Jusuf Kalla: Blanket Guarantee Tak Adil

Reporter

Editor

Kamis, 14 Januari 2010 16:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penjaminan penuh dana nasabah perbankan (blanket guarantee) merupakan sumber dari kejahatan perbankan. Dia mengingatkan, pada masa krisis 1997-1998, puluhan bank ambruk akibat kejahatan pemilik bank dan menyebabkan negara harus membayar lewat Bantuan Likuiditas Bank Indonesia sebesar ratusan triliun rupiah.

Sebab itu, dia mengaku menolak diberlakukannya blanket guarantee pada masa-masa krisis global 2007-2008. Saat itu, persoalan itu memang diperdebatkan karena beberapa negara tetangga telah menerapkan penjaminan penuh.

Blanket guarantee itu sangat berbahaya, bila dijamin penuh ini akan terjadi moral hazard yang luar biasa, manipulasi dan sebagainya. Keuntungan untuk pengusaha, tapi kalau rugi dibayar masyarakat. Itu kan tak adil,” katanya dalam pemeriksaan Panitia Angket kasus Bank Century, Kamis (14/1).

Seperti diberitakan, Menteri Keuangan sekaligus Mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan dalam pemeriksaan Panitia Angket kasus Bank Century bahwa upaya penyelataman pada 2008 didasari dua garis kebijakan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Presiden, kata Menteri Sri, tak mau Indonesia mengalami krisis seperti 1998 dan masuk dalam program Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Adapun Wakil Presiden, masih kata Menteri Sri, menolak dilakukannya penjaminan penuh. “Tanpa penjaminan penuh itu kondisi kepercayaan masyarakat terhadap perbankan saat itu sangat tertekan,” katanya.

Menurut Kalla, sudah seharusnya semua risiko perbankan harus ditanggung pemegang saham. Industri perbankan terdiri dari bank pemerintah, bank asing, bank campuran, dan bank swasta. Kalau bank pemerintah, risikonya harus dijamin pemegang saham, yakni pemerintah. “Jadi tak perlu blanket guarantee,” ujarnya.

Adapun bank asing, dia mencontohkan Citibank, HSBC, dan Standard Chartered. “Masa kita harus jamin perilaku bank milik asing itu,” katanya. Pada bank campuran, dia mencontohkan lagi, ada yang dimiliki juga oleh Khazanah dan Themasek. “Kelewatan kita kalau rakyat harus menjamin.”

Hal serupa pada bank swasta. “Salah satu bank swasta itu BCA, pemiliknya itu orang terkaya, masa kita menjamin orang terkaya di Indonesia,” cetusnya.

AGOENG WIJAYA | AMIRULLAH

Berita terkait

Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

6 hari lalu

Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

Menurut Jusuf Kalla, pandangan masyarakat Papua seakan-akan Indonesia merampok Papua, mengambil kekayaan alamnya.

Baca Selengkapnya

Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

7 hari lalu

Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

Pendeta Gilbert Lumoindong dilaporkan ke polisi atas ceramahnya yang dianggap menghina sejumlah ibadah umat Islam.

Baca Selengkapnya

Digagas JK pada 2016, Ini Beda Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Indonesia-Cina

9 hari lalu

Digagas JK pada 2016, Ini Beda Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Indonesia-Cina

Presiden Jokowi mendiskusikan rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan Menlu Cina, pernah akan dibangun pada 2018.

Baca Selengkapnya

Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

10 hari lalu

Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

"Saya tidak ada niat, saya mencintai umat Muslim. Saya minta maaf," kata Gilbert Lumoindong

Baca Selengkapnya

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

11 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

Dalam empat bulan di 2024 ada 10 bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Selengkapnya

Jusuf Kalla Gelar Open House, Ada Anies Baswedan Hingga Figur Koalisi Perubahan yang Gantian Bertandang

21 hari lalu

Jusuf Kalla Gelar Open House, Ada Anies Baswedan Hingga Figur Koalisi Perubahan yang Gantian Bertandang

Open house yang diadakan oleh JK dihadiri oleh Anies Baswedan, Hamdan Zoelva, hingga Tom Lembong selaku perwakilan koalisi perubahan.

Baca Selengkapnya

Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Minta Hormati Proses di MK

21 hari lalu

Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Minta Hormati Proses di MK

Jusuf Kalla menilai positif kunjungan Roeslan Roeslani ke rumah Megawati Soekarnoputri. Soal rekonsiliasi nasional, ia menilai ada banyak waktu lain.

Baca Selengkapnya

Anies Baswedan Silaturahmi ke Rumah Jusuf Kalla: Banyak Foto-Foto

21 hari lalu

Anies Baswedan Silaturahmi ke Rumah Jusuf Kalla: Banyak Foto-Foto

Anies Baswedan bersamuh dengan Jusuf Kalla pada hari pertama Lebaran. Mengaku tak bicara soal politik.

Baca Selengkapnya

Usai Salat Id di Masjid Al Azhar, JK Terima Kunjungan Tokoh di Rumahnya Besok

22 hari lalu

Usai Salat Id di Masjid Al Azhar, JK Terima Kunjungan Tokoh di Rumahnya Besok

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) akan merayakan hari raya Idul Fitri 1445 H atau 2024 M di Jakarta. Rencananya, JK juga akan menerima kunjungan para kolega di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya

Lebaran, Anies Baswedan Gelar Open House di Rumahnya hingga Sowan ke JK

22 hari lalu

Lebaran, Anies Baswedan Gelar Open House di Rumahnya hingga Sowan ke JK

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, bakal merayakan lebaran tahun ini di Jakarta. Rencananya, Anies akan salat id di masjid dekat rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh partai politik pengusungnya dan para politikus senior.

Baca Selengkapnya