Cipaganti Group Targetkan Pendapatan Rp 1,2 Triliun

Reporter

Editor

Senin, 15 Februari 2010 14:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Cipaganti Group mentargetkan pendapatan dua kali lipat menjadi Rp 1,2 triliun pada tahun ini. Pendapatan bakal digenjot dari pembukaan cabang-cabang baru.

"Itu pendapatan dari enam unit bisnis kami secara keseluruhan," kata Presiden Direktur Cipaganti Group Andianto Setiabudi di Jakarta, Senin (15/2).

Andianto mengatakan perusahaan jasa transportasi itu juga akan menambah setidaknya 750 unit menjadi 2.000 unit kendaraan pada tahun ini. Saat ini perusahaan memiliki 1.250 unit kendaraan, 600 unit di antaranya digunakan untuk perjalanan dan shuttle.

Andianto mengatakan target itu akan dicapai dengan membuka empat cabang setiap bulannya. Cabang-cabang tersebut akan dikembangkan dengan sistem waralaba.

"Mulai akhir Januari lalu kami membuka kesempatan untuk waralaba," ujarnya.

Sistem itu, katanya, akan digunakan untuk cabang di wilayah Sumatera dan Kalimantan mulai semester kedua. Hingga saat ini sudah ada 15 peminat bisnis waralaba Cipaganti seperti di Riau. Namun belum ada yang disetujui karena menunggu survei.

"Kami juga mempertimbangkan lokasinya," ujarnya.

Tiap lokasi, katanya menerangkan, memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Jawa Timur misalnya lebih membutuhkan layanan angkutan kargo daripada wisata. Cabang waralaba bisa memilih jenis angkutan mana yang lebih diutamakan.

Direktur Cipaganti Group Tommy Teguh Susetio menambahkan perusahaan akan menyediakan semua sistem dan kendaraan bagi bisnis waralabanya. Untuk satu cabang kecil, Cipaganti mematok harga sekitar Rp 400-500 miliar. Cabang itu akan diberi 8-12 unit kendaraan jenis KIA Pregio dan Isuzu Elf dan dibolehkan memilih enam unit bisnis Cipaganti.

Selain melayani perjalanan dan shuttle, Cipaganti juga menyediakan sewa mobil, kargo, rental alat berta dan jasa pembangunan.

"Kalau mereka mau mengembangkan bisnisnya kami juga akan tawarkan unit kami," katanya.

Namun sebelumnya Cipaganti akan membuka cabangnya sendiri sebagai penghubung di kota besar wilayah itu.

Sedangkan pada semester pertama, Andianto melanjutkan, perusahaan akan membereskan cabang di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Termasuk mengembangkan jaringan di kawasan tersebut seperti Purwokerto dan Tegal. Mereka juga berencana untuk berintegrasi dengan maskapai penerbangan.

DESY PAKPAHAN

Berita terkait

Soal Kemungkinan Ekspansi di IKN, Bos MRT Jakarta: Bisa Terjadi tapi Saat Ini Masih Fokus Jalur Timur-Barat

1 hari lalu

Soal Kemungkinan Ekspansi di IKN, Bos MRT Jakarta: Bisa Terjadi tapi Saat Ini Masih Fokus Jalur Timur-Barat

Tuhiyat menyatakan prioritas MRT Jakarta saat ini menyelesaikan sejumlah proyek pembangunan jalur dan infrastruktur pendukung lainnya.

Baca Selengkapnya

Proyek MRT Jakarta Jalur Tomang-Medan Satria Dapat Kucuran Pinjaman Jepang Rp 14,5 Trilun

3 hari lalu

Proyek MRT Jakarta Jalur Tomang-Medan Satria Dapat Kucuran Pinjaman Jepang Rp 14,5 Trilun

Jepang berikan pinjaman 140,699 miliar Yen atau sekitar Rp 14,5 triliun untuk pembanguan MRT di Jakarta. Rencana pembangunan mulai Agustus 2024.

Baca Selengkapnya

Enam PSN Sektor Transportasi Tak Selesai Tahun Ini, Diteruskan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

3 hari lalu

Enam PSN Sektor Transportasi Tak Selesai Tahun Ini, Diteruskan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan ada sejumlah Proyek Strategis Nasional atau PSN sektor transportasi yang belum bisa diselesaikan tahun ini.

Baca Selengkapnya

KAI Daop 8 Operasikan Tiga Kereta Tambahan dari Stasiun Malang

11 hari lalu

KAI Daop 8 Operasikan Tiga Kereta Tambahan dari Stasiun Malang

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan tiga kereta api tambahan keberangkatan dari Stasiun Malang

Baca Selengkapnya

MTI Dorong Penyesuaian Tarif KRL

15 hari lalu

MTI Dorong Penyesuaian Tarif KRL

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong adanya penyesuaian tarif KRL.

Baca Selengkapnya

BPS: Inflasi Indonesia Mencapai 3 Persen di Momen Lebaran, Faktor Mudik

16 hari lalu

BPS: Inflasi Indonesia Mencapai 3 Persen di Momen Lebaran, Faktor Mudik

Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi pada momen Lebaran atau April 2024 sebesar 3 persen secara tahunan.

Baca Selengkapnya

Jumlah Kendaraan Listrik Mencapai 133 Ribu

17 hari lalu

Jumlah Kendaraan Listrik Mencapai 133 Ribu

Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah kendaraan listrik saat ini mencapai 133 ribu.

Baca Selengkapnya

Didesain sebagai Kota Cerdas, IKN Bakal Hadirkan Smart Transportation and Mobility

20 hari lalu

Didesain sebagai Kota Cerdas, IKN Bakal Hadirkan Smart Transportation and Mobility

OIKN bakal mengembangkan sistem transportasi cerdas di IKN.

Baca Selengkapnya

Menhub Budi Karya Minta Jepang Berkoordinasi dengan BUMN soal Pengembangan Konektivitas Transportasi IKN

23 hari lalu

Menhub Budi Karya Minta Jepang Berkoordinasi dengan BUMN soal Pengembangan Konektivitas Transportasi IKN

Menhub Budi Karya membahas rencana pengembangan jaringan transportasi di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara dengan Jepang.

Baca Selengkapnya

Mudik Lebaran Dibayangi Masalah Kemacetan dan Infrastruktur, Dosen ITS Jelaskan Perspektif Perencana Transportasi

30 hari lalu

Mudik Lebaran Dibayangi Masalah Kemacetan dan Infrastruktur, Dosen ITS Jelaskan Perspektif Perencana Transportasi

Momentum mudik kali ini kembali diiringi oleh permasalahan yang terjadi dari tahun ke tahun.

Baca Selengkapnya