BPS: Neraca Perdagangan Juni 2017 Surplus US$ 1,63 Miliar  

Senin, 17 Juli 2017 | 14:44 WIB
BPS: Neraca Perdagangan Juni 2017 Surplus US$ 1,63 Miliar  
TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2017 mengalami surplus US$ 1,63 miliar. Adapun total ekspor Indonesia pada Juni 2017 sebesar US$ 11,64 miliar, sementara total impor US$ 10,01 miliar.

Baca: BI: Surplus Perdagangan per Maret 2017 Turun US$ 1,23 Miliar

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, hal tersebut dipicu surplus sektor nonmigas US$ 1,96 miliar. Sedangkan neraca perdagangan sektor migas defisit US$ 0,33 miliar. “Kami harapkan surplus ini akan terjadi hingga akhir tahun,” ucapnya di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juli 2017.

Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 28,25 juta ton pada Juni 2017. Hal tersebut didorong surplusnya neraca sektor nonmigas 28,4 juta ton. Namun neraca volume perdagangan sektor migas mengalami defisit 0,15 juta ton.

Adapun sepanjang Januari-Juni 2017, total ekspor Indonesia mengalami kenaikan US$ 79,96 miliar dengan total impor naik US$ 72,33 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2017, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 7,63 miliar.

“Secara satu semester, surplus perdagangan kita US$ 7,63 miliar. Jika dilihat, ini tertinggi sejak 2012,” katanya.

Baca: Jokowi Perintahkan Pembatasan Ekspor-Impor ...

Suharyanto menambahkan, surplus perdagangan nonmigas Indonesia selama satu semester ini paling banyak disumbang negara India dengan kontribusi US$ 5,04 miliar, Amerika Serikat US$ 4,7 miliar, dan Belanda US$ 1,56 miliar. Namun neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit dengan Cina sebesar US$ 6,62 miliar, Thailand US$ 1,83 miliar, dan Australia US$ 1,57 miliar.

DESTRIANITA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan