Kementerian Pertanian Akui Kendala di Program Cetak Sawah

Senin, 19 Juni 2017 | 23:00 WIB
Kementerian Pertanian Akui Kendala di Program Cetak Sawah
Seorang petani menanam biji palawija di areal sawah yang mengering di Indramayu, Jawa Barat, 7 Juli 2015. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu, kekeringan mencapai 14.689 hektar dan terancam puso. ANTARA/Dedhez Anggara

TEMPO.CO, Jakarta -  Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana, mengatakan kendala terbesar program cetak sawah adalah survei, investigasi dan desain (SID). Ini merupakan syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah, sebelum meminta dilakukan cetak sawah oleh pemerintah pusat.



"Kendalanya di SID, penyiapan SID oleh masing-masing daerah, kan daerah yang mengusulkan," kata Dadih saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin, 19 Juni 2017.

Simak:  Kementerian Pertanian Mengeluh Dana Program Cetak Sawah Terbatas



Dadih menuturkan pihaknya seringkali menemukan SID yang tidak cocok antara desain dan kondisi di lapangan. Ia menambahkan pihaknya kemudian bekerja sama dengan TNI untuk mengevaluasi SID di daerah. "Kalau tidak mengena SID-nya, maka kami tidak mengerjakan."

Menurut Dadih, program cetak sawah merupakan kebijakan nasional. Untuk tahun ini Kementerian Pertanian menargetkan mencetak sawah sebesar 80 ribu hektar menggunakan APBN. "Di daerah juga ada alokasi dari APBD dan secara swadaya pun ada."

Simak:  Kementan Optimis Cetak 80.000 Hektar Sawah Baru



Dadih mengungkapkan di 2016, daerah-daerah sudah banyak memiliki SID dalam pengajuan program cetak sawah. Ia melanjutkan program ini bisa cepat selesai jika alokasi anggarannya besar, tapi ia menyadari jika pemerintah memiliki program prioritas lainnya.

Dadih menjelaskan sawah hasil program cetak sawah tak akan memiliki produktivitas yang sama dengan sawah lama di tahap awal. Produktivitasnya, kata Dadih, berkisar antara 2,5-4 ton per hektar. "Ombudsman katakan kerja sama TNI menurunkan produksi, lahan baru bukan jangan disamakan dengan yang sudah buka lama."

Dadih menilai semua pihak berupaya bersama-sama untuk program cetak sawah. Alasannya agar ada keberlanjutan program ini. "Tugas semua pihak untuk mengoptimalkan program ini."



Target cetak sawah di tahun ini adalah 80 ribu hektar. Sedangkan di tahun lalu, program cetak sawah berhasil terealisasi sebanyak 129 ribu hektar dari target sebesar 134 ribu hektar.

DIKO OKTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan