Bandara Ngurah Rai Bali Sempat Ditutup, 20 Penerbangan Terganggu

Senin, 19 Juni 2017 | 14:05 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali Sempat Ditutup, 20 Penerbangan Terganggu
Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Desa Adat Tuban, Bali, 28 Maret 2017. Selama 24 jam bandara internasional itu berhenti beroperasi saat Hari Raya Nyepi, kecuali apabila ada pesawat yang harus mendarat darurat. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Kuta - Cuaca hujan menyebabkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sempat ditutup sementara. "Untuk keselamatan penerbangan, Airnav telah menerbitkan Notam A2078/17," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, Senin, 19 Juni 2017.

Simak: Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta Tambah 1.907 Penerbangan



Berdasarkan Notice to Airman (Notam) atau peringatan ihwal jarak pandang terbatas akibat hujan itu diterbitkan mulai pukul 07.54 hingga 09.30 Wita. "Ada 13 pesawat tidak bisa lepas landas, serta 7 pesawat tidak bisa landing," ujarnya.

Saat penutupan bandara, jarak pandang penerbangan mencapai 100 meter. Arie menjelaskan jarak pandang minimal untuk penerbangan adalah 800 meter.

Menurut Arie penutupan sementara itu menyebabkan beberapa pesawat yang akan mendarat di Bali dialihkan ke bandara terdekat. "Ke Surabaya (Bandara Juanda)," tuturnya.

BRAM SETIAWAN

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan