Kemenlu : Komitmen Bisnis Indonesia dan Pemerintahan Trump Kuat  

Jum'at, 21 April 2017 | 15:57 WIB
Kemenlu : Komitmen Bisnis Indonesia dan Pemerintahan Trump Kuat  
Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence disambuit kedatangannya oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla jelang melakukan pertemuan di Istana Negara, Jakarta, 20 April 2017. AP Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri menegaskan kuatnya komitmen kemitraan antara Indonesia dan pemerintahan baru Amerika Serikat yang kini dipimpin oleh Presiden Donald Trump.

Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence ke Indonesia selama dua hari sejak 20 April 2017 dianggap sebagai satu dari bukti kuatnya hubungan kedua negara ini.

”Hari ini (21 April), ada 10 nota kesepahaman bisnis di berbagai bidang yang disaksikan kedua wapres (Indonesia-AS),” kata Arrmanatha saat jumpa pers di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat, 21 April 2017.

BacaEkonomi Kuartal I Tumbuh Rendah, Ini Sebabnya

Nilai komitmen dari nota kesepahaman yang diteken kedua pihak di Hotel Shangri-La Jakarta itu mencapai US$ 10 miliar. “Ada soal pengolahan limbah dan energi,” katanya. “Itu menunjukkan komitmen kedua negara di bidang ekonomi.”

Pence mengatakan Kamar Dagang dan Industri Amerika dan Inggris tak hanya memperkuat kerja sama dengan Indonesia, tapi juga dengan sejumlah negara di Asia-Pasifik. “Bisnis Anda menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. 

LihatKembangkan Fintech, OJK Jalin Kerja Sama dengan Australia

Pence berpendapat, kerja sama bisnis kedua negara menguntungkan, termasuk dalam hal menambah lapangan pekerjaan. Penandatanganan melibatkan beberapa perusahaan, seperti kerja sama Applied Materials dan PT PLN, Exxon Mobil dan Pertamina, Greenbelt Resources dan Jababeka, Lookheed Martin dan TNI AU dalam bidang persenjataan, serta Honeywell dan PT Dirgantara Indonesia. 

YOHANES PASKALIS | ARKHELAUS WISNU




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan