Jumat, 22 September 2017

Jasa Marga Incar Divestasi Anak Usaha Waskita Karya  

Rabu, 13 September 2017 | 16:41 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Plt Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Santoso (kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono (kedua kanan), dan Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk Adi Wibowo (kanan) saat meninjau progres pembangunan Light Rail Transit (LRT)/kereta ringan di Stasiun Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, 20 Mei 2017. ANTARA FOTO

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Plt Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Santoso (kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono (kedua kanan), dan Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk Adi Wibowo (kanan) saat meninjau progres pembangunan Light Rail Transit (LRT)/kereta ringan di Stasiun Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, 20 Mei 2017. ANTARA FOTO.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga berminat dengan divestasi saham Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya. Rencana Jasa Marga mengakuisisi saham Waskita dilakukan melalui Mandiri Sekuritas. "Kalau Waskita Toll Road dijual, Jasa Marga ingin mengakuisisi. Jasa Marga ingin melakukan konsolidasi aset-aset yang strategis di jalan tol. Kami sangat ingin mengakuisisi atau membeli saham mayoritas,” ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 13 September 2017.

Waskita Toll Road berencana melakukan divestasi atas 10 ruas jalan tol melalui dua paket peluang investasi. Namun Waskita Toll Road mengaku belum mendapatkan tawaran harga yang sesuai dengan ekspektasi investor. Rencana ini pun akan dikaji ulang.

Menurut Silvano, Jasa Marga adalah klien Mandiri Sekuritas saat penerbitan KIK-EBA, yakni sekuritisasi pendapatan jalan tol Jagorawi. Silvano berharap Waskita Toll Road tetap melakukan divestasi atas 10 ruas jalan tol tersebut sesuai dengan rencana sebelumnya.

Silvano tidak yakin masih dikajinya rencana divestasi Waskita Toll Toad tersebut karena adanya keraguan para investor untuk berinvestasi. Hal ini disebabkan proyek divestasi tidak hanya diincar Jasa Marga, tapi juga swasta. “Kalau dari sisi keraguan, enggak. Sebab, memang asetnya terbukti dan prospek masih bagus,” katanya.

Sepuluh jalan tol yang masuk daftar divestasi Waskita Toll Road adalah Kranci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang Batang, Pasuruan-Probolinggo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Batang-Semarang, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Medan-Tebing Tinggi, dan Kayu Agung-Palembang- Betung. Total biaya proyek tersebut mencapai Rp 115,5 triliun.

ALFAN HILMI


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.