Kamis, 17 Agustus 2017

Setelah Cetak Rekor Tertinggi, Ikuti Laju IHSG Hari Ini  

Senin, 20 Maret 2017 | 08:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita.

TEMPO.CO, Jakarta - Reli indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut pada penutupan perdagangan hari kelima, Jumat, 17 Maret 2017. IHSG ditutup menguat 0,40 persen atau 22,19 poin ke level 5.540,43, level penutupan tertinggi sepanjang masa setelah berakhir di level tertinggi pada April 2015.

Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG bergerak di kisaran paling rendah 5.499,39, kemudian menyentuh level 5.557,98 pukul 09.02.

Baca: IHSG Menguat ke Level 5.400

Dari 540 saham yang diperdagangkan, 157 di antaranya menguat, 151 melemah, dan 232 stagnan. Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir positif, dipimpin sektor tambang (+1,40 persen) dan finansial (+1,06 persen).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir naik 0,55 persen atau 2,66 poin ke 483,45 setelah dibuka dengan penguatan 0,60 persen di posisi 483,69.

Di pasar regional, mayoritas bursa saham terpantau ikut reli dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,31 persen), indeks SE Thailand (+0,10 persen), indeks FTSE Malay KLCI (+0,46 persen), dan indeks PSEi Filipina (+0,91 persen).

Seperti dilansir Bloomberg, pencatatan rekor IHSG ditopang aliran dana asing masuk setelah Federal Reserve memberikan nada dovish pertengahan pekan ini. Dovish adalah cara pandang seorang pelaku pasar terhadap situasi ekonomi yang akan terjadi, cenderung terlalu memperhatikan aspek risiko yang lebih kecil.

Simak: IHSG Diperkirakan Tertekan di Awal Pekan

Investor asing mengalirkan sekitar US$ 138 juta ke dalam pasar saham lokal kemarin, aliran dana masuk terbesar dalam satu hari sejak Oktober.

Para investor mendapat sinyal bullish pada Rabu, ketika sejumlah pejabat The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin seperti yang telah diprediksi. Meski demikian, bank sentral Amerika Serikat tersebut mengisyaratkan tidak akan mempercepat laju pengetatan berikutnya seperti yang diharapkan sejumlah investor.

Jemmy Paul, Direktur Investasi di PT Sucorinvest Asset Management, mengatakan pernyataan The Fed telah membantu menghilangkan kekhawatiran sebelumnya tentang kemungkinan langkah kenaikan yang lebih agresif. "Hal ini memicu arus masuk ekuitas. Reli kemungkinan berlanjut seiring perkiraan pertumbuhan EPS 25 persen untuk 2017,” ucapnya. Menurut dia, indeks dapat mencapai level 6.100 pada akhir tahun ini.

Bagaimana pergerakan IHSG hari ini? Ikuti lajunya hingga akhir perdagangan.

BISNIS.COM


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?