Kunjungan Michael Pence, Menperin Harap AS Investasi Sektor Ini

Jum'at, 21 April 2017 | 21:24 WIB
Kunjungan Michael Pence, Menperin Harap AS Investasi Sektor Ini
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence (kiri) berjabat tangan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan disela-sela kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, 20 April 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence ke Indonesia, Menteri Perindustrian Airlangga berharap hubungan bilateral kedua negara khususnya di sektor perekonomian dapat terus diperkuat, termasuk kegiatan ekspor Indonesia ke negara itu.

Sektor perekonomian diperkuat, termasuk ekspor. Selain itu kunjungan kenegaraan tersebut juga bisa lebih meningkatkan kerja sama dan investasi di sektor industri," katanya melalui keterangan tertulis Kemenperin, Jumat, 21 April 2017.

Airlangga mengatakan, selama ini neraca dagang Indonesia dengan AS berjalan positif. Kemenperin juga terus mendorong AS agar berinvestasi di sektor industri pembangkit listrik, industri digital dan industri consumer product.

Menurutnya, sektor-sektor yang cukup berkembang di Indonesia itu dapat ditingkatkan kerja sama yang lebih baik dengan AS lantaran Indonesia masih membutuhkan transfer teknologi dari negeri Paman Sam tersebut.

"Kami juga mendorong bahwa apa yang diproduksi di Indonesia tidak diproduksi di AS, dalam arti complimentary. Ekspor kita banyak di tekstil dan sepatu," tuturnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyambut kedatangan Pence di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Pada saat yang sama, Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyelenggarakan spouse program untuk menerima kunjungan kerja Istri Wakil Presiden Amerika Serikat, Karen Pence ke Republik Indonesia.

Wapres AS juga telah melaksanakan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan sejumlah isu yang dibahas antara Indonesia dengan AS di antaranya kerja sama ekonomi bilateral dan peningkatan kemitraan strategis antara AS-RI.
ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan