Kamis, 21 September 2017

Berkebaya Hitam, Sri Mulyani Pimpin Upacara Hari Kemerdekaan  

Kamis, 17 Agustus 2017 | 10:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-72, di Kantor Kementerian Keuangan,Lapangan Banteng, Jakarta, 17 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-72, di Kantor Kementerian Keuangan,Lapangan Banteng, Jakarta, 17 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah.

TEMPO.COJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di lapangan kantor Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta. Upacara dimulai pukul 07.00 WIB, Kamis, 17 Agustus 2017.

Sri Mulyani memimpin upacara mengenakan setelan kebaya hitam bercorak merah dan kain cokelat. "Selamat untuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia jaya, Indonesia merdeka, Indonesia bersatu," ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Kamis.

Di area lapangan, ratusan pegawai Kementerian Keuangan mengenakan seragam atasan putih dan bawahan hitam tampak berbaris rapi. Di barisan depan juga tampak jajaran Direktur Jenderal Kementerian Keuangan lainnya yang turut mendampingi.

Sehari sebelumnya, Sri Mulyani bersama menteri Kabinet Kerja mendampingi Presiden Joko Widodo menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dalam sidang paripurna DPR, Rabu, 16 Agustus 2017.

Dalam sidang yang juga dihadiri para menteri Kabinet Kerja itu, Jokowi memaparkan asumsi makro sebagai dasar penyusunan RAPBN 2018. Di antaranya target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

Menurut Sri Mulyani, target pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlalu ambisius untuk dicapai. "Angka 5,4 persen itu menurut saya cukup optimistis," katanya. Hal itu telah disesuaikan dengan perkembangan kinerja komponen-komponen yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Sri Mulyani menjelaskan, sisi konsumsi masyarakat diprediksi masih akan tumbuh 5-5,1 persen. Dia berharap pertumbuhan ekonomi dapat lebih digenjot dari sisi investasi, yang diperkirakan tumbuh di atas 6 persen, yaitu di kisaran 6,4 persen. "Untuk ekspor bisa mulai tumbuh dan sudah cukup menjanjikan." Dengan demikian, dia meyakini pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih baik dan sesuai dengan harapan.

GHOIDA RAHMAH


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.