Perizinan Online Angkutan Akan Diberlakukan di Seluruh Indonesia

Minggu, 16 Juli 2017 | 21:13 WIB
Perizinan Online Angkutan Akan Diberlakukan di Seluruh Indonesia
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba angkot yang dilengkapi dengan fasilitas Air Conditioner (AC) di Silang Barat Monas, Jakarta, Sabtu, 1 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz.

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sistem perizinan angkutan secara online akan diterapkan di seluruh Indonesia. Ia menargetkan seluruh Indonesia bisa menyelenggarakan sistem perizinan online di Desember nanti.

"Desember harus selesai semua, karena yang penting adalah sosialisasi," kata Budi Karya Sumadi saat ditemui di kantor BPTJ, Jakarta, Ahad, 16 Juli 2017.

Budi Karya menuturkan Jakarta merupakan model sistem perizinan online ini. Selain daerah, perizinan online angkutan akan diberlakukan di daerah lain. Selain itu Jakarta dipilih karena jumlah angkutan, operator, pengguna, paling banyak berada di Jakarta.

Budi Karya mengungkapkan perizinan online ini juga bisa diunduh di telepon seluler untuk yang berbasis android, sehingga makin mempermudah masyarakat. "Kami akan aplikasikan ini di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bali dan lain-lain."

Menurut Budi Karya dirinya menginginkan sebanyak mungkin pelaku angkutan sewa khusus mendaftarkan dirinya melalui sistem perizinan online ini. Hal ini agar para pelaku angkutan sewa khusus mendapatkan legitimasi kalau mereka adalah legal dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Budi Karya menjelaskan pendaftaran perizinan online ini juga akan membuat pemerintah mengetahui jumlah pelaku di sektor angkutan sewa khusus. Ia mengaku selama ini pihaknya tak mengetahui angka pasti soal itu. "Dengan ini cara kami mengontrol."

Ketika ditanyakan mengenai apakah sistem perizinan online hanya dikenakan bagi angkutan sewa khusus seperti transportasi online, Budi Karya menjawab karena operator transportasi online sudah terbiasa dengan sistem online. Namun ke depannya angkutan di luar sewa khusus juga akan diberlakukan.

DIKO OKTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan