Prodia Catatkan Laba Bersih Rp 88,13 Miliar

Jum'at, 17 Maret 2017 | 12:05 WIB
Prodia Catatkan Laba Bersih Rp 88,13 Miliar
TEMPO/Sulhi

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan laboratorium klinik PT Prodia Widyahusada Tbk membukukan kinerja positif di sepanjang tahun 2016.

Emiten berkode saham PRDA ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,4 persen menjadi Rp 1.358,66 miliar. Laba bersih Perseroan juga turut meningkat 49,3 persen menjadi Rp 88,13 miliar sepanjang tahun 2016 dibanding tahun 2015, dengan EBITDA Perseroan yang meningkat 19,3 persen di 2016 dan EBITDA margin 15,4 persen.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan kinerja positif ini ditopang dengan bertambahnya jejaring layanan yang telah menyebar di 31 provinsi di Indonesia. Menurut dia, pada 2016 kemarin merupakan tahun yang sangat penting bagi Prodia yang berkomitmen memberikan kinerja positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan pasca pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada awal Desember 2016 lalu.

Baca:
Prodia Kembali Jual 5 Persen Saham ke Investor Asing
PT Prodia Widyahusada Tbk Resmi Melantai di Bursa



“Kami bersyukur, tahun 2016 dapat kami lalui dengan kinerja baik, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif, termasuk berhasilnya Prodia mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia,” kata Dewi dalam pesan tertulisnya, Jumat, 17 Maret 2017.

Dewi menambahkan, Perseroan akan terus memperluas jejaring layanan dengan menjalankan inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing Perseroan.

Hingga akhir 2016, Prodia telah memiliki jejaring layanan sebanyak 259 outlet Prodia, terdiri dari 129 laboratorium klinik, termasuk empat di antaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC), satu PHC stand alone, dua klinik khusus, sembilan laboratorium Rumah Sakit, dan 118 Point of Care (POC) Service di klinik dokter yang tersebar di 31 Propinsi dan 106 kota di Indonesia.

Direktur Pemasaran Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, tahun lalu perseroan telah membuka dua layanan laboratorium rujukan berskala regional di Surabaya dan Makassar dengan kemampuan melakukan 244 dan 136 jenis tes. Sementara untuk penambahan jenis tes baru, sepanjang 2016, Prodia telah meluncurkan 11 jenis tes pemeriksaan yang baru termasuk Apo E Genotype dan BCR-ABL p210 kuantitatif serta 5 paket panel pemeriksaan laboratorium.

Simak:
Efek Freeport, Perbankan Timika Stop Kredit Tanpa Agunan Karyawan
IHSG Dibuka Menguat 21,57 Poin

“Kualitas adalah prioritas utama Prodia dalam mendukung dan melayani 2,48 juta kunjungan pelanggan dengan total 14,59 juta tes per tahun,” tutur Indriyanti.

Mengenai rencana bisnis ke depan, Prodia akan memanfaatkan pasar kesehatan di Indonesia masih terbuka luas. Karena berdasarkan riset Frost and Sullivan, diperkirakan pasar tes laboratorium swasta di Indonesia berada pada kisaran US$ 615 juta pada 2015 dan menjadi US$ 817 juta 2017 atau bertumbuh dengan CAGR sebesar 15,2 persen. Menurut mereka, pertumbuhan pasar laboratorium swasta ini akan menjadi salah satu pertumbuhan yang tercepat pada industri kesehatan di Indonesia.

Sejalan dengan rencana IPO, dalam rencana ekspansi 5 tahun mendatang, perseroan berencana menambah dua laboratorium rujukan berskala regional di Sumatera dan Jawa, 33 laboratorium klinik dan 12 Klinik khusus yang baru. Selain itu juga penambahan 20 POC Service dan lima laboratorium Rumah Sakit per tahun.

DESTRIANITA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru