Apa Alasan Menteri Rini Pilih Pahala Mansury Pimpin Garuda?  

Selasa, 18 April 2017 | 12:14 WIB
Apa Alasan Menteri Rini Pilih Pahala Mansury Pimpin Garuda?  
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Oktober 2015. Dalam rapat ini Komisi VI bersama Kementerian BUMN telah menyepakati Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada perusahaan BUMN sebanyak Rp 34,318 Triliun. Jumlah tersebut meningkat dari usulan Pemerintah sebelum kesepakatan sebesar Rp 3 Triliun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan Pahala Nugraha Mansury dipilih sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia Tbk menggantikan Arif Wibowo untuk merestrukturisasi perusahaan itu. Garuda membutuhkan restrukturisasi di sisi operasional dan keuangan. "Perusahaan itu butuh restrukturisasi secara menyeluruh dari segi operasional dan keuangan," ucap Rini Soemarno di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 18 April 2017.

Rini berujar, Pahala memiliki tugas memperkuat operasional Garuda dalam menghadapi kompetisi di dalam negeri dan dunia internasional. Dia juga bertugas memperkuat struktur keuangan perusahaan pelat merah itu. "Kami melihat, setelah mewawancarai beberapa orang, Pahala paling baik."

Baca: Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Penerbangan...

Menurut Rini, era kepemimpinan sebelumnya belum maksimal. Pasalnya, ujar dia, masih diperlukan sinergi antara Garuda Indonesia, Citilink, dan GMF serta aktivitas lain, seperti aerowisata. "Lihat kompetitor, jualnya paket, bukan cuma tiket pesawat," tuturnya.

Kementerian BUMN memberikan waktu selama setahun ke depan kepada Pahala untuk bisa memperbaiki Garuda di operasional dan keuangan. "Kami beri waktu 12 bulan ke depan sih," kata Rini.

Baca: Menteri Keuangan Sebut Penerimaan Negara Bergerak Positif

Ketika ditanyai mengenai pengganti Pahala di Bank Mandiri, Rini mengaku masih menunggu dalam beberapa bulan ke depan. Dia menyatakan akan melakukan pengkajian ulang bersama Direktur Utama Bank Mandiri dan jajaran komisaris.

DIKO OKTARA



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan