Kamis, 17 Agustus 2017

Ribuan Sopir Mobil Tangki Pertamina Bakal Mogok Kerja

Minggu, 18 Juni 2017 | 17:48 WIB
Sejumlah sopir truk atau awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina Patra Niaga mogok kerja di depot Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM), Plumpang, Jakarta, 1 November 2016. Sekitar 1.200 AMT menuntut penghapusan sistem kontrak kerja dan kesetaraan bagi seluruh pegawai Pertamina. TEMPO/Subekti

Sejumlah sopir truk atau awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina Patra Niaga mogok kerja di depot Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM), Plumpang, Jakarta, 1 November 2016. Sekitar 1.200 AMT menuntut penghapusan sistem kontrak kerja dan kesetaraan bagi seluruh pegawai Pertamina. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Advokasi Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), Gallyta Nur Bawoel, menuturkan pihaknya akan menggelar mogok kerja nasional oleh ribuan sopir mobil tangki PT Pertamina Patra Niaga besok.

“Ada ribuan orang, dari beberapa depot,” kata dia saat dihubungi Tempo, Minggu, 18 Juni 2017.

Baca juga: Sopir Mogok Kerja, Truk Tangki Pertamina Tetap Beroperasi

Gallyta menuturkan sedikitnya ada sepuluh depot yang bakal menyuarakan tuntutannya kepada PT Pertamina Patra Niaga. Mereka di antaranya adalah depot Plumpang (975 orang), Padalarang (140 orang), Tegal (100 orang), Banyuwangi (156 orang), Bandung Group (350 orang), Tasik (80), Merak (200 orang), Surabaya (300 orang), Lampung (200 orang), dan Makassar (190 orang).

Gallyta mengatakan tuntutan mereka sama setiap kali menggelar mogok kerja. Mereka ingin para karyawan diangkat menjadi karyawan tetap, khususnya di depot Plumpang.

Menurut Gallyta, khusus di depot Plumpang, ada persoalan pergantian vendor yang mengelola awak mobil tangki. Ia menyebut vendor yang sekarang, yaitu PT Garda Utama Nasional, diduga tidak adil dalam melakukan pengangkatan karyawan.

Ada sekitar 300 orang yang terpaksa tidak lanjut bekerja lantaran tidak lolos seleksi. Padahal, kata dia, mereka sudah bekerja lama belasan tahun.

Selain tuntutan menjadi karyawan tetap, Gallyta menginginkan perusahaan membenahi sistem upah lembur. Mereka menuntut PT Pertamina Patra Niaga membayar upah lembur dari 8 jam menjadi 12 jam kerja.

Simak juga: Ratusan Sopir Truk Tangki Pertamina Mogok Kerja

Ada pula tuntutan perbaikan sistem BPJS Kesehatan. Gallyta menyebutkan ada belasan karyawan yang tidak diterima di rumah sakit ketika berobat, sedangkan mereka sudah memiliki BPJS dan membayar premi setiap bulan.

Protes dari para sopir mobil tangki hampir dilakukan setiap tahun. Gallyta beralasan cara tersebut terus dilakukan sampai tuntutan mereka dipenuhi. Ia memastikan sudah memberikan pemberitahuan ke kepolisian untuk kegiatannya besok. Surat tersebut, kata dia, diserahkan ke Mabes Polri pada 9 Juni kemarin.

DANANG FIRMANTO

Video Terkait:
Ratusan Awak Mobil Tangki Demo di Depan Kantor Kemenaker









Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.