Kisruh Blok Masela, Sudirman: Kita Tunggu Kebijakan Presiden  

Reporter

Senin, 29 Februari 2016 13:47 WIB

Ilustrasi Kilang Terapung LNG. moskisvet.com

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hingga kini belum memutuskan soal pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela di Kalimantan Timur. Jokowi menyatakan keputusan apakah Blok Masela akan menggunakan kilang di laut atau di darat masih dalam proses studi. "Kami memberikan waktu untuk menyediakan peluang pada investor, apakah di darat atau di laut," katanya Senin, 29 Februari 2016, di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta.

Jokowi tak menyebut kapan kepastian Plan of Development (POD) Blok Masela akan diambil. Dia cuma menyebut studi soal itu akan segera dirampungkan. "Ini kan sebuah proyek yang sangat besar. Itu pun sebenarnya masih dalam proses studi. Nanti akan diputuskan 2018. Keputusan investasi nantinya ada di 2018," ucap Jokowi.

Menteri ESDM Sudirman said mengatakan persetujuan POD Blok Masela, apakah menggunakan kilang di darat atau di laut, harus diputuskan sekarang. "POD harus sekarang-sekarang ini. Sudah terlambat, sebenarnya, dan saya kira kita tunggu wisdom-nya Presiden," kata Sudirman.

Baca Juga:Jokowi Akan Minta Klarifikasi Rizal Ramli Soal Blok Masela

Keputusan investasi di 2018, kata Sudirman, hanya akan terjadi bila POD diputuskan sekarang. "Kalau POD tidak diputuskan sekarang, 2018 lupakan saja."

Perdebatan soal kilang laut atau darat ini memunculkan perseteruan panas antara Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dan Sudirman Said. Rizal menginginkan kilang gas Blok Masela berada di darat, sementara Sudirman mendukung kilang terapung di laut. Alasan Rizal berkeinginan kilang ada di darat karena bisa memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Di luar perdebatan kilang Blok Masela di laut atau darat, Jokowi mengatakan ingin eksploitasi gas di wilayah itu bisa bermanfaat bagi pengembangan regional di Indonesia bagian timur. "Kunci di situ. Jangan sampai nanti diambilin, rakyat di sekitar situ enggak mendapatkan manfaatnya," kata Jokowi. Dia meminta Kementerian ESDM maupun Bappenas mendesain manfaat yang bisa dirasakan bagi masyarakat di wilayah tersebut.




AMIRULLAH

Berita terkait

Perjalanan Ubah Regulasi Masa Jabatan Kepala Desa di UU Desa, Setelah Unjuk Rasa Menjelang Pemilu 2024

1 jam lalu

Perjalanan Ubah Regulasi Masa Jabatan Kepala Desa di UU Desa, Setelah Unjuk Rasa Menjelang Pemilu 2024

Masa jabatan kepala desa akhirnya diperpanjang dari 6 tahun menjadi 8 tahun. Beleid gres itu tertuang dalam UU Desa yang diteken Jokowi.

Baca Selengkapnya

Ragam Tanggapan atas Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club

2 jam lalu

Ragam Tanggapan atas Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club

Prabowo ingin menjaga silaturahmi kebangsaan dan menjadi teladan lewat presidential club.

Baca Selengkapnya

Jokowi Soal Susunan Kabinet Prabowo: Kalau Enggak Diminta Saran tapi Ikut Nimbrung, Enggak Boleh

9 jam lalu

Jokowi Soal Susunan Kabinet Prabowo: Kalau Enggak Diminta Saran tapi Ikut Nimbrung, Enggak Boleh

Menurut Jokowi, berbagai masukan tentang susunan kabinet mendatang itu boleh diberikan jika Prabowo meminta.

Baca Selengkapnya

Jokowi soal Rencana Pemberian Insentif Mobil Listrik: Masih Dibicarakan

10 jam lalu

Jokowi soal Rencana Pemberian Insentif Mobil Listrik: Masih Dibicarakan

Presiden Joko Widodo alias Jokowi buka suara soal kelanjutan rencana pemerintah memberi insentif untuk mobil hybrid.

Baca Selengkapnya

Nadiem Berterima Kasih ke Jokowi atas Dukungan terhadap Merdeka Belajar

11 jam lalu

Nadiem Berterima Kasih ke Jokowi atas Dukungan terhadap Merdeka Belajar

Nadiem mengatakan, semua keberhasilan gerakan Merdeka Belajar selama ini berkat dukungan dan arahan dari Presiden Jokowi.

Baca Selengkapnya

Jokowi Sebut Kapasitas Produksi Motor Listrik di RI 1,6 Juta Unit, Baru Tercapai 100 Ribu Unit

11 jam lalu

Jokowi Sebut Kapasitas Produksi Motor Listrik di RI 1,6 Juta Unit, Baru Tercapai 100 Ribu Unit

Presiden Jokowi menyebut Indonesia memiliki peluang pasar yang besar untuk mengembangkan ekosistem kendaraan motor listrik. Begini penjelasannya.

Baca Selengkapnya

Jokowi Respons Positif soal Wacana Presidential Club, Berharap Bisa Dilakukan Setiap 2 Hari Sekali

11 jam lalu

Jokowi Respons Positif soal Wacana Presidential Club, Berharap Bisa Dilakukan Setiap 2 Hari Sekali

Jokowi merespons positif wacana Presidential Club yang digagas Presiden terpilih Prabowo Subianto

Baca Selengkapnya

Jokowi Tegaskan Penyusunan Kabinet Baru Hak Prerogatif Prabowo: Kalau Usul-usul Boleh

12 jam lalu

Jokowi Tegaskan Penyusunan Kabinet Baru Hak Prerogatif Prabowo: Kalau Usul-usul Boleh

Jokowi menegaskan susunan kabinet pada pemerintahan mendatang merupakan hak prerogatif Presiden Terpilih dalam hal ini Prabowo

Baca Selengkapnya

Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang Bakal Direlokasi ke Bolaang Mongondow

13 jam lalu

Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang Bakal Direlokasi ke Bolaang Mongondow

Kementerian PUPR bakal merelokasi merelokasi warga terdampak erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara.

Baca Selengkapnya

Prabowo Bakal Bentuk Presidential Club, Megawati, SBY dan Jokowi Masuk di Dalamnya

13 jam lalu

Prabowo Bakal Bentuk Presidential Club, Megawati, SBY dan Jokowi Masuk di Dalamnya

Prabowo disebut akan membentuk Presidential Club yang menjadi wadah pertemuan mantan presiden.

Baca Selengkapnya