Pertamina Hulu Energi Alokasikan Belanja Modal Rp 6,7 Triliun

Sabtu, 18 Maret 2017 | 07:14 WIB
Pertamina Hulu Energi Alokasikan Belanja Modal Rp 6,7 Triliun
Anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) 24 di Lepas Pantai Perairan Madura, Jawa Timur, 12 Oktober 2016. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2017 sebesar US$ 507,7 juta atau setara Rp 6,7 triliun.
Direktur Utama PHE Gunung Sardjono Hadi dalam keterangan  tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 17 Maret 2017, mengatakan, alokasi capex pada 2017 tersebut meningkat 60,6 persen dibandingkan 2016 yang terealisasi  US$ 300,3 juta.

Menurut dia, PHE bertekad meningkatkan produksi pada 2017, sehingga investasi juga harus ditingkatkan, karena akan ada tambahan kegiatan operasional di wilayah kerja. "Untuk menggenjot produksi, kami bertekad meningkatkan belanja modal secara signifikan pada 2017," katanya.

Belanja modal pada 2017 itu, lanjutnya, diprioritaskan untuk meningkatkan produksi Blok Offshore North West Java (ONWJ) dan West Madura Offshore (WMO) yang menjadi anak perusahaan andalan PT Pertamina (Persero) tersebut.

Ia mengatakan, secara keseluruhan, terdapat 53 wilayah kerja dengan prioritas Blok ONWJ di laut utara Jakarta dan WMO di perairan laut Madura pada 2017.

Gunung juga menambahkan, ONWJ menjadi perhatian serius PHE, karena ladang tersebut merupakan salah satu blok yang diperpanjang kontraknya dengan skema baru yakni gross split atau bagi hasil berdasarkan produksi kotor.

"Meski dengan kontrak baru, PHE bertekad untuk mempertahankan produksi sebagaimana ditekankan pemerintah," katanya.

Gunung memaparkan, hingga akhir 2016, produksi ONWJ mencapai tingkat produksi minyak sebesar 20.851 barel per hari (BPH) dan produksi gas 98 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). "Produksi minyak dan gas dari ONWJ seluruhnya disalurkan untuk kebutuhan dalam negeri," ujarnya.



ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan