Jumat, 18 Agustus 2017

Ada 25 Jenis Buah Lokal Digratiskan di Ajang CFD

Minggu, 13 Agustus 2017 | 09:44 WIB
Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Kalla mengunjungi stand kampanye buah lokal Kementerian Pertanian, di area car free day (CFD) Thamrin, Jakarta, Ahad, 13 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Kalla mengunjungi stand kampanye buah lokal Kementerian Pertanian, di area car free day (CFD) Thamrin, Jakarta, Ahad, 13 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah.

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) membagikan aneka ragam buah nusantara gratis pada Ahad pagi, di area car free day (CFD) Sarinah, Thamrin, Jakarta. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kampanye “Cintai Buah Nusantara”. Kementan telah menyiapkan sekitar 25 jenis buah lokal yang dapat dinikmati langsung oleh para peserta CFD.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan masyarakat harus mulai membiasakan diri untuk mengkonsumsi buah lokal. "Mari mulai mencintai buah lokal karena buah lokal tidak kalah dengan buah impor," ujarnya, di area CFD Thamrin, Jakarta, Ahad, 13 Juni 2017.

Menurut Amran, jika masyarakat Indonesia mencintai dan mengkonsumsi buah lokal juga akan berdampak baik pada kesejahteraan petani. "Lebih baik makan produk petani lokal, daripada makan produk petani luar negeri."

Buah lokal yang dibagikan di acara tersebut di antaranya jeruk Pontianak, jeruk Bali, pisang, jambu air, salak, jambu kristal, durian, dan mangga. Tampak hadir dalam kampanye tersebut istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Kalla. "Silakan makan buah yang ada sepuasnya, gratis kami sajikan untuk masyarakat," kata Amran.

Adapun kegiatan kampanye ini juga dimaksudkan untuk mengeksplorasi kekayaan buah nusantara dan mempromosikan potensi ekspor mancanegara. Seperti diketahui volume ekspor buah lokal Indonesia pada 2015 lalu mencapai 68.556 ton, dengan nilai ekspor sebesar US$ 37,7 juta.


Namun volume impor buah masih lebih besar yaitu mencapai 344.221 ton, atau senilai US$ 534,83 juta. Kementerian Pertanian mengungkapkan alasan buah lokal nusantara kalah bersaing dengan buah impor. Hal itu di antaranya disebabkan dengan kondisi daya saing domestik, seperti volume produksi yang tidak stabil serta kualitas produksi yang masih rendah.

GHOIDA RAHMAH


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?