Rabu, 23 Agustus 2017

Kurangi Beban, Motor Dialihkan Dari Jalur Pantura Utama

Jum'at, 30 Juni 2017 | 14:04 WIB
Pemudik memarkir sepeda motornya dan beristirahat saat arus balik di Lingkar Nagreg, Kabupaten bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2017. TEMPO/Prima Mulia

Pemudik memarkir sepeda motornya dan beristirahat saat arus balik di Lingkar Nagreg, Kabupaten bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2017. TEMPO/Prima Mulia.

TEMPO.CO, CIREBON – Pemudik yang gunakan motor sempat dialihkan menuju jalur pantura tengah. Padatnya pantura utama menjadi sebab pengalihan arus lalu lintas tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, padatnya pantura utama membuat jajaran Polres Cirebon Kota akhirnya mengalihkan pemudik yang menggunakan motor ke pantura tengah. Saat berada di Pegambiran, Kota Cirebon motor pemudik tidak diperbolehkan lurus menuju jembatan layang namun dibelokkan ke kanan masuk ke Kota Cirebon.

Petugas pun bersiaga dan sudah menutup jalan yang menuju jembatan layang. Selanjutnya pemudik masuk ke Kota Cirebon melalui Jalan Diponegoro-Kapetakan-Karangampel-Indramayu.

Kasatlantas Polres Cirebon Kota, AKP Galih Raditya menjelaskan jika pengalihan arus lalu lintas dilakukan pada Jumat, 30 Juni 2017 dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. “Selama satu jam dilakukan pengalihan untuk membagi beban,” kata Galih. Agar beban di pantura utama tidak terlalu berat yang bisa berdampak pada kemacetan panjang di jalur pantura.

Simak: Arus Balik Lebaran, Tiket Kereta Api Ludes Hingga Selasa Depan

Pengalihan arus lalu lintas, lanjut Galih, masih dimungkinkan terjadi beberapa jam ke depan. “Kita lihat situasi,” kata Galih.

Sementara itu berdasarkan pantauan, antrian panjang kendaraan terjadi di jalur pantura utama Cirebon. Kendaraan yang didominasi oleh motor antri mulai dari Kedawung hingga Plered, Kabupaten Cirebon. Antrian panjang terjadi karena di sepanjang sisi jalan Tengah Tani banyak terdapat kios-kios penjual oleh-oleh khas Cirebon. Sejumlah pemudik, baik yang menggunakan motor maupun mobil membeli oleh-oleh di kios-kios kecil tersebut. Kendaraan mereka pun parkir di bahu jalan, yang berarti sudah memakai satu lajur jalan.

“Beli disini lebih praktis,” kata Dila, pemudik yang menggunakan motor yang akan kembali ke Jakarta saat ditemui di salah satu kios oleh-oleh yang ada di kawasan Tengah Tani. Selain karena sekalian lewat juga karena tidak perlu lagi masuk ke pasar untuk membeli oleh-oleh khas Cirebon. “tadi teman ada yang pesan kerupuk kulit. Beli disini saja, “ kata Dila.


IVANSYAH


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?