Kamis, 17 Agustus 2017

Mudik, Sopir Angkutan di Makassar Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Selasa, 20 Juni 2017 | 01:00 WIB
Ribuan kendaraan menunggu memasuki kapal untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, 2 Juli 2016 malam. PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak memperkirakan ini merupakan puncak arus mudik di Merak. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Ribuan kendaraan menunggu memasuki kapal untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, 2 Juli 2016 malam. PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak memperkirakan ini merupakan puncak arus mudik di Merak. ANTARA FOTO/Andika Wahyu.

TEMPO.CO, Makassar - Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas 1 Makassar mulai melakukan pemeriksaan terhadap sopir-sopir angkutan mudik yang berada di Terminal Malengkeri dan Terminal Daya pada Senin 19 Juni 2017. Hal itu demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat sopir membawa penumpang mudik.

"Jadi kegiatan ini untuk sistem kewaspadaan dini arus mudik lebaran," kata Eni Setiawaty petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas 1 Makassar, di Terminal Malengkeri Makassar, Senin 19 Juni 2017.

Simak: Menteri Perhubungan Cek Kelayakan Angkutan Lebaran di Daerah

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan guna mencegah faktor resiko penyakit yang dialami sopir, seperti diare, keracunan makanan, alkohol, kolestrol dan tekanan darah tinggi. "Kita juga lakukan pengambilan sampel udara dan makanan untuk menilai kualitasnya. Karena faktor resiko banyak untuk sopir," ucap Eni.

Sehingga kata Eni, penyakit yang kronis seperti gula harus dikelola sampai normal, dengan intens melakukan pemeriksaan diri secara berkala kemudian diberikan pengobatan. "Secara langsung memang tak ketahuan, tapi kalau tak terkontrol maka pasti akan diketahui."


Menurut dia, saat ini yang sudah melakukan pemeriksaan kepada tujuh sopir angkutan mudik khusus di Terminal Malengkeri kemudian dilanjutkan ke Terminal Daya. Pemeriksaan yang dilakukan tersebut juga didukung dari sejumlah elemen seperti dinas kesehatan, perhubungan, terminal dan kepolisian.

"Ini kegiatan awal yang melibatkan lintas sektor untuk arus mudik lebaran," tambahnya. Sedangkan untuk sampel makanan, pengukur polusi udara dan alat debu yang telah diambil kini dibawa ke labolatorium, selanjutnya diperiksa oleh dinas kesehatan. 

Terpisah, salah satu sopir Daniel 51 tahun mengakui yang diperiksa oeh tim gabungan yakni gula, air kencing, tekanan darah dan kolestrol. Dan hasil pemeriksaan dirinya mengalami kolestrol yang cukup tinggi. "Kolestrol saya tinggi mencapai 159, jadi satu atau dua hari saya mau berobat dulu ke Puskesmas. Yang penting tahu dulu jadi bisa diantisipasi."kata sopir rute Makassar-Bulukmba ini.



DIDIT HARIYADI



Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?