Bahas Freeport, Jonan Kumpulkan Sejumlah Mantan Menteri Energi

Rabu, 08 Maret 2017 | 14:07 WIB
Bahas Freeport, Jonan Kumpulkan Sejumlah Mantan Menteri Energi
Menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjalani pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 14 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumpulkan sejumlah mantan Menteri Energi hari ini di Jakarta. Mereka dikumpulkan untuk membahas kelanjutan usaha PT Freeport Indonesia.
 
Mantan Menteri Energi yang menyambangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, antara lain Soebroto, Menteri Pertambangan dan Energi ketujuh yang menjabat 29 Maret 1978-21 Maret 1988, dan Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Pertambangan dan Energi era kepemimpinan Presiden Soeharto pada 1998. 

Baca: Kasus Freeport ke Arbitrase, Komnas HAM Usul Mediasi

Selain itu, ada Purnomo Yusgiantoro, yang menjabat Menteri Energi pada 21 Oktober 2004-20 Oktober 2009; Darwin Zahedy Saleh, Menteri Energi periode 22 Oktober 2009-19 Oktober 2011; dan Chairul Tanjung, yang menjadi pelaksana tugas Menteri Energi pada 11 September 2014-20 Oktober 2014.

Chairul Tanjung, yang keluar pertama kali dari ruangan kaca di gedung Kementerian Energi, mengatakan kedatangannya bertujuan membagikan pengalaman kepada Menteri Jonan dan Wakil Menteri Energi Arcandra Tahar. "Namanya kami sebagai mantan. Saya kan orang yang pernah menyelesaikan masalah Freeport, masalah Newmont. Tentu kami sharing pengalaman yang sudah ada," ucap Chairul.

Baca: Presiden Jokowi Peringatkan Freeport

Meski demikian, Chairul menyatakan tidak memberikan masukan atau saran kepada Kementerian Energi. Ia hanya berharap solusi yang terbaik untuk masyarakat bisa terwujud.

Terkait dengan masalah Freeport yang dibawa melalui arbitrase karena pemerintah dinilai telah mengubah bentuk usaha pertambangan dari kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus, Chairul mengaku tidak ingin memberi penilaian. "Saya tidak mau terlibat dalam judgement," ujarnya. Dalam pertemuan Rabu pagi tersebut, tampak juga kedatangan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake.

Kementerian Energi tengah berupaya menyelesaikan dampak berhentinya usaha PT Freeport Indonesia, salah satunya pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. Pada Rabu ini, Kementerian juga dijadwalkan menerima 21 korban terdampak operasional Freeport.

ANTARA



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan