Corona Meluas, Asosiasi Biro Travel: Februari, Tak Ada Pemasukan

Jumat, 6 Maret 2020 15:11 WIB

Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha industri travel atau biro perjalanan diprediksi mengalami krisis akibat virus corona yang melanda sejak Januari 2020. Beberapa bahkan menawarkan unpaid leave atau cuti di luar tanggungan terhadap karyawannya akibat tidak mampu membayar operasional.

Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno mengatakan gara-gara virus corona, selama Februari relatif tidak ada pemasukan bagi industri travel. Dia menyebutkan ada 20 agen travel besar terpaksa menawarkan cuti di luar tanggungan bagi karyawannya lantaran tidak bisa membayar operasional.

“Relatif enggak ada pemasukan selama Februari, sedangkan fix cost biaya operasional tetap jalan. Tadinya berharap bisa menjual destinasi lain selain China, eh malah [virusnya] meluas,” kata Pauline, Jumat 6 Maret 2020.

Dengan kondisi ini, tuturnya, meskipun ada insentif dari pemerintah untuk industri pariwisata yaitu diskon pesawat dan pajak hotel tak berdampak lantaran pada dasarnya orang masih takut untuk melakukan perjalanan karena virus corona.

Advertising
Advertising

“Dan mohon maaf, Indonesia belum terlalu higienis, kebersihan masih kurang, bikin orang semakin khawatir. Ticketing, outbound, inbound, pilgrimage sekarang semua terkena imbasnya.”

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum mempunyai inisiatif untuk memberikan bantuan langsung pada industri agen perjalanan atau industri travel seperti yang dilakukan di Malaysia, Singapura dan Hong Kong.

“Sampai saat ini belum terlihat rencana pemerintah untuk meringankan beban pengusaha travel di mana negara-negara lain sudah melakukan hal tersebut.”

Dia mencontohkan, seperti yang dilakukan di ketiga negara tersebut, pemerintah setempat memberikan insentif mulai dari pemotongan pajak, penurunan bunga kredit bank, penurunan tarif dasar listrik, bantuan tunai, kemudahan pinjaman modal untuk SME hingga potongan sewa kantor.

“Sementara anggota kami masih harus dibebani biaya operasional seperti sewa kantor, bunga bank, gaji karyawan, pajak, listrik, telepon, dan sebagainya. Jadi opsi yang bisa dilakukan ya menawarkan unpaid leave, PHK itu opsi terakhir,” katanya,

Adapun Pauline mengatakan hingga saat ini kerugian yang dialami oleh industri travel berupa 80 persen pembatalan penumpang yang berpotensi akan terus bertambah ke depannya.

“Ada juga grup perusahaan asuransi besar yang membatalkan trip 4.000 agennya, padahal masih April nanti ke Eropa dan persiapannya sudah matang.”

Berita terkait

Polda Metro Jaya Ungkap Penipuan Haji Furoda, Korban Rugi Rp 563 Juta

33 hari lalu

Polda Metro Jaya Ungkap Penipuan Haji Furoda, Korban Rugi Rp 563 Juta

Dirkrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan pemberangkatan Haji Furoda atau haji undangan resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Baca Selengkapnya

4 Tahun Pasca Kasus Pertama Covid-19 di Indonesia, Berikut Kilas Baliknya

54 hari lalu

4 Tahun Pasca Kasus Pertama Covid-19 di Indonesia, Berikut Kilas Baliknya

Genap 4 tahun pasca kasus Covid-19 teridentifikasi pertama kali di Indonesia pada 2 Maret 2020 diikuti sebaran virus yang terus meluas.

Baca Selengkapnya

Kasus Covid-19 Naik Lagi 75 Persen, Singapura Minta Warganya Kembali Pakai Masker

16 Desember 2023

Kasus Covid-19 Naik Lagi 75 Persen, Singapura Minta Warganya Kembali Pakai Masker

Kementerian Kesehatan Singapura meminta warganya kembali menggunakan masker di tempat-tempat ramai seiring meningkatnya kasus COVID-19.

Baca Selengkapnya

Profil Bisnis Pegipegi yang Umumkan Tutup Setelah 12 Tahun Beroperasi

12 Desember 2023

Profil Bisnis Pegipegi yang Umumkan Tutup Setelah 12 Tahun Beroperasi

Pegipegi atau PT Go Online Destinations, resmi menutup layanannya di Indonesia pada 11 Desember 2023

Baca Selengkapnya

Kasus Covid-19 di Malaysia Naik 57 Persen, Menpar Minta Jangan Panik

7 Desember 2023

Kasus Covid-19 di Malaysia Naik 57 Persen, Menpar Minta Jangan Panik

Malaysia mencatatkan kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, Covid-19 di Malaysia naik hingga 57 persen.

Baca Selengkapnya

Jokowi Klaim RI Masuk 5 Negara yang Sukses Tangani Corona dan Pulihkan Ekonomi

8 Oktober 2023

Jokowi Klaim RI Masuk 5 Negara yang Sukses Tangani Corona dan Pulihkan Ekonomi

Presiden Jokowi, mengatakan Indonesia dinilai sebagai satu di antara lima negara di dunia yang berhasil menangani virus corona dan pulihkan ekonomi

Baca Selengkapnya

Porter dan Sopir Angkot juga Bicara Pasar Tanah Abang Sepi, Sebut Beda Bener dan Bullshit

21 September 2023

Porter dan Sopir Angkot juga Bicara Pasar Tanah Abang Sepi, Sebut Beda Bener dan Bullshit

Viral sepi Pasar Tanah Abang belakangan ini juga diamini para porter atau kuli angkut.

Baca Selengkapnya

Penerbangan Palembang-Madinah Mulai 9 Agustus Dibuka Lagi, Agen Travel: Umrah Lebih Hemat

22 Juli 2023

Penerbangan Palembang-Madinah Mulai 9 Agustus Dibuka Lagi, Agen Travel: Umrah Lebih Hemat

Segera dibuka kembali penerbangan langsung rute Palembang-Madinah, Arab Saudi.

Baca Selengkapnya

DIATF 2023, Astindo: Kami Selenggarakan Event saat Harga Tiket Turun

19 Mei 2023

DIATF 2023, Astindo: Kami Selenggarakan Event saat Harga Tiket Turun

Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menggelar Di Indonesia Aja Travel Fair (DIATF) 2023 di Mal Kota Kasablanka,Tebet, Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya

Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Penularan MERS-CoV

12 Mei 2023

Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Penularan MERS-CoV

Kemenkes meminta jemaah haji menerapkan prokes ketat untuk mewaspadai penularan MERS-CoV.

Baca Selengkapnya