarif listrik Rp 11 per kilowatt-jam (kWh) dinilai memberatkan. Apalagi jika yang berlangganan listrik negara itu adalah rumah sakit. Dikhawatirkan akan terjadi lonjakan pengeluaran yang luar biasa tinggi.

Contohnya, Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta. Rata-rata per bulan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,1 miliar untuk membayar setrum. Sebab, rata-rata rumah sakit itu menggunakan 1,5 juta kWh per bulan.

"Apalagi sering ada pemadaman listrik. Ini menjadi kendala juga. Kami harus mengeluarkan biaya generator set 5,5 megawatt sebesar Rp 8 juta per jam," kata Trisno Heru Nugroho, juru bicara RSUP Sardjito, Rabu, 1 Juni 2016.

Terlebih, kata dia, banyak pasien yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Rumah sakit milik pemerintah merupakan rumah sakit rujukan utama bagi pemegang kartu itu.

Trisno menyatakan dana yang masuk ke rumah sakit itu memang banyak posnya. Jika dana untuk pembayaran listrik berkurang, bisa dialokasikan ke pos lain, seperti subsidi pasien. Namun pengeluaran pembayaran yang sangat tinggi ini juga fluktuatif bergantung pada penggunaan listriknya. Namun, jika dirata-rata, pengeluarannya mencapai Rp 1,1 miliar per bulan. "Subsidi untuk pasien selama ini sudah mencapai Rp 10 miliar," katanya.

Heru berharap kenaikan tarif listrik tidak segera diberlakukan. Terutama untuk rumah sakit. Selain itu, diharapkan tidak ada pemadaman bergilir karena akan menambah beban rumah sakit.

Juru bicara Perusahaan Listrik Negara (PLN) Yogyakarta, Kardiman, menegaskan, tidak ada kenaikan tarif bagi institusi dalam kategori sosial. Termasuk pelanggan listrik oleh rumah sakit karena masuk kategori sosial. Kenaikan Rp 11 per kWh dikenakan kepada kategori rumah tangga dengan langganan di atas 1.300 watt. Selain itu, pelanggan yang masuk kategori industri, perkantoran, dan sejenisnya yang tidak masuk kategori sosial.

"Kenaikan Rp 11 per kWh, bukan 11 persen per kWh. Tarif listrik yang naik yaitu bagi yang masuk kategori adjustment," kata Kardiman.

Soal padamnya listrik, Kardiman menuturkan, banyak faktor penyebabnya. Selain perawatan jaringan, bencana atau pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik bisa menyebabkan listrik padam. "Tapi para petugas sudah sigap dan memperbaiki jaringan listrik dengan waktu yang tidak lama," tuturnya.

MUH SYAIFULLAH

Berita terkait

Aktivis Laporkan Pj Wali Kota Yogyakarta ke Gubernur DIY hingga Ombudsman, Ini Alasannya

2 hari lalu

Aktivis Laporkan Pj Wali Kota Yogyakarta ke Gubernur DIY hingga Ombudsman, Ini Alasannya

Koalisi Pegiat HAM dan Anti Korupsi melaporkan Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Rahardjo ke Gubernur DIY, Mendagri, KPK dan Ombudsman

Baca Selengkapnya

Hari Kartini, Yogyakarta Diramaikan dengan Mbok Mlayu dan Pameran Lukisan Karya Perempuan

10 hari lalu

Hari Kartini, Yogyakarta Diramaikan dengan Mbok Mlayu dan Pameran Lukisan Karya Perempuan

Para perempuan di Yogyakarta memperingati Hari Kartini dengan lomba lari dan jalan kaki, serta membuat pameran lukisan.

Baca Selengkapnya

Tak Hanya Malioboro, Tiga Kampung Wisata di Yogyakarta Ini juga Dilirik Wisatawan saat Libur Lebaran

14 hari lalu

Tak Hanya Malioboro, Tiga Kampung Wisata di Yogyakarta Ini juga Dilirik Wisatawan saat Libur Lebaran

Tiga kampung wisata di Kota Yogyakarta ini paling banyak didatangi karena namanya sudah populer dan mendapat sederet penghargaan.

Baca Selengkapnya

GM PLN UID Banten Operasikan 51 Unit SPKLU, Layani Arus Balik Jalur Mudik Tol Jakarta-Merak

15 hari lalu

GM PLN UID Banten Operasikan 51 Unit SPKLU, Layani Arus Balik Jalur Mudik Tol Jakarta-Merak

Di setiap lokasi rest area SPKLU terdapat posko siaga PLN yang dapat dimanfaatkan para pengguna mobil listrik untuk beristirahat dan menunggu pengisian baterai.

Baca Selengkapnya

Tersedia SPKLU PLN di Sumatra Bikin Nyaman Mudik dengan Kendaraan Listrik

15 hari lalu

Tersedia SPKLU PLN di Sumatra Bikin Nyaman Mudik dengan Kendaraan Listrik

Kehadiran fasilitas SPKLU menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini bagi kendaraan listrik

Baca Selengkapnya

PLN Siapkan SPKLU di Banyak Lokasi, Pemudik: Pakai Mobil Listrik Jadi Nyaman!

18 hari lalu

PLN Siapkan SPKLU di Banyak Lokasi, Pemudik: Pakai Mobil Listrik Jadi Nyaman!

PLN telah menyiagakan 1.299 unit SPKLU yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Khusus momen mudik tahun ini, PLN juga menyiagakan petugas yang berjaga 24 jam untuk membantu para pemudik

Baca Selengkapnya

Mudik Lebaran ke Bali dengan Mobil Listrik? Ini Titik-titik SPKLU di Pulau Dewata

23 hari lalu

Mudik Lebaran ke Bali dengan Mobil Listrik? Ini Titik-titik SPKLU di Pulau Dewata

PT PLN (Persero) telah menyiapkan 76 SPKLU di 30 lokasi di Bali untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik selama periode Lebaran tahun 2024.

Baca Selengkapnya

Mengintip Wahana Baru di Taman Pintar Yogyakarta saat Libur Lebaran

25 hari lalu

Mengintip Wahana Baru di Taman Pintar Yogyakarta saat Libur Lebaran

Dua alat peraga baru di Taman Pintar Yogyakarta di antaranya multimedia berupa Videobooth 360 derajat dan Peraga Manual Pump.

Baca Selengkapnya

Viral Karcis Parkir Resmi Ditempeli Tambahan Biaya Titip Helm, Dishub Kota Yogyakarta Bakal Bertindak

29 hari lalu

Viral Karcis Parkir Resmi Ditempeli Tambahan Biaya Titip Helm, Dishub Kota Yogyakarta Bakal Bertindak

Dalam foto yang beredar, terdapat tambahan karcis tidak resmi untuk penitipan helm yang membuat tarif parkir di Yogyakarta membengkak.

Baca Selengkapnya

PLN Siagakan 1.124 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum untuk Mudik 2024

30 hari lalu

PLN Siagakan 1.124 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum untuk Mudik 2024

PLN juga mengerahkan 3.504 pegawai yang akan stand by selama 24 jam nonstop di SPKLU.

Baca Selengkapnya