Citilink Minta Maaf, Ubah Jadwal Penerbangan di Halim  

Jum'at, 21 April 2017 | 14:55 WIB
Citilink Minta Maaf, Ubah Jadwal Penerbangan di Halim  
Kedatangan Pesawat Ke-40 Citilink Pesawat baru milik maskapai Citilink jenis Airbus 320 tiba di hanggar 4 GMF, di Tangerang, Banten, 25 September 2016. Foto: citilink

TEMPO.COJakarta - Maskapai Citilink Indonesia mengubah sejumlah jadwal penerbangan menyusul adanya kepadatan aktivitas di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sepanjang April 2017.

Adapun jadwal penerbangan hari ini berubah karena kepadatan lalu lintas dan aktivitas di bandara. “Kami memohon maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya penyesuaian jadwal tersebut,” kata Corporate Communication Manager Citilink Indonesia Ageng Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 21 April 2017.

Tak hanya mengubah jadwal, Citilink bakal mengubah sejumlah rute penerbangan akibat rotasi. Penyesuaian itu di antaranya penerbangan tujuan Padang, Solo, Semarang, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang.

BacaKasus Pilot Mabuk, Dirut Citilink Indonesia Mengundurkan Diri

Ageng menuturkan, sebelumnya, sesuai dengan prosedur, Citilink menginformasikan perubahan jadwal ini kepada para calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan pada tanggal tersebut melalui call center. Citilink pun menyediakan opsi reschedule atau penjadwalan ulang sampai refund atau pengembalian tiket penerbangan. 

LihatHari Kartini, OJK: Perempuan Harus Mandiri Finansial

“Untuk prosesnya dapat dilakukan dengan menghubungkan call center Citilink Indonesia di 0804 1 080808 atau customer service Citilink di Bandara,” kata Ageng.

Ageng menyatakan dia berkomitmen semaksimal mungkin memberikan layanan informasi dan petunjuk kepada calon penumpang terkait dengan adanya penyesuaian jadwal karena alasan kepadatan aktivitas ini.

GHOIDA R.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan