Tingkatkan Produksi, SKK Migas Garap 14 Proyek

Senin, 17 Juli 2017 | 22:30 WIB
Tingkatkan Produksi, SKK Migas Garap 14 Proyek
Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi saat ditemui di kantornya di Wisma Mulia, Jakarta, 21 Januari 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, dalam rangka peningkatan upaya produksi migas, pihaknya akan membangun 14 proyek migas untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Proyek-proyek itu antara lain HCML Madura BD, PCML Kepodang-Phase II, PHE WMO PHE 12, PHE WMO PHE 24, E Sengkang-Kampung Baru COMP, Eni Muara Bakau, Petrochina Jabung-Westbetara/Southbetara, JOB Pertamina-Medco Simenggaris, PEP Meatindok, PEP Paku Gajah, PEP CTDP, PEP SKG Musi Timur, dan PEP-L Parigi.

"Proyek ini kami harapkan bisa meningkat produksi gas," kata Amien Sunaryadi dalam rapat kerja bersama Komisi Energi di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 17 Juli 2017.

Hari ini SKK Migas bersama BPH Migas dan Pertamina mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi. Adapun SKK Migas menyampaikan proyeksi SKK Migas terkait produksi minyak dan gas bumi hingga 2025. Berdasarkan data SKK, minyak diproyeksikan turun, dan gas relatif fluktuatif produksinya.

"Gambaran lifting ini menjelaskan bahwa proyeksi dari 2017 hingga 2028 itu angka minyak dipastikan turun, dan gas relatif naik turun," ucapnya.

Meski mengalami penurunan, menurut Amien produksi minyak masih dapat dipertahankan melalui penemuan cadang yang sedang dikerjakan dalam sembilan proyek yang sedang berjalan. Adapun kesembilan proyek ini yakni Tropik Energi Pandan-Ario Damar, Odira Karang Agung-Ridho Field, PHE WMO PHE 12, HCML BD, PEP-Pipeline Gas Lift BW, ENI Muara Bakau, Petrochina Sabung-WB SB, dan EMCL.

"Memang secara natural akan turun. Tapi produksi proyek ini diharapkan segera selesai. Tapi meski ada proyek ini, saat ini belum dapat diprediksi," kata dia.

Ketua Komisi Energi Gus Irawan Pasaribu menuturkan, pihaknya menerima penjelasan dari SKK Migas yang berupaya mengembangan hulu migas ternait lifting dan produksi minyak dan gas.

"Komisi VII menerima upaya SKK Migas terkait pengembangan hulu migas terkait produksi dan liftibg migas dan berupaya mempersingkat waktu antara tahap eksplorasi dan pengembangan," tutur Gus Irawan saat membacakan kesimpulan.

DESTRIANITA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan